Itinerary Hongkong

Waktu keberangkatan semakin dekat. Emaknya Gilang excited beraattt….

DAY 1 (Kamis) –> Causewaybay inn

Octopus card 150 HKD per orang.

Beli sim card Discover Hongkong Tourist, pemakaian 7 hari 98 HKD.

Airport bus ada di sebelah kanan setelah arrival hall, naik bus A11 atau E11.

E11

Turun di Tin Hau naik ding ding tram 2.4 HKD.

tin hau

DAY 2 (Jumat)

Islamic Centre Canteen

icc

The Peak –> the peak tram 32 HKD to sky terrace (the peak tower) 50 HKD

 peaktram

Tin Lok Lane – Cotton Tree Drive 2.4 HKD

keluar menuju terminal bus di seberang The Peak. Pilih bus nomor 15 menuju terminal Central (9.8 HKD). Bus akan berhenti di halte yang dekat dengan stasiun MTR Central. Lanjutkan  perjalanan MTR Central ke MTR Tsim Sha Tsui (9.7 HKD).

Kwoloon Park, Symphony of Lights, Victoria Harbour, Avenue of Star, Nathan Road – Salisbury Road, melewati Museum of art, curtural center, Ladies Market.

Star Ferry Pier (3HKD) dekat clock tower menuju wan chai. Tonochy road –  Foo Ming Street 2.4 HKD.

wan chaiferry

Day 3 (Sabtu) –> Ngong Ping

causeway

causeway bay – Tung Chung (22.4 HKD), naik bus New Lantao No. 23 yang berada di samping Citygate Outlets 27 HKD.

Ngong ping village (Giant Buddha), Po Lin Monastery, Wisdom Path.

Balik ke Citygate Outlets naik Cable car 185 HKD.

Naik bus new lantao no 23 (27 HKD), tung chung-causeway bay (22.4 HKD)

DAY 4 (Minggu) –> Macau

macau

Causeway Bay station to Sheung Wan Station (5.3 HKD), naik ke lt 3 mall dan ke Shun Tak Centre.

Shuttle The venetian (food court halal), city of dreams (depan venetian), lantai bawah city of dream ada free shuttle (sintra shuttle) ke grand lisboa (kanan) senado square (kiri), jalan kaki ke Ruins of St. Paul’s, sholat di Mount Fortress.

Kembali ke City of dreams utk free shuttle ke macau ferry terminal.

Sheung Wan – Causeway Bay (5.3 HKD)

DAY 5 (Senin)

hkia

Keliling Causeway bay, Victoria park dll (2.4 HKD)

Hongkong station – airport 100 HKD

Causeway Bay – Central 5.3 HKD

Perkiraan biaya transportasi per orang: 877.8 HKD

 

Telur omega diskon

Nasib ngantor di sebelah mall, adaaa aja alasan buat silaturrahmi ke tetangga sebelah. Seminggu beberapa kali ke atm, maksud hati mau langsung balik kantor, eh tapi label diskon yang berwarna merah yang menyolok mata itu rasanya kok sangat menarik. Jadi singgah lah barang semenit dua menit di setiap lapak.
Kali ini aku tertarik dengan diskonnya telur omega yang harganya merosot tajam jadi 10 ribu per pack (10 butir). Murah kaannn…. bahkan lebih murah dari telur yang biasa dijual di pasar. Selidik punya selidik, si telur omega ada masa expired-nya. Telur omega ini di diskon karena expirednya 3 hari lagi.

Maju mundur mau beli, dan dengan pertimbangan matang akhirnya aku beli juga. Toh stok telur di kulkas udah abis. Apalagi telur yang biasa aku beli di pasar sering lebih dari 2 minggu di kulkas rasanya aman-aman aja. Bungkusss….

Penasaran, aku langsung searching di google dengan kata kunci “expired telur omega”. Alhamdulillah langsung menemukan pencerahan. Jadi ternyata telur itu sangat baik dikonsumsi pada saat <10 hari keluar dari induk ayam. Tapi setelah lebih dari 10 hari telur ayam tetap baik dikonsumsi hanya saja ada beberapa kandungan yang baik bagi tubuh berkurang kadarnya.

Khusus untuk telur omega yang expired, tetap baik dikonsumsi 3-5 minggu setelah lewat masa expired. Ok sip…

Selfie-nya Gilang

Dua hari yang lalu papanya Gilang lembur dan emaknya ambil cuti di hari berikutnya, jadilah kami 2 hari berturut turut full di rumah. Jadi berasa irt beneran dah…

Aku buat 2 hari itu rutinitas Gilang seperti dia sama bundanya, mandi pagi setelah itu langsung sarapan dan bobok pagi selama 2-3 jam. Bangun-bangun langsung makan siang, main sebentar dan bobok sore. Jam 5 atau jam 6 sore Gilang bangun dan mandi sore. Setelah mandi Gilang biasanya nyemil atau minum jus sambil nonton upin ipin. Kalau udah banyak tidur di pagi dan sore biasanya Gilang agak susah tidur setelah makan malam. Jadilah emaknya kebingungan kalau udah segala permainan dilakukan dan dia masih kebosanan.

Biasanya mengalihkannya dengan baca buku, tapi kalau gak berhasil juga, jadilah senjata terakhir dikeluarkan, handphone! Gilang lagi doyan dengerin lagu Coldplay yang Hymne for the weekend. Biasanya Gilang bilangnya “apeee… apee… oaa… oaaa…”

Jadi kemaren emaknya membiarkan Gilang pegang hp dalam keadaan terkunci tapi lagu coldplay tetap mengalun kencang. Tanpa tersadar emaknya mulai terlelap dan Gilang bangunin “mamma… mamma…” sambil tepok tepok muka emaknya. Hp ditangan Gilang panas dan aku ambil untuk matiin lagunya. Waktu cek semua program yang nyala, aku menenukan foto selfie Gilang di galery. Loh kok bisa?

Besoknya aku coba lagi kasi hp ke Gilang, ternyata kamera tetap bisa dipakai walau hp dalam keadaan terkunci dengan cara menggeser icon kamera yang ada di sebelah kanan.

Jadilah Gilang selfie lagi di hari berikutnya itu… hhmmm…

Gak tau harus senang atau miris liat anak 1,5 tahun udah lihai pake hp…

Itazura Na Kiss Love In Tokyo 2

2itazuranakissloveintokyo1Udah lama gak ngereview, tapi karena drama ini benar-benar bikin baper yang gak kelar-kelar, jadilah aku buat reviewnya biar cepat kelar. Drama yang diadaptasi dari manga ini emang juara. Tokoh Kotoko dan Irie yang fenomenal ini udah beberapa kali muncul dengan berbagai versi, tapi yang paling the best aku rasa adalah versi Honoka Miki [Kotoko Aihara] dan Furakawa Yuki [Naoki Irie]. Kalau kalian udah nonton berbagai versinya pasti pada setuju, apalagi di “Itazura Na Kiss Love In Tokyo 2” ini akting kedua tokoh udah sangat klop, chemistrynya dapet, dan menyatu dengan dramanya.

LOVE IN TOKYO 2 ESTRENOSebenarnya pada tahun 2014 aku udah nonton “Itazura Na Kiss Love In Okinawa”, yaitu kisah bulan madu Kotoko dan Naoki di Okinawa yang ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Ternyata cuplikan drama tersebut adalah episode 1 dari kelanjutan drama yang sebelumnya pernah aku buat reviewnya disini. “Itazura Na Kiss Love In Tokyo 2” muncul pada akhir tahun 2014, yang entah kenapa bisa ketinggalan. Kemungkinan karena lagi hamil Gilang dan mood nontonku hilang sekitar setahun lebih.

p9vhsmtp“Itazura Na Kiss Love In Tokyo 2” berkisah tentang kehidupan pernikahan antara Kotoko dan Naoki setelah 6 tahun bersama. Naoki tetap meneruskan cita-citanya menjadi dokter dan Kotoko pun putar haluan menjadi perawat. Naoki tidak ingin perjuangan Kotoko menjadi perawat hanya karena dirinya, tapi karena menolong yang membutuhkan. Di tengah-tengah perjuangan tersebut seperti biasa ada krikil-krikil kecil yang mengganggu pernikahan mereka. Para perawat tergila-gila pada Naoki, apalagi ketika Naoki harus pindah ke Kobe selama setahun untuk melanjutkan cita-citanya menjadi dokter anak. Kotoko merasa dirinya saja yang sangat mencintai Naoki, sedangkan Naoki tidak. Tapi tanpa disadari Kotoko, Naoki sebenarnya sangat cemburu dengan Keita Kamogari [Arata Horii], teman Kotoko sesama perawat yang sangat dekat dengannya.

kinchanchrisTidak hanya kisah Kotoko dan Naoki, disini juga ada kisah Kinnosuke [Yuki Yamada] dan Christine Robins [Noemie Nakai] yang walaupun numpang lewat tapi lumayan menghibur. Di drama yang berjumlah 16 episode ini, diceritakan juga kelanjutan-kelanjutan kisah para tokoh pendukung sebelumnya. Tidak terlihat dipaksakan, semuanya disajikan dengan porsi yang pas, drama ini berhasil membuat kita jauh dari kata penasaran. Tak hanya ada Kinosuke, disini juga ada sedikit kisah Yuko Matsumoto [Kanna Mori] dan Sudo [Masaki Kaji]. Jadi bisa dibayangkan lah berapa banyak tokoh yang terlibat di drama ini, tapi masing-masing karakternya ikonik dan tidak mudah dilupakan.

tumblr_nfdsxbWIWP1tsg6o0o1_1280Yang paling mengasyikkan di drama ini banyak adegan-adegan romantis dan mengharukan khasnya Itazura Na Kiss, Naoki yang terlihat cuek sangat berbeda dengan Kotoko yang boros kata Cinta. Ketika yang terjadi justru sebaliknya, ketika Naoki menunjukkan bahwa sebenarnya dia sangat peduli, disitu penonton berhasil dibuat meleleh… hahaha…

KissuuUntuk ukuran dorama, 16 episode adalah jumlah yang sangat banyak. Kirain bakal membosankan dan terkesan dipaksakan jumlah episodenya karena permintaan penonton. Tapi ternyata sangat menghibur di tiap episodenya. Endingnya sudah bisa dibayangkan seperti apa, tapi eksekusi akhir dari drama ini klimaks. Jadi penasaran, apakah Itazura Na Kiss versi Movie bakalan sebagus ini?

Rate 5/5

18 bulan Gilang

Gak terasa umur Gilang udah 1,5 tahun. Udah lancar jalannya, bahkan sekarang kayak mau lari-larian aja kayak gak pake rem. Jumlah giginya ada 8, 4 di atas dan 4 di bawah. Karena kami lakik binik punya pengalaman pake behel, jadilah aku suka perhatiin gigi gilang, alhamdulillah sejauh ini rapiii… Dia juga gak susah kalo disuruh sikat gigi… Pinter yaaa…

Makin bijak, tiap hari ada aja kosakata baru, yang rata-rata makanan… hohoho… Atii (roti), mimun (timun), nasi, abe dasss (cabe pedas). Semoga doyan makannya gak berenti di selama masa pertumbuhannya. Belakangan ini dia lagi fasih-fasihnya bilang “gak mau” sambil geleng-geleng, gemesin kannn…. semuanya bilang gak mau 😀

Kalo dibilang mau jalan-jalan dia langsung ambil sepatunya sendiri. Lagi bosen dirumah dia langsung ke garasi tepuk tepuk mobil sambil bilang “ambiii…”. Keliatan anaknya doyan ke mall kayak emak bapaknya… huhuhu…

Kalo badannya ada yang gatal dia bilang “amuk adin…” (nyamuk caladin). Masuk kamar udah pintar minta nyalain AC. 

Sementara itu dulu update tentang gilang… ^_^

Abekani VS Dowa

Setelah bertahun-tahun mantengin timeline fb Abekani, akhirnya aku berhasil mendapatkan tas kulit yang fenomenal itu dengan model medium c-bag havana. Kalau pecinta tas kulit lokal pasti gak asing dengan merek ini, karena jualannya hanya via online dan punya stok yang terbatas. Jadi kalau mereka open PO bisa diperebutkan sampe ribuan orang. Masih open PO loh ya… Bukan barang ready stock! Barang ready stock biasanya jumlahnya gak banyak, gak sampe 50 pcs, dan diperebutkan di setiap hari Jumat. Para Abekanian Lovers biasanya menyebutnya dengan barang NL (Numpang Lewat), heboh kannn….

Jadi di sekitar bulan November 2016 yang lalu ada open PO sampe berapa ribu pcs gitu untuk model c-bag, jadilah si kakak yang duluan masuk ke Abekanian Lovers berhasil mendapatkan slot untuk aku. Jadi sodara-sodara, tas tersebut baru jatuh ketanganku 2 hari lalu! di bulan Maret 2017, luar biasaaa… Ini penampakannya…

20170321_061136 (Large)

Abekani C-Bag Medium Havana

Pengen bandingin dengan tas kulit lokal yang sama-sama berasal dari Jogja, Dowa. Dowa adalah tas kulit pertama yang aku punya. Berbeda dengan Abekani, Dowa gak ribet dapatkannya. Tokonya sudah ada dimana-mana, kalau mau beli online juga bisa disini. Sebenarnya Dowa lebih concern ke tas rajut, cuma mereka juga punya produk kulitnya, Jadi sebenarnya lebih recomended beli langsung ke showroomnya kalau kebetulan lagi jalan-jalan ke Jogja. Berikut tas Dowa aku yang kemaren titip beli sama emak yang kebetulan ke Jogja. Gak tau namanya model apa karena setelah aku cek ke webnya, model ini gak ada lagi. Model Dowa lebih bervariasi, tiap tahun ada aja model baru.

20170321_061219 (Large)

Dowa Purple

Dari segi kuantitas, tas Dowa lebih berat. Mungkin karena aku ada campuran rajutnya. Tas Abekani jauh lebih ringan, padahal jenis kulitnya pull up. Pengkait long strapnya lebih eksklusif Dowa, karena ada tulisan Dowa di tiap kaitan dan resletingnya. Untuk kerapihan, jauh lebih rapi Dowa karena jelas pembuatannya handmade dan lebih detail. Kalau yang pernah beli tas Dowa pasti akan menerima kartu yang berisi cara perawatan Dowa, dan diakhiri dengan slogan “Rawat Doa-mu seperti kami menciptakannya dengan sepenuh hati”.

Antara Dowa dan Abekani, aku ngerasa masih lebih juara Dowa. Ada rupa ada harga, tas kulit Dowa semuanya di bandrol di atas sejuta, sedangkan Abekani rata-rata masih dibawah sejuta.

Sejujurnya masih pengen bandingin dengan Berliano, penghasil produk kulit lokal dari Jogja juga. Aku punya (suami punya deng) 2 produk Berliano yang keren dan terasa sangat istimewa karena emboss batiknya. Tapi rasanya gak fair kalo gak bandingin dengan produk tasnya. Semoga bisa berjodoh dengan tas Berliano… Amin…

 

Dua hari tanpa Gilang

DSC_0086

Di awal bulan Februari yang lalu, mau gak mau aku harus meninggalkan Gilang bersama Bundanya (Kakak Ipar) karena harus mengikuti acara Gathering di kantor. Sejujurnya gak ada perasaan sedih saat berangkat, malah ngerasa ini saatnya aku refreshing. Kok gitu? Karena udah yakin dan percaya kali dengan Bundanya. Masalah makan dan kebersihan Gilang, soalnya si Bunda juaranya… hohohoho… Berasa jadi emak yang tak berbakti.

Udah 2 tahun berturut-turut gak ikutan acara gathering, walau sudah hampir 10 tahun bekerja tapi ngerasa jadi anak baru disana. Secara aku dari cabang dan udah banyak karyawan yang keluar masuk di kantor pusat, jadi banyak yang gak familiar lagi. Alhamdulillah ada acara ini jadi bisa silaturrahmi.

Selama ditinggal 2 hari, Gilangnya asik-asik aja… Dia gak berasa kehilangan emaknya. Emaknya video call *terimakasih pada teknologi* dianya cuek aja. Emaknya yang gemas berasa pengen peluk, huhuhu…

Semoga masih bisa ikutan acara gathering lagi di tahun mendatang… *emaknya Gilang masih pengen kerja*