The Wedding, 13.11.2011






Advertisements

Eksekusi Roemah Lulur

Setelah pertimbangan sana sini, akhirnya pada tanggal 12 November, sehari sebelum hari H aku mengunjungi Roemah Lulur. Secara keseluruhan sih fasilitas dan pelayanannya ok, tapi harganya kemahalaaaannnn…. Jadi di postingan ini aku mau menuliskan fasilitas dan pelayanannya yang seharga Rp. 370.000 itu… Sigh…

Begitu membuka pintu, keadaan lobbynya terlihat lumayan lah… Untungnya sebelum kesini aku udah reservasi terlebih dahulu, karena ternyata full book! Ada mbak-mbak yang datangnya bersamaan denganku sekitar jam 11.00, tapi harus ngantri karena yang kosong itu adanya di jam 14.30.

Suasana lobby

Setelah selesai urusan registrasi kita memasuki ruang perawatan tanpa alas kaki dan remang-remang, jadi kalo di foto burem gak kelihatan sama sekali. Pertama-tama kaki direndam di air hangat selama 15 menit. Padahal cuma di rendam doang, tapi rasanya benar-benar bikin rileks. Sambil merendam kaki mataku menyisir keadaan dan tata ruangnya.

Tempat merendam kaki

Setelah itu dimulailah perawatan pijit memijit dengan urutan body scrub terlebih dahulu, kemudian body massage. Di bagian ini yang paling asik… 😀

Kemudian dilanjutkan dengan body steam. Lumayan panik masik ke tempat steam, soalnya panas dan berembun gitu kacanya *steam-nya dipaling kanan pada gambar*

Setelah disteam kemudian dilulur, dan didiamkan entah berapa lama hingga membuatku ketiduran. Setelah itu disuru mandi dan ratus yang bikin kepanasan *kipas-kipas*

Tahap akhir, berendam di air hangat dan wangiiii….

Setelah semua proses selesai, kita ditawarkan mau minum air jahe atau jamu. Nah, dengan soknya aku memilih jamu. Padahal seumur-umur baru itu minum jamu. Dan kejadian konyolpun dimulai.

Yang disuguhkan ada 3 wadah yang berisi: Jamu kental, air putih, madu (yang awalnya aku kira air jahe). Pertama-tama dengan gaya elegan aku mulai mengaduk-aduk si jamu dan segera meminumnya *mengerenyitkan muka dan dalam hati “hueekkk… paiiittt…”* Si mbak-mbak yang di lobi langsung bilang, “mbak, kalau gak tahan bisa di campur air putih dan tambahkan madu”. Karena malu aku jawab, “ooo… Gapapa kok mbak…” padahal dalam hati, “ooo…. ini madu rupanya…” sambil terus menegak habis jamu kental yang pahitnya minta ampun itu. Dan karena gak tahan akhirnya si air putih pun turut aku tegak sampai habis… hadeh….

Dan Rp. 370.000 itu berdampak apa? Entah mungkin karena kulitku yang emang putih dan mulus *uhukkk…* jadi sama sekali gak terlihat perubahannya. Dampaknya cuma makin wangi aja… Dan badan jadi enakan karena dipijit-pijit… ckck…

Note: foto yang bagus diambil dari website Roemah Lulur dan foto burem hasil jepretanku.

H -2

Hari ini adalah salah satu hari yang ditunggu-tunggu. Kakak-kakak, adik, dan keponakan-keponakan pada dateng dan kumpul di rumah… Rameee…. Kangen sama dedek Riza! *peyuk-peyuk*

Acara di rumah hari ini adalah hataman Al-Qur’an, alhamdulillah berjalan lancar. Dan besok adalah hari tenang sebelum menghadapi hari H tanggal 13 November.

Yuk besok ke Roemah Lulur… ^^

H -3

Semalam tanteku yang juga kerja di KUA dateng ke rumah dan bilang

Tante: “Tulisan Medi cantik? Tolong tuliskanlah buku nikah ini”

Medi: “Buku nikah siapa?”

Tante: “Buku nikah Medi la… Tulisan anak pegawai honor yang sekarang di kantor kami jelek kali… Liat lah ini contohnya, gedabak-gedabak kali”

Medi: “Buku nikah itu bukannya di ketik? kok tulis tangan?

Tante: “Gak boleh di ketik, harus tulis tangan. Udah la, tuliskan aja la… Tulisan tate pun jelek…”

Yak, jadilah semalam aku menulis buku nikahku sendiri… hehehehe….

Ternyata buku nikah itu hanya terdiri dari 4 lembar yang berisi biodata si suami dan biodata si istri beserta wali-nya. Disitu tertulis juga kata-kata ijab kabul-nya beserta maharnya. Buku yang berwarna merah untuk si suami dan buku yang berwarna hijau untuk si istri. Secara keseluruhan sih isinya itu sama persis.

Aih, untung aja pas fotoku kemarin matching dengan warna buku nikahnya… :))

Yaiiii…. besok udah mulai cuti! ^^

H -4

Kemaren begitu nyampe rumah, kaget aja liat teratak yang udah mulai di pasang…

Dan si Mr. Kepikiran akhirnya kemaren berhasil dihubungi kembali. Mudah-mudahan dianya datang… Yaiii…. *parbada parhuta masing-masing siapin sendal jepit buat nimpukin dia ya… :p*

^^

H -7

Di hari jumat yang lalu aku udah minta izin sama si bos buat cuti nikahan. Tanpa menunggu lama si bos langsung bales e-mail yang isinya, “ok bu Medi. Put my electronic sign as approval” yaaiii… Sisa cuti masih ada 22 hari lagi sampe akhir tahun ini. Gak sia-sia jadi anak baik selama ini. Minta cuti sekali banyak langsung disetujui 😀

Biar ambil cuti banyak-banyak tapi tetap aja mikirin kantor, soalnya di bulan November dan Desember ini lagi banyak project. Mudah-mudahan oprasional kantor tetap berjalan lancar tanpa harus pake contact aku. Selama cuti ini aku bertekad untuk tidak membalas atau mengangkat telepon yang ada hubungannya dengan kerjaan!

Urusan undangan sejauh ini udah beres. Undangan lisan ataupun tulisan sudah disampaikan kesemuanya. Eh, nggak deng… Ada satu undangan yang belum disampaikan. Buat si Mr. Kepikiran undangannya belom dianter. Kemaren udah di sms, katanya undangan via sms juga boleh dan isyaAllah dia datang. Tapi gak sah rasanya kalau nggak anter langsung. Istilahnya kata bang Haris, biar ada beban moral gitu karena undangan langsung di anter si yang punya hajatan… Hehehe… Mudah-mudahan semua bisa datang. Cita-citaku itu ngumpulin parbada parhuta lengkap semuanya di resepsiku 🙂