Macrame and Plants

Udah 2 bulan lebih aku berkegiatan di rumah aja dan aku memutuskan menekuni hobiku, main-main rajut tali (macrame) dan berkebun. Entah kenapa aku merasa kalau macrame dan berkebun itu adalah 2 hal yang berbeda tapi matching. Macrame dan tanaman cocok untuk dekorasi rumah. Mau dekorasi rumah ala shabby chick? Ala scandinavian? ala bohemian? Atau ala ala vintage? Macrame dan tanaman masuk di segala model dekorasi.

Melalui blog ini aku informasikan bahwa sebulan ini aku baru buka online shop di instagram yang bernama macrameandplants. Di follow ya… online shop ini menjual macrame dan tanaman yang bisa melengkapi dekorasi rumah kalian.

Doakan semoga sukses yaaa…. Biar mamanya Gilang sibuk main tanah dan main tali di rumah 😁

Advertisements

House to home

Udah lewat sebulan jadi full mom untuk Gilang dan alhamdulillah kekhawatiran sebelum resign secara keseluruhan aman terkendali. Bosan di rumah? Lewat… Pemasukan gak sebanding sama pengeluaran? Yang penting cukup!

Seperti biasa emaknya Gilang gak mau kehilangan kreatifitas, jadi mulalilah melanjutkan sulaman yang terpending 2 tahun lalu. Tapi mau apa dikata, anaknya lagi banyak mau tau. Jarum-jarum dan benang-benang dipreteli sambil nanya “apa ini ma?”. Okelah… Kristikannya kita tunda lagi sampai waktu yang tidak ditentukan. Serem liat anaknya pegang-pegang jarum.

Cari-cari ide dan aku tertarik dengan macrame. Macrame ini adalah handycraft yang menggunakan tali katun sebagai bahan utamanya atau biasa disebut cotton rope. Bermain simpul atau knot yang dulu dasarnya pernah aku pelajari waktu disekolahan. Dan aku baru ingat dulu waktu sekolah pernah buat tas rajut yang sekarang entah kemana.

Ini dia curtain door, lumayan kan buat pemula…

Ada lagi dream catchers yang aku selesaikan dalam waktu 3 jam! Dan aku puas kali dengan hasilnya…

Aku juga buat pot gantung biar rumahnya jadi ala ala bohemian design. Seru buatnya…

Sekarang aku malah doyan buka-buka instagram untuk cari inspirasi dekorasi rumah. Gak pengen ala ala shabbychick, justru pengennya ala ala bohemian atau scandinavian yang diisi dengan banyak tanaman.

Tiap weekend alhamdulillah gak minta ke mall lagi, malah minta ke lapak tanaman. Kemudian punya ide lagi buat bisnis yang menyatukan antara macrame dan tanaman. Ntar kalo udah mulai ada titik terang aku ceritain lagi lah…

*sedang bersemangat*

Review causewaybay inn Hongkong

Lobi dan kamar

Kali ini pengen review penginapan kami selama di Hongkong tanggal 10-14 Agustus 2017 yang lalu. Tumben yaahhh… Soalnya aku ngerasa puas menginap di salah satu penginapan terbaik yang di rekomendasikan tripadvisor. Perlu diketahui, jumlah kamar yang tersedia di Causewaybay inn cuma ada 3 kamar! Jadi beruntung kali kalau bisa menginap disitu.

Biasanya kalau mau liburan, 6 bulan sebelumnya aku udah cari-cari penginapan. Segala macam website dibuka untuk membaca review penginapan, terutama tripadvisor. Yang paling dipertimbangkan biasanya kalau di luar negeri adalah dekat dengan makanan halal, akses, dan harga. Dan Causewaybay inn ini memenuhi semua kriteria tersebut. Asyik kaannn…

Pemandangan dari jendela kamar, persimpangan times square

Causewaybay inn terletak di daerah Causewaybay yang terkenal dengan rate harganya yang di atas rata-rata. Berada dekat dengan Masjid Ammar, jadi gak heran di daerah ini banyak makanan halal. Gedungnya berada di depan times square, dekat dengan halte bus, halte tram ding ding, dan mtr! Mau kemana-mana gampaaang…

Hongkong itu ibarat hutan beton, kemana kaki melangkah yang ada gedung-gedung tinggi. Orang berniaga tidak hanya di lantai dasar, ada di lantai atas juga! Seperti restoran Aladin Mess yang berada di lantai 2, begitu juga Causewaybay inn yang berada di lantai 1 sebuah gedung. Gak perlu khawatir, ada lift disana, walaupun liftnya lift jadul yang pintunya pakai pintu harmonika dan buka tutupnya manual… hohoho…

Untuk reservasi hanya bisa melalui http://www.causewaybayinn.com. Seperti yang aku sampaikan di awal, hanya ada 3 kamar yang tersedia dengan 3 tipe kamar yang berbeda. Untuk lebih jelasnya bisa langsung kunjungi websitenya, karena aku hanya menjelaskan tentang kamar yang kami inapi, kamar no 3.

Kamar no 3

Kamar no 3 ini adalah kamar dengan tipe tertinggi, terdiri dari 1 tempat tidur double dan 1 tempat tidur single. Aku memilih kamar ini karena kami membawa anak bayi, jadi aku mengusahakan agar kami semua bisa beristirahat dengan cukup tanpa sempit-sempitan. Perlu diketahui, tempat tidur double di luar negri itu biasanya ukuran 5 kaki, sementara dikeseharian kami memakai ukuran 6 kaki. Selain itu kamar no 3 ada bathtub yang bisa aku manfaatkan sebagai bak. Maklum aja, anak bayinya belum bisa pakai shower… hehehe… Tanpa pikir panjang aku pilih kamar no 3.

Ada jendela!

Untuk harga kamar no 3 ini kurang lebih hampir sama dengan harga promo hotel group Butterfly yang berada di sekitar Causewaybay. Kalau di hotel Butterfly kita harus tambah extra bed lagi, yang artinya harus tambah biaya juga. Dan untuk kamar standart di hotel butterfly, jangan harap ya dapat yang ada jendelanya, ketutup beton semua! 

Kalau diizinkan kembali liburan ke Hongkong mungkin aku akan menginap disini lagi. Karena hanya ada 3 kamar, jadi kalau sudah fix sebaiknya langsung reservasi. Kami sudah reservasi 3 bulan sebelum kedatangan. Kami request tambahan bantal dan selimut untuk benteng pinggir tempat tidur Gilang, disiapkan juga loh…

Last day 

Setelah maju mundur ngajuin resign dengan perdebatan hati yang panjang, akhirnya per 22 Agustus 2017 adalah hari terakhir aku kerja. Sebenarnya ngajukan surat di awal bulan puasa dengan permintaan terakhir kerja per tanggal 31 Juli 2017. Tapi ya begitu, walau udah memutuskan resign, aku masih masuk kerja sesekali bantuin pak bos ngurusin oprasional kantor Medan.

Perasaannya gimana? Legaaaaa! Karena bisa seharian main dengan anak bayinya. Padahal udah 10 tahun kerja loh… Banyak yang mewanti wanti, awas kebosanan… Kenapa gak bawa aja anaknya ke kantor? Kan dibolehin… 

Beda loh ngasuh anak di kantor dengan di rumah. Di kantor si anak harus dihadapkan dengan kondisi emaknya yang duduk di depan monitor mulu. Yang ada anaknya jadi sasaran kekesalan si emak karena kerjaan yang tak kunjung beres. Gimana mau beres, tadinya mau manfaatin kerja selagi si anak bobok, tapi yang terjadi adalah si anak gak mau bobok juga meski udah bolak balek negak susu. Sudahlah, mamaknya saja yang mengalah….

Trus dirumah mau ngapain? Ya ngasuh anak laahhh..  Masa bosan jahilin anak bayinya seharian… hehehe… Sebenarnya sih aku udah mikirin banyak alternatif, bisa beberes rumah dan halaman *berkebun*, mau nyobain baking juga, atau jualan online tapi ambil barangnya di negara tetangga jadi bisa sambil jalan-jalan *yakinlah ini mah akal-akalan emaknya*, edit-edit foto biar penghasilan dari gettyimage bisa makin nambah gak segitu-gitu aja, lanjutin kristikan yang gak kelar-kelar, atau nyobain craft terbaru yang lagi ngehits mana tau bisa di jual….

Intinya sih pengen sambil hasilin duit biar kami sekeluarga bisa lanjutkan visi dan misi kami liburan ke Korea, Jepang, Australia, Eropa, dan Turki. Ayo semuanya… Mari di aminkaannnn….

Untuk sementara ini cukuplah mamaknya menikmati kebersamaan dengan anak bayinya sambil bobok-bobok cantik dan belanja online… *loh??!!!*

Hongkong-Macau, 10-14 Agustus 2017

Terakhir liburan keluarga yang benar-benar liburan itu di Desember 2014, dan sekarang liburannya nambah 1 anggota, si anak bayi kami GILANG! Udah kebayang lah ya gimana hebohnya bawa anak bayi. Kamera pocket emaknya mesti disingkirkan, toh gak akan sempat foto narsis dengan berbagai gaya. Cukup kamera hp aja.

DAY 1

Jam 5 pagi anaknya udah dipaksa bangun dan mandi, untungnya gak pake rewel karena di malam malam sebelumnya udah bisik bisik ke si anak kalo kita mau jalan jalan naik pesawat. Gak tau dia emang ngerti apa nggak, tapi ni anak sepanjang jalan anteeeng kaliii…

Baru sampe bandara Kualanamu udah ada drama kelebihan bagasi, padahal di hari sebelumnya aku protes ke papanya Gilang karena dia salah beli bagasi. Bagasi pergi 20 kg bagasi pulang 40 kg, “untuk bagasi aja kita abis 1 juta” protesku setelah print itinerary dan invoice dari airasia di hari sebelumnya. Nyatanya adegan pindah-pindahkan barang harus dilakoni di bandara, dari kopor yang satu ke kopor yang lain, jadilah 7 kg di kabin 22 kg di bagasi (dikasi dispensasi 2 kg, alhamdulillah!)

Perjalanan berjalan lancar, sekitar jam 8 malam kami tiba di Hongkong. Begitu ambil bagasi kami dikejutkan dengan kondisi kopor yang sudah tak bergembok lagi, isinya berantakan. Syukurnya gak ada barang yang hilang. Gak tau insiden buka paksa kopor ini terjadi di Kualanamu atau di KLCC2. 

Perjalanan dari HKIA ke penginapan dengan bus pun lancar jaya gak pake kesasar. Hongkong emang negara dengan banyak pilihan transportasi yang memudahkan wisatawan.

DAY 2

Rencana hari ini berubah dari itinerary, kita mau langsung ke Macau aja biar hari terakhir bisa bebas belanja dan explore sekitar penginapan yang tepat berada di depan timesquare. Tapi tetap aja, kami gak maksain Gilang, nungguin dia bangun tidur dulu baru bisa mulai gerak. Jam 9 Gilang bangun dan jam 10 lewat baru keluar penginapan. Jadilah berangkat ke Macau dengan turbojet jam 11.50. Ok lah… tak apa…

Hari jumat di Macau, artinya harus nyobain sholat jumat di negri orang. Semacam jadi kewajiban bagi kami mengunjungi mesjid di luar negeri, mau lihat bagaimana muslim di negara lain. Udah googling masjid yang ada di Macau selagi nungguin Gilang bangun, cuma masih buta jalan menuju kesananya.

Tiba di Macau, ada banyak selebaran peta disana. Untungnya di peta ada gambar mesjid yang satu-satunya di Macau itu. Terlihat dekat dan bisa di tempuh dengan jalan kaki, tapi lumayan juga jalan kaki hampir 30 menit mengelilingi water reservoir. 

Khotbah sudah dimulai, papanya langsung ambil wudhu dan aku duduk manis sambil merenungi betapa beruntungnya tinggal di Indonesia, kemana kaki melangkah ditemukan mesjid. Sedangkan di Macau hanya ada mesjid itu, semua muslim di penjuru Macau kumpul di mesjid itu tiap jumat. Hingga sudah masuk rakaat kedua pun masih banyak yang datang berlarian, mungkin karena keterbatasan waktu.

Sehabis jumatan ada makan bersama, beruntung kami bisa hemat waktu cari makanan halal dan hemat uang juga. Lumayan loh, dibekali juga buat makan malam.

Dari mesjid kami kembali ketempat kedatangan tadi, karena dari situ ada bus gratis ke Venetian. Ramenya Venetian luar biasa, kami cuma foto-foto sebentar kemudian cari egg tart yang katanya halal dan fenomenal dengan merek Lord Stow’s. 

Dari Venetian ke City of Dreams yang isinya lagi lagi seperti mall. Kalo nggak ada rencana nonton pertunjukan Dancing in the water yang harga tiketnya 500ribu per orang kalau di rupiahkan, mending skip aja ke tempat ini.

Kami lanjut ke Senado Square. Mungkin karena hari sudah malam, aku gak merasa begitu istimewa. Hanya beberapa bangunan kuno yang dipenuhi lapak jualan makanan pork kering (seperti dendeng) dan minuman. Jalan ke dalam sekitar 15 menit ada Ruin’s St Paul.

Saat buat itinerary aku udah ngerasa kalau ke Macau harus nginap, apa dikata kami udah terlanjur booked penginapan di Hongkong, jadilah semuanya serba buru buru. Kami harus mengejar turbojet pulang jam 22.50. Kurang menikmati Macau, waktu banyak dihabiskan dengan jalan kaki.

Day 3

Sepulang dari Macau kami tiba di penginapan jam 1 lewat tengah malam. Jadilah paginya Gilang bangun jam 11. Hari ke 3 kami rencana nyantai aja, ke mesjid Ammar yang dekat dengan penginapan sekalian makan siang di kantinnya dan ke The Peak.

Gak nyangka kalau tram menuju The Peak pake acara ngantri sampe 2 jam lebih! Hari panasnya bukan main lagi! Sangat bersyukur Gilang bisa diajak kompromi. Lumayan di The Peak ada jual oleh oleh murah meriah. Direkomendasikan kalo beli oleh oleh souvenir mending disini aja. Setelah lihat pemandangan malam kota Hongkong dari ketinggian yang ramenya bukan main, kami langsung balik naik bus dan pake ngantri berjam-jam juga! Tiba di penginapan udah jam 11 malam aja…

Day 4

Tobat ngantri, sebelum jalan kami googling Ngong Ping. Ternyata gak jauh beda, mau naik Cable car bisa ngantri sampe 3 jam katanya. Sudah lah, kami belanja aja ke Citygate. Tapi sebelumnya kami lihat-lihat times square yang lagi lagi isinya tempat belanja semua.

Sebelum bertualang wajib isi perut dan bawa bekal, singgahlah kami di Ebeneezer’s Kebab & Pizza yang katanya salah satu makanan yang wajib dicoba.

Di Citygate banyak jual barang branded yang harganya nyungsep, tapi yah… tetap aja gak terbeli, karena masih jauh diatas standart kita bokkk… Tapi lumayan, disini kami berhasil beli 2 pasang sepatu Timberland buat aku dan papanya Gilang yang masing-masing harganya gak nyampe sejuta. Kalo di Indonesia udah 3 juta sepasang lohhh… 

Beli setengah lusin body butter bodyshop yang harganya cuma sekitar 350 ribu, bedak yang biasa aku pakai juga setengah harga dari di Indonesia. Belakangan baru tau kalau bodyshop lagi promo ulang tahun, tapi tetap aja jauh lebih murah harga di Hongkong. Dan aku nyesal gak ambil parfumnya yang cuma 120 ribu, kemaren ngecek di centre point Medan biar udah diskon harganya 335 ribu.

Dari Citygate langsung balik ke penginapan, makan malam di Aladin Mess yang berada di times squares, setelah itu lagi lagi belanja Uniqlo yang tokonya berada di belakang penginapan.

Day 5

Dari penginapan ke bandara kami naik bus. Bisa dibayangin yah jalan menuju tempat pemberhentian bus sekitar 20 menit, kami bawa 3 kopor dan sambil dorong stroller Gilang. Benar-benar perjuangan! Soalnya udah coba cek, kalau naik uber dari penginapan ke bandara kena 700 ribu aja… Gak rela!

Kalau gak sempat belanja, di HKIA juga banyak tempat belanja yang harganya lumayan murah. Kami beli kaos Bellagio buat para keponakan yang harganya sekitar 70 ribu. Lumayan kannn…

Alhamdulillah pulangnya gak ada drama kelebihan bagasi lagi walau kopor beranak. 

Pengalaman ke Hongkong ini mirip saat kami ke Bangkok pertama kali, kurang menikmati karena daerah wisatanya gak sesuai harapan. Terlalu ramai dan ngantri. Semoga lain waktu diberi kesempatan kembali ke sini buat menikmati lingkungan dannn belanjanyaaa…  Gak nyangka hampir semua yang berada di Itinerary dijalani. Anak bayinya emang juara… 

Itinerary Hongkong

Waktu keberangkatan semakin dekat. Emaknya Gilang excited beraattt….

DAY 1 (Kamis) –> Causewaybay inn

Octopus card 150 HKD per orang.

Beli sim card Discover Hongkong Tourist, pemakaian 7 hari 98 HKD.

Airport bus ada di sebelah kanan setelah arrival hall, naik bus A11 atau E11.

E11

Turun di Tin Hau naik ding ding tram 2.4 HKD.

tin hau

DAY 2 (Jumat)

Islamic Centre Canteen

icc

The Peak –> the peak tram 32 HKD to sky terrace (the peak tower) 50 HKD

 peaktram

Tin Lok Lane – Cotton Tree Drive 2.4 HKD

keluar menuju terminal bus di seberang The Peak. Pilih bus nomor 15 menuju terminal Central (9.8 HKD). Bus akan berhenti di halte yang dekat dengan stasiun MTR Central. Lanjutkan  perjalanan MTR Central ke MTR Tsim Sha Tsui (9.7 HKD).

Kwoloon Park, Symphony of Lights, Victoria Harbour, Avenue of Star, Nathan Road – Salisbury Road, melewati Museum of art, curtural center, Ladies Market.

Star Ferry Pier (3HKD) dekat clock tower menuju wan chai. Tonochy road –  Foo Ming Street 2.4 HKD.

wan chaiferry

Day 3 (Sabtu) –> Ngong Ping

causeway

causeway bay – Tung Chung (22.4 HKD), naik bus New Lantao No. 23 yang berada di samping Citygate Outlets 27 HKD.

Ngong ping village (Giant Buddha), Po Lin Monastery, Wisdom Path.

Balik ke Citygate Outlets naik Cable car 185 HKD.

Naik bus new lantao no 23 (27 HKD), tung chung-causeway bay (22.4 HKD)

DAY 4 (Minggu) –> Macau

macau

Causeway Bay station to Sheung Wan Station (5.3 HKD), naik ke lt 3 mall dan ke Shun Tak Centre.

Shuttle The venetian (food court halal), city of dreams (depan venetian), lantai bawah city of dream ada free shuttle (sintra shuttle) ke grand lisboa (kanan) senado square (kiri), jalan kaki ke Ruins of St. Paul’s, sholat di Mount Fortress.

Kembali ke City of dreams utk free shuttle ke macau ferry terminal.

Sheung Wan – Causeway Bay (5.3 HKD)

DAY 5 (Senin)

hkia

Keliling Causeway bay, Victoria park dll (2.4 HKD)

Hongkong station – airport 100 HKD

Causeway Bay – Central 5.3 HKD

Perkiraan biaya transportasi per orang: 877.8 HKD

 

Telur omega diskon

Nasib ngantor di sebelah mall, adaaa aja alasan buat silaturrahmi ke tetangga sebelah. Seminggu beberapa kali ke atm, maksud hati mau langsung balik kantor, eh tapi label diskon yang berwarna merah yang menyolok mata itu rasanya kok sangat menarik. Jadi singgah lah barang semenit dua menit di setiap lapak.
Kali ini aku tertarik dengan diskonnya telur omega yang harganya merosot tajam jadi 10 ribu per pack (10 butir). Murah kaannn…. bahkan lebih murah dari telur yang biasa dijual di pasar. Selidik punya selidik, si telur omega ada masa expired-nya. Telur omega ini di diskon karena expirednya 3 hari lagi.

Maju mundur mau beli, dan dengan pertimbangan matang akhirnya aku beli juga. Toh stok telur di kulkas udah abis. Apalagi telur yang biasa aku beli di pasar sering lebih dari 2 minggu di kulkas rasanya aman-aman aja. Bungkusss….

Penasaran, aku langsung searching di google dengan kata kunci “expired telur omega”. Alhamdulillah langsung menemukan pencerahan. Jadi ternyata telur itu sangat baik dikonsumsi pada saat <10 hari keluar dari induk ayam. Tapi setelah lebih dari 10 hari telur ayam tetap baik dikonsumsi hanya saja ada beberapa kandungan yang baik bagi tubuh berkurang kadarnya.

Khusus untuk telur omega yang expired, tetap baik dikonsumsi 3-5 minggu setelah lewat masa expired. Ok sip…