Itinerary Hongkong

Waktu keberangkatan semakin dekat. Emaknya Gilang excited beraattt….

DAY 1 (Kamis) –> Causewaybay inn

Octopus card 150 HKD per orang.

Beli sim card Discover Hongkong Tourist, pemakaian 7 hari 98 HKD.

Airport bus ada di sebelah kanan setelah arrival hall, naik bus A11 atau E11.

E11

Turun di Tin Hau naik ding ding tram 2.4 HKD.

tin hau

DAY 2 (Jumat)

Islamic Centre Canteen

icc

The Peak –> the peak tram 32 HKD to sky terrace (the peak tower) 50 HKD

 peaktram

Tin Lok Lane – Cotton Tree Drive 2.4 HKD

keluar menuju terminal bus di seberang The Peak. Pilih bus nomor 15 menuju terminal Central (9.8 HKD). Bus akan berhenti di halte yang dekat dengan stasiun MTR Central. Lanjutkan  perjalanan MTR Central ke MTR Tsim Sha Tsui (9.7 HKD).

Kwoloon Park, Symphony of Lights, Victoria Harbour, Avenue of Star, Nathan Road – Salisbury Road, melewati Museum of art, curtural center, Ladies Market.

Star Ferry Pier (3HKD) dekat clock tower menuju wan chai. Tonochy road –  Foo Ming Street 2.4 HKD.

wan chaiferry

Day 3 (Sabtu) –> Ngong Ping

causeway

causeway bay – Tung Chung (22.4 HKD), naik bus New Lantao No. 23 yang berada di samping Citygate Outlets 27 HKD.

Ngong ping village (Giant Buddha), Po Lin Monastery, Wisdom Path.

Balik ke Citygate Outlets naik Cable car 185 HKD.

Naik bus new lantao no 23 (27 HKD), tung chung-causeway bay (22.4 HKD)

DAY 4 (Minggu) –> Macau

macau

Causeway Bay station to Sheung Wan Station (5.3 HKD), naik ke lt 3 mall dan ke Shun Tak Centre.

Shuttle The venetian (food court halal), city of dreams (depan venetian), lantai bawah city of dream ada free shuttle (sintra shuttle) ke grand lisboa (kanan) senado square (kiri), jalan kaki ke Ruins of St. Paul’s, sholat di Mount Fortress.

Kembali ke City of dreams utk free shuttle ke macau ferry terminal.

Sheung Wan – Causeway Bay (5.3 HKD)

DAY 5 (Senin)

hkia

Keliling Causeway bay, Victoria park dll (2.4 HKD)

Hongkong station – airport 100 HKD

Causeway Bay – Central 5.3 HKD

Perkiraan biaya transportasi per orang: 877.8 HKD

 

Persiapan ke Hongkong 1

Sejak tiket berada di tangan, sebenarnya hampir tiap hari aku ngacak-ngacak google. Gak ada yang dikhawatirkan sebenarnya selama si ayang berada di samping *eciyee..*. Cuma ya gitu, karena liburan kali ini bawa anak mudanya yang belum genap 2 tahun, jadinya semuanya harus diperhitungkan, dimulai dari kondisi cuaca yang mesti di-matching-kan sama busana, makanan yang konon katanya susah susah gampang dapet yang halal, sampe urusan penginapan yang dekat stasiun + bersih + nyaman.

Perjalanan Kualanamu-Hongkong dan sebaliknya memakan waktu 7-8 jam dengan transit Kuala Lumpur. Ini adalah perjalanan pertama Gilang naik pesawat dan perjalanan kami yang paling lama. Maka dari itu, emaknya mesti memikirkan hal sekecil apapun. Untung aja kemaren langsung kepikiran untuk pesan bagasi pulang pergi dan pesan makanan pesawat juga, padahal dulu waktu masih berdua gak perlu bagasi. Kalau singgah di KL artinya harus siapkan budget buat tukar Ringgit juga.

Sekitar bulan lalu kami sudah booking penginapan. Selama di Hongkong kami rencananya menginap di Causewaybay Inn. Causewaybay berada di Hongkong Island, kemana kaki melangkah kita akan menemui pusat perbelanjaan. Astagaaahhh… Aku merasa dimanjakaaannn…. hahaha…

Causewaybay inn - Masjid Ammar

Causewaybay Inn to Masjid Ammar

Sebenarnya, alasan utama kami memilih penginapan di Causewaybay Inn karena dekat dengan Mesjid, artinya ada banyak makanan halal di sekitar situ. Untuk akses kemana-mana, tepat di depan Causewaybay Inn ada stasiun tram yang bisa mengantar kita keliling Hongkong Island dengan biaya murah meriah, jauh dekat 2.30 HKD! Mau ke stasiun MTR atau halte bus juga dekaattt…

Awalnya kami ingin memilih Morrison Boutique Hotel yang ada banyak di sekitar situ yang harganya sama, hanya saja khawatir tempat tidur yang disiapkan ukuran 5 kaki seperti pengalaman menginap di Boutique Hotel di Singapore. Di Causewaybay Inn kami memesan 1 kamar yang berisi 1 tempat tidur double dan 1 tempat tidur single dengan kamar mandi di dalam. Kalau melihat berbagai review di tripadvisor, mudah-mudahan kami tidak salah memilih penginapan. Fasilitasnya juga lengkap, tidak kalah dengan fasilitas Boutique Hotel yang lain.

Jika ada perubahan jadwal penerbangan yang biasanya sering terjadi di maskapai AirAsia, rencananya kami menginap 1 malam di Macau. Ya Allah, semoga ada perubahan jadwal sehingga kami bisa berangkat sehari lebih awal untuk menginap di Macau, Amiiinnn…

 

Catatan Perjalanan Bangkok – Krabi, 1-10 Desember 2014

Kemarin udah bikin Itinerary yang menggiurkan disini, gimana aktualnya?

Pada saat memulai perjalanan ini aku berprinsip gak mau ditargetin perjalanan harus sesuai itinerary. Toh ke sini dalam rangka liburan yang lumayan memakan waktu lama pulak, jadi gak mau liburan jadi bikin capek dan gak dinikmatin. okelah…

Day 1, tiba di bangkok jam 16.10

Nyampe Bangkok udah niat kali naik bus menuju hotel, soalnya kalo diliat di google map gak ribet-ribet amat. Dengan langkah pasti kami naik bus no 29. Tiba-tiba si ayang nanya ke salah satu penumpang dan muncul keraguan. Setelah 2 kali naik turun bus, akhirnya kami putuskan naik taxi. Dan setelah dilihat lagi ternyata bus yang kami naikin tadi sebenarnya udah pas. Pelajaran pertama, pasang GPS dan gak usah tanya sana sini 😀

????????Hari pertama dihabiskan dengan mengeksplor di sekitar penginapan dan Khaosan Road, alias cari tempat makan halal. Ketemu Taj Mahal restaurant yang harganya sesuai namanya, mahal.

Day 2

Setelah sarapan di hotel, kami menuju Vimanmek Mansion naik bus. Yak kami berhasil naik bus! Pelajaran kedua, naik bus pagi-pagi di jam berangkat anak sekolah, gratis loh!

DSC_0264Vimanmek mansion adalah tempat kediaman King Rama V yang dibangun pada tahun 1900-an, itu kata mbah Wiki. Sayang masuk kedalam gak boleh bawa kamera, bahkan alas kaki pun dititip di loker. Yang doyan vintage-vintage-an pasti ngiler liat perabotan dan pernak perniknya. Aku bahkan gak ngeh kalo ini dulu tempat tinggal raja apa, karena lebih fokus liatin furniture dan pajangan keramiknya. Katanya seluruh bangunan ini terbuat dari kayu jati asli yang dilapisi emas hingga disebut ”The World’s Largest Golden Teakwood Mansion”, tapi sampe saat ini masih gak ngeh emasnya dimana :))

DSC_0268Pulang dari sini udah waktunya jam makan siang, jadi rencana ke Siriraj Hospital dibatalkan. Kami balik ke Khaosan Road, makan siang pake pizza di Sarah Restaurant. Harganya sesuai dengan besarnya ukuran dan keju dimana-mana.

????????Hujan turun tapi tak menyurutkan langkah ke Wat Arun. Pelajaran ketiga, sedia payung sebelum hujan, jadi gak perlu beli payung segala. Dari Khaosan Road ke Wat Arun kami naik kapal bendera kuning yang menyusuri sungai Chaophraya.

Penasaran dengan martabak halal yang terkenal di Khaosan Road, akhirnya kami berhasil makan malam disitu, ternyata tempatnya dipinggir jalan dan kami makan di tempat duduk yang disediakan di kaki lima. Disekitar tempat makan itu banyak menemukan wanita berhijab yang sedang lalu lalang, dan menemukan tempat makan bakso halal juga *tapi gak dicobain*. Perut kenyang, dan saat jalan pulang menuju hotel kami mendengar suara azan. Ternyata di salah satu gang di depan Khaosan Road ada mesjid. ok besok balik lagi kesini, buat cari sarapan.

Day 3

Kami sarapan di depan mesjid. Bisa makan nasi di tempat ini tanpa keraguan halalnya itu rasanya benar-benar nikmat. Aku pesan sop dan si ayang pesan ayam goreng pake udang di tauco plus pete. Iya, pete juga naik daun disini! Sayang gak difoto karena udah kelaparan duluan liat sarapan berat yang murah meriah ini.

DSC_0274Dari hotel ke bandara naik taxi, dan kami tiba di krabi jam 15.20. Nyampe hotel langsung sholat dan buru-buru ke Ao Nang beach demi mendapatkan sunset. Sunsetnya sih dapet, tapi langsung badmood duluan karena ditipu tuk-tuk 60 THB ke pantai. Ya sudah lah… Namanya juga ngejar sunset, walau sebenarnya dapet free shuttle bus dari hotel yang jadwalnya 1 jam sekali.

Mau cari makan malam disini gak sulit karena mayoritas penduduknya muslim. Pertama tiba di Ao Nang kami makan malam di Bamboo Restaurant yang harganya lumayan mahal.

Day 4

DSC_0312

10484777_10203335263279110_6266180482675081521_nKami pesan tour ke Phi phi Island dan Maya Bay dari hotel. Ternyata hotel tempat kami menginap (Ao Nang Cliff View Resort) dan Baraccuda Tour, satu pemilik. Jadi kami lumayan dapat harga yang murah dibanding yang lain. Pelajaran keempat, gak usah repot tanya sana sini kalau mau ikut tour, tanya aja sama hotelnya.

Makan malam di salah satu restauran Italy di pinggir pantai Ao Nang, Beccofino Restaurant, yang harga pizzanya ramah kalii…

Day 5

10668802_10203339658908998_4875740916704335142_oHari terakhir di Ao Nang, bertepatan hari Jumat. Kami nyobain sholat di mesjid terbesar disini. Makan siang di pinggir jalan aja, nyobain tom yam dan pad thai yang rasanya mantap dan murah meriah pulak.

????????SONY DSCSebelum balik ke Bangkok, kami eksplore hotel. Ada kolam renangnya tapi gak sempat berenang disini. Ya sudah, buat sesi foto-foto aja…

Day 6

????????Nggak ke Bangkok namanya kalo gak pake acara belanja-belanja, dan wajib mengunjungi Chatuchak Weekend  Market yang buka hanya di hari sabtu dan minggu. Pengalaman dari perjalanan tahun 2012 yang lalu, belanja akan membuat kaki gempor segempor-gempornya, jadi pelajaran ke lima, carilah penginapan yang dekat dengan BTS supaya gak capek kali jalan apalagi ditambah bawa beban belanjaan yang berat, tentu aja yang dekat dengan makanan halal juga. Kami menginap di King Royal Garden Inn yang tepat berada di bawah BTS Surasak. Hotel jadul tapi bersih, fasilitas lengkap dan kamarnya luas kaliii… ada bedthub dan kulkas segala.

SONY DSCGak sempat foto-foto di Chatucak karena heboh belanja, cuma ada foto di Saman Restaurant. Banyak pilihan makanan disana tapi ujung-ujungnya pesan bakso. Bakso disini beda, rasanya hambaaarrr…. Karena micin, garam, cuka, disajikan diatas meja bersamaan dengan kecap, saos, dan cabe bubuk. Jadi kita disuruh meramu sendiri.

Day 7

Balik lagi ke Chatucak, soalnya semalam belom puas 😀

????????????????Malamnya kami ke Asiatique. Ini salah satu tempat paling favorit buat foto-foto, sunsetnya bagus! Nggak lupa naik Bangkok eye, salah satu wish list di Itinerary :D. Untuk ke tempat ini sangat mudah, ada free shuttle boat setiap 15 menit sekali di jam 16.00 – 22.00 dari BTS Saphan Taksin.

Day 8

Selama di King Royal Garden Inn kami sarapan dengan oat meal pake ikan teri kacang tanah karena takut makanan yang disiapkan hotel gak halal. Sebelum berangkat kesana kemari perut udah dalam keadaan kenyang. Sebenarnya di luar hotel ada jual buah, tapi takut mules karena gak diisi protein.

????????

Biar gak kelihatan belanja mulu, kami ke Jim Thompson House dan Museum. Jim Thompson adalah warga kebangsaan Amerika yang pada awalnya datang ke Thailand dikirim oleh negaranya sebagai prajurit. Belakangan Jim Thompson sangat tertarik dengan Thailand dan menjadi pengusaha sutra. Jim Thompson menetap di Thailand dan mendirikan rumah yang selesai pada tahun 1959, bayangkan dia tinggal sendiri di rumah sebesar itu. Hobinya mengkoleksi barang antik dan kehidupannya menjadi misteri hingga saat ini. Jim Thompson menghilang saat melakukan perjalanan ke Malaysia tahun 1967. Kini rumahnya dikelola oleh pemerintah Thailand dan dijadikan Museum. Dan seperti biasa, gak bisa bawa kamera ke dalam karena semuanya dititip di loker.

Dari Jim Thompson kami jalan kaki ke MBK buat makan siang di food courtnya. Kirain bakalan murah, tapi ternyata disinilah tempat kami makan paling mahal 😦

Day 9

????????Tanpa direncanakan kami ke Lumphini Park buat sesi foto. Lumayan lihat yang hijau-hijau buat refreshing. Makan siang di Beirut Restaurant yang lokasinya masih disekitar sini. Restaurant ini adalah rekomendasi penduduk muslim lokal disini. Rasanya? kalau lapar semuanya enak kok… 😀

10750101_10203365275869406_2988396379855284455_oSetelah itu kami Terminal 21 yang tak sesuai harapan dan lanjut ke Platinum, cuma buat liat-liat aja kok… *umpetin tas belanjaan*

Day 10

10846444_10203370039548495_3633840273492191013_nSebelum pulang kami  mencoba Muslim Restaurant yang dekat dengan hotel. Hari-hari sebelumnya kami udah kesini tapi tutup mulu, ternyata restauran itu buka dari jam 7 pagi hingga jam 6 malam. Jelas udah tutup lah kalau kesitunya malam. Pelajaran keenam, sebelum mengunjungi tempat, ada baiknya searching dulu di google untuk liat jam buka dan biayanya.

????????

Akhirnya impian menggunakan berbagai macam transportasi selama disini tercapai. Kami tiba di Medan jam 18.35 dengan bawaan yang beranak pinak 😀

Itinerary Bangkok 1-10 Dec 2014

Entah kenapa kali ini aku begitu bersemangat, perjalanan masih 2 bulan lagi tapi udah heboh buat itinerary, berbeda dengan perjalanan-perjalanan sebelumnya. Saat ke Bangkok tahun 2012 lalu aku berjanji akan kembali ke tempat ini untuk:

  1. Puas-puasin belanja pernak pernik rumah (dulu belum punya rumah sendiri, alhamdulillah kesampean belanja buat rumah sendiri) di Chatucak.
  2. Lanjutin perjalanan ke Phiphi Island melalui Phuket.
  3. Mengunjungi floating market tempat syutingnya “Princess Hours” dan “City Hunter”
  4. Dinner Cruise.

Lumayan banyak ya wishlist-nya, semoga si ayang gak pusing…. hehehe…

Lagi-lagi berbekal tiket murah, kami berangkat lagi ke bangkok dan bakalan jalan-jalan disana selama 10 hari. Tentu saja mengunjungi Phiphi Island, tapi melalui Krabi. Karena setelah membaca beberapa artikel, Krabi tempat yang paling cocok buat kami yang tidak begitu menyukai keramaian. Tapi aku gak berharap banyak saat di Phiphi Island, sepertinya tempat itu selalu ramai. Ini dia Itinerary versinya aku, yang harap maklum aja banyak acara belanja-belanjanya…

Day 1 –> KNO-DMK, 1415-1610

  • Naik bis 29 (6 THB non AC, 16,5 THB AC) ke Hua Lamphong
  • Naik bis 3/53/65 turun di Mongkol Pradit จังหวัด กรุงเทพมหานคร (Nginap di Penpark Place)
  • Hualamphong-PenparkPenpark-Khaosan Road

Day2 

  • Vimanmek Mansion, buka jam 9.30-15.00, 100 THB, naik bus 3/3/32/33/51/65 ke  ถนน สามเสนVimanmek Mansion
  • Forensik Museum di Siriraj Hospital, buka jam 9-16, 40 THB               Musium Forensik
  • Wat Arun, buka jam 8-17.30, 50 THB.                                                                             Wat Arun

Day 3-4 –> DMK-KBV, 1400-1520

  • Airport-hotel 150 THB (bus, 1 jam) 600 THB (taxi, 30 menit)
  • Nginap di Aonang Cliff View Resort                                                                 Aonang Cliff View Resort
  • Paket tour ke Railay beach 200 THB, ke Phiphi Island & Maya Bay (8 pulau, lunch, snorkeling) 1000 THB.

Day 5 –> KBV-DMK, 1425-1545,

  • Naik bus 29 (6 THB non AC, 16,5 THB AC) ke MRT Hua Lamphong
  • Naik MRT pindah di Si Lom ke BTS Surasak (Nginap di King Royal Garden Inn)King Royal Garden Inn

Day 6

  • Jim Thompson, exit 1                                                                               Jim Thompson
  • MBK                                                                                                        MBK
  • Asiatique, dari BTS Saphan Taksin free shuttle boat ke Asiatique dari jam 1600-2330

Day 7, Chatucak Weekend Market                                                                  Chatucak

Day 8, Damnern Saduak Floating Market (paket tour, 829 THB)

Day 9

  • Terminal 21                                                                                              Terminal 21
  • Loy Nava Dinner Cruise (paket tour 1197 THB)

Day 10

Platinum Fashion Mall, Taxi

DMK-KNO, 1640-18.35

Itinerary dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung kesepakatan dengan si ayang dan persediaan duit di kantong 😀

Salju Panas di Tinggi Raja

Image

Sekitar setahun yang lalu aku lihat seorang teman facebook mengupload foto-fotonya di tinggi raja. Setelah itu aku langsung searching di google dan makin tertarik untuk mengunjungi tempat ini. Aku ceritain ke si ayang, tapi berhubung kata si google jalan menuju tempat ini rusak parah dan hanya bisa dilalui oleh sepeda motor, maka diurungkanlah niat.

Entah ada angin apa, seminggu yang lalu tiba-tiba si ayang ngajak ke tempat ini. Tujuannya cuma satu, buat foto-foto sebentar setelah itu langsung pulang. Stamina dan bekal pun disiapkan. Sebenarnya jarak dari rumah menuju ke tempat ini gak begitu jauh, tapi karena 10 km terakhir jalan menuju tempat ini adalah jalan bebatuan dan lumpur yang berbukit-bukit, jadi memakan waktu lama *sekitar 3 jam* dan terasa melelahkan.

Ini dia tempatnya… Yuk foto-foto narsis dulu…

ImageImageImageTempatnya gak sebagus yang dibayangkan, tapi lumayanlah buat pamer-pamer foto. Masuk ke tempat ini hanya dikenakan biaya parkir Rp. 5000,- tapi saat jalan menuju ke tempat ini, ada beberapa pungutan liar. Untungnya kami berangkat pagi-pagi sekali dari rumah, jadi cuma kena 2 kali pungutan liar yang masing-masing Rp. 5000,-.

Kalau mau ketempat ini disarankan berangkat pagi-pagi sekali, karena lokasinya banyak uap panas, jadi kebayangkan panasnya ketika kita berada di tempat itu pas jam 12 siang dimana matahari lagi terik-teriknya. Yang gak tahan bau belerang, mending jauh-jauh dari sumber air panasnya atau pake masker mungkin bisa teratasi. Tempat ini juga minim fasilitas, jadi jangan berharap menemukan kamar mandi dan tempat makan yang memadai. Persiapkan dari rumah…

Penasaran dengan sejarah tempat wisata ini, berikut aku uraikan hasil searching dari google:

Dolok Tinggi Raja terletak di Desa Dolok Merawan Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun Propinsi Sumatera Utara. 

Dolok tinggi raja merupakan salah satu pemandian air panas yang masih alami dari sebagian pemandian air panas yang ada di Indonesia.
Kawasan ini telah dilindungi sejak tahun 1924 melalui keputusan bersama raja-raja Simalungun. Kawasan ini merupakan hutan hujan tropis dataran rendah yang subur dan hijau dengan komposisi tegakan pohon yang beraneka ragam.
Keunikan yang khas dari kawasan ini adalah potensi sumber air panas yang berasal dari endapan-endapan kapur yang terbentuk dari proses panas bumi yang mengandung belerang sehingga membentuk teras-teras tanah kapur berbukti, dengan luas mencapai 35 hektar.
Aliran air panas yang menyatu dengan air sungai sering dimanfaatkan untuk mandi karena airnya terasa hangat.
Fenomena alam yang cukup unik akibat adanya panas bumi yang aktif ini, dapat berpindah-pindah tempat. Bukit-bukit hasil endapan kapur yang terlihat sudah tidak aktif lagi, sewaktu-waktu dapat kembali aktif. Hal ini menunjukkan kondisi panas bumi dan bukit-bukti kapur tersebut tidak stabil.

Ketidakstabilan inilah yang menjadikan perlindungan kawasan menjadi sangat penting untuk tetap dijaga kelestariannya, demi kestabilan ekosistem hutan dan kawasan sekitarnya.

– Sumber: http://www.griyawisata.com/nasional/sumatera-island/artikel/salju-panas-dolok-tinggi-raja-yang-luar-biasa#sthash.7p2Eeem2.dpuf

Singapore, 30 November – 4 Desember 2013

Sebelum berangkat, gak ada persiapan yang matang selama di Singapore mau kemana aja. Gak ada bikin itinerary, cuma buat checklist tempat-tempat yang pengen dikunjungi selama disana. Mikirnya sih, ini negara kecil… Komunikasi juga gampang, tinggal cas cis cus bahasa linggis juga kelar *sodorin si ayang*, beda dengan ke Bangkok tahun lalu.

Yang lebih bikin nyantainya lagi, ada aplikasi yang namanya GoThere.sg, yaitu aplikasi panduan jalan-jalan selama disana. Jadi kita tinggal buat dari mana mau kemana, buzzz…. langsung muncul petunjuk perjalanan, mau pake mrt atau bus, biaya yang dikenakan, plus perkiraan lama perjalanan. Asik yaahhh…. Untuk penjelasan lebih lengkap tentang aplikasi ini, silahkan kunjungi blognya Kokoh. Tapi gak dijamin gak bakalan nyasar yah, soalnya ada yang ngitungin jumlah bus stop sesuai petunjuk GoThere dengan mata ngantuk, alhasil kelewatan 2 bus stop… uhuk….

Image

Changi Airport

Tiba di bandara Changi sekitar jam 11 dan langsung excited foto-foto di dalam bandara. Soalnya ada banyak taman disini. Sayang gak sempat explor lebih jauh lagi, padahal katanya ada taman kupu-kupu dan taman bunga matahari disana.

Image

Changi Airport

Selama disana, alat transportasi yang kami gunakan adalah MRT dan Bus. Cukup dengan membeli EZLinkCard seharga 12 SGD/orang kita bisa menikmati kedua alat transportasi tersebut. Kirain 12 SGD cukup buat jalan-jalan 5 hari disana, tapi ternyata harus top up (isi ulang) 2 kali lagi yang tiap top up biayanya 10 SGD. Mahal yess…. Tapi kita benar-benar nyaman di MRT/Bus. Kalau mau jalan kaki juga ok, Singapore sangat nyaman buat para pejalan kaki, tapi kalau jaraknya jauh ya tetap gempor lah….

Image

Di MRT dan Bus

Dari daftar checklist yang aku buat, sebagian besar tempat belanja-belanja, karena konon katanya Singapore surganya belanja. Kalau yang doyan barang-barang fashion branded, mungkin ia… Tapi buat aku yang masih mikirin cicilan rumah, ya gak bisaaaa…. :))

Image

Little India, Chinatown, dan Kampong Glam

Little India, Chinatown, dan Bugis katanya tempat belanja yang murah meriah. Tapi aku tetap gak rela beli kaos abal-abal ” I Love SG” seharga 5 SGD. Jadi kita mejeng aja disini sambil numpang foto. Pernak pernik IKEA lucu-lucu dan murah meriah katanya, tapi bagiku masih lebih lucu dan murah meriah Informa dan AceHardware disini. Anchorpoint mall, tempat beli barang-barang branded dengan harga grosir, lumayan si ayang borong beberapa kaos dan aku menjinjing tas yang sebenarnya harganya gak murah-murah amat. Mungkin kalo saat kesini nilai tukar SGD gak selangit (9600), akan beda rasanya.

Walaupun gak hura-hura amat, tapi aku sangat menikmati pengalaman jalan-jalan disini.

Image

Clarke Quay

Image

Clarke Quay

Image

Clarke Quay

Image

Clarke Quay

Image

Raffless Park

Image

Orcard Road

Image

Image

Marlion Park

Image

Marlion

 

Image

View from Marlion Park

Image

View from Marlion Park

 

Image

Orchard

Image

Marina Bay Sands

Image

Garden By The Bay

Image

Garden By The Bay

Image

Garden By The Bay

Jalan-jalan dadakan: Simalem

Image

Udah lama pengen jalan-jalan ke daerah brastagi, soalnya terakhir kesana waktu masih pacaran sama si ayang *bener gak sih? lupa lah…* Kali ini tujuan ke sana adalah nyari bunga buat rame-ramein isi taman di rumah, tapi apa daya….

Awalnya si kakak, emak dan adik udah lebih dahulu nyampe dan nginap di daerah brastagi. Karena satu dan lain hal, aku yang butuh liburan *tsaahh..* ini akhirnya menyusul ke sana tanpa menginap alias pulang hari. Tujuan utamanya langsung ke Simalem Resort. Di tv rame berita gunung Sinabung yang erupsi, lumayan was-was juga, tapi tetap jalan teruusss…. Karena si kakak yang sudah lebih dahulu tiba disana meyakinkan gak ada apa-apa. Oke lah… Jalan…

Simalem Resort letaknya sekitar 35 km dari kota brastagi. Kalau jalannya mulus bak kulit putri kahyangan sih gapapa, tapi ini jalannya lagi diaspal, jadi pake sistem buka tutup yang lumayan bikin macet. Nyampe disana gimana? Pemandangannya keren! Lihat nih…

Image

Image

Image

Morning Glory-nya warnanya cantik dan gede-gede

Tapi sayang, begitu tiba disana kok aku gak merasa excited, mungkin karena kelelahan di jalan, laper, plus di sambut oleh satpam yang tak bersahabat. Gapapa, yang penting pernah ke sini. Soalnya buat menikmati pemandangan ini, pengunjung dikenakan tiket masuk yang mahaaalllll……

Trus cita-cita beli bunga batal karena harganya mahal-mahal dan tak sesuai dengan hati…

Wisata alamnya udah siap, sekarang pengen wisata belanjaaa… *senangnya membayangkan minggu depan akan menginjak Singapore*