"To the day it all begins, Multiply"

Tanggal 8 April yang lalu aku dapet informasi kalau ada acara serah terima paket dari anak-anak MPers Jakarta untuk anak-anak MPers di Medan. Kegiatan tukar menukar paket ini lumayan sering dilakukan. Sebelumnya pernah saling kirim paket dengan kak Dhina di Jepun, saling membawakan oleh-oleh jika ada salah satu MPers yang berkunjung ke Medan atau yang dari Medan ke Jakarta. Yang mengharukan, ada seonggok mesin cuci dan satu set tupperware sebagai hadiah pernikahanku. Kali ini si bang Iwan yang kebetulan sedang di Jakarta dititipin paket buat kita-kita yang di Medan.

Aku mulai mengira-ngira apa isinya. Kalau pengalaman terdahulu sih isinya banyak snack, coklat, atau printilan-printilan kecil yang lucu-lucu. Tapi ternyata kalu ini beda! Paket boleh dibuka ketika semua anak MPers Medan sudah lengkap kumpul. Susah buat memenuhi syarat ini secara ada yang sibuk traveling, ada sibuk mau nikah, ada yang sibuk dengan kerjaannya, bahkan ada yang sibuk nyelesaikan film korea-nya πŸ˜€

Jadilah kami berkumpul pada tanggal 22 April, bertepatan dengan acara nikahan adiknya bang Haris. Tentu saja dengan formasi yang gak lengkap juga, karena kak Citra ada urusan kantor.

Perlahan kami buka paket dan memulai membaca isi kartunya.

“To the day it all begins, Multiply”, baru baca cover kartunya aja udah buat aku terharu. Dan isi kartu membuat kami semakin penasaran apa isi paket ini.

Dear Medaners,

Here’s a little gift for each and every one of you, made with love by us.

Rules:

  • Do Not open in private, open it togather in public
  • Please take pictures on this gift, opening ceremonial
  • Please take photos of you and your gift, post it on twitter, facebook, or multiply and tell us what you think
  • Please take pictures on where you put the gift

Lihat betapa girangnya kami menerima paket yang sangat kreatif dan keren ini. Makin terharu :’)

Apalagi setelah melihat the making of.. yang ternyata gak gampang…

Inilah multiply, “mendekatkan yang jauh dan makin mendekatkan yang dekat”

Termakasih buat kak Inggrid, Toby, Rio, Pepi, Ferdi, dan Yupe. Kalian emang the best lah… πŸ˜€

————————————————

Note: Rules yang terakhir “Please take pictures on where you put the gift” aku lupa ambil fotonya!! Hadiah ini akan aku pajang di lemari (di rumah emak) bersama hadiah-hadiah dari anak MPers lainnya. Lemarinya sampe full loh… :’)

Foto diatas diambil dengan semena-mena dari twitter dan facebook. Foto yang di album, hasil scan dan diambil oleh si ayang…





Advertisements

Mimpi dia (lagi)

Dua hari terakhir ini aku mimpi aneh. Kemarin mimpi kalo aku hamil! Dimimpi itu aku sedang berfoto narsis dengan kakak keduaku yang memang sedang hamil gede. Jadi dimimpi itu kami kayak pinang dibelah dua sedang main drumband. Bangun-bangun aku panik dan langsung pegang-pegang perut. Siapa yang menghamilikuuuhhhh???? oh tidaaaakkkkk….. Langsung mikir kenapa bisa mimpi begitu? Setelah di telaah lebih jauh, itu semua karena malamnya aku tidur dalam keadaan kekenyangan. Jadi perut kembung sampe pagi. Ya, mimpi hamil pun muncul…. huahahahaha…..


Dan semalam, aku memimpikan sahabatku yang telah almarhum itu lagi, si Rina. Mungkin karena kangen makanya mimpiin dia… hihihihi…. Kalau biasanya mimpinya gak ada komunikasi, cuma dia muncul dan peluk cium pipi aku, semalam mimpinya justru gak ada wujud tapi hanya komunikasi doang.

Dimimpi itu dia seperti sedang menelepon dari tempat yang jauh, suaranya kecil, jadi aku harus berkonsentrasi untuk mendengarkan setiap ucapannya. Gaya berbicaranya juga seperti biasa kami bertelepon, suara riang dan agak jejeritan saking semangatnya. Kira-kira pembicaraannya seperti ini:

Rina: “Medi apa kabaaaarrrr…”
Medi: “Kabar baiiikkk…. Ko gimana disana? baik-baikkan?”
Rina: “ia baiiiikkk…. ko gimana sama abang itu? cieehhhh….” *dengan suaranya yang genit*
(Rina gak pernah aku kenalin sama si ayang, justru seminggu sebelum dia meninggal aku kebetulan singgah ke kantornya dan kenalin dia dengan Kokoh. Tapi di dalam mimpi aku tau yang dia maksud si ayang)
Medi: “baik-baik aja…. doain supaya lancar-lancar aja ya….”
Rina: “iaaa….. ada pesan terakhir yang mau dibilang?”
Medi: “aku minta maaf yaaa….”
(aku gak tau minta maaf karena apa. Tapi di mimpi itu aku minta maaf)
Rina: “iaaa…. trus apa lagi… apa lagi??? pesan terakhirnya apa???”
(sepertinya dia buru-buru karena komunikasi akan terputus)
Medi: “Ko baik-baik disana ya… jangan bandel, jangan cerewet…”
(bangun-bangun aku ngerasa lucu sendiri dengan pesan terakhirku itu)

Komunikasi terputus dan aku terbangun. Gak berapa lama azan subuh berkumandang. Benar-benar kangen dan sedih gara-gara mimpi dia… :’)

*baru buka fb-nya lagi*

Memory masa SD

Di tanggal 14 kemaren ada satu friend request yang masuk, ternyata salah satu sahabat masa SD dulu. Kegirangannya bukan main, langsung tukar-tukaran no hp. Jadi semalam sms-an dan munculah twit-twit ini di time line aku. Pengen nge-save MP juga… πŸ™‚

ketemu sahabat waktu SD di fb…. senangnyaaaaaaaaaaaaaaa…….. πŸ™‚

Kawan SD: “Memed, rindu kali aku. Ko ingat siti? Pipit? Kemana orangtu? Ada fb-nya? Siapa lagi kita yg tukang manjat pohon?” | Me: *ngakak*

Gara2 percakapan lewat sms itu aku sadar kalo dulu hobi kali manjat pohon. Msk rmh aja sering manjat pagar krn males buka gembok =))

*teringat* dulu pernah manjat pohon pas hujan2. Pas mau turun takut krn batang pohonnya jadi licin. Si siti kencing celana di atas pohon =))

Jadi ngakak sendiri di kamar. Sekarang si siti itu udah mamak2 beranak satu loh. Gimana kalo kami kumpul & cerita2 ttg ini, pasti seru! =))

Si kawan sedang nyari2 kawan2 kami yang suka sama2 manjat pohon dulu waktu SD… Hahaha… Semoga ketemu.

Dulu aku perna jth dr pohon dgn lecet2 yg lumayan byk. Km berinisiatif kumpul uang jajan utk beli P3K, persiapan kalo ada jatuh dr pohon lg =))

Huahahaha…. Kalo diingat2 sekarang kayaknya dulu konyol kaliiiii….

RT @drghenny : kawan ko tu di, heboh kali pas ko jatuh nabrak mbl, lgsg nyari aq nangis2 krn ktny darahny bnyk x, shock n panik aq, tp ternyata…

waktu itu kami lagi olahraga lari keliling lapangan persit. Aku lemas krn gak sarapan. Jd wkt lari aku menabrak mobil yg sedang parkir =))

Siku sebelah kiri *masih ada bekasnya* terkena plat mobil itu, lukanya lumayan dalem & darahnya berceceran sampe ke baju sekolah kawanku

Dulu anak persit 1 sering berantem sama anak persit 2, gara2 tanding bola. Aku tentu jd suporter persit 1. Dari dulu ternyata suka nonton bola…

Sayangnya gak ada foto-foto peninggalan masa SD dulu… πŸ™‚
kangen… kangen… kangen….

yang mau follow aku di twitter —> @MedinaKimura *skalian promosi*

^_^

Lagi di atas

Sedang asik-asiknya membaca novel Harlequin, eh??? Sandra Brown maksudnya… Tiba-tiba teman kuliah dulu menelepon…

Medi: “ho… Apa fer?”
Fery: “gak ada… Aku cuma mau nanya kabarmu aja. Apa kabar kau?”
Medi: “kabar baik. Kenapa rupanya? Kok tumben?”
Fery: “cuma teringat kau aja aku. Dah lama tak ku dengar kabar, nanti tiba-tiba mati aja”
Medi: “sopan kali kau ngomong. Ko lagi dimana?”
Fery: “lagi di atas”
Medi: “lagi di atas mana?”
Fery: “lagi di atas Lily (istrinya)”
Medi: “dasar bedebah!!! Brengsek!!!”

Selamat tidur semuanya… Mimpi indah…

Paket dari Jepun

Dapet paket lagi dari Noni Jepun Dhina. Senangnyaaa….

Dan yang paling special sebagai hadiah ulang tahun, ada Kimura Takuya % (Percentage) photobook!!! Ada 2 photobook di dalem 1 kotak. yang satu full colour yg satunya hitam putih. Fotonya keren loh… πŸ˜€

Terimakasih kak Dhin….


40 hari

Hari ini tepat 40 hari meninggalnya Rina dan aku memutuskan untuk tidak datang. Sore tadi, seorang teman yang terlebih dahulu berkunjung ke sana meneleponku dan menceritakan bahwa ibunya masih menangis histeris saat melihatnya.

Bisa dibayangkan bagaimana suasana disana seandainya aku datang. Si ayah matanya akan merah berkaca-kaca saat aku menyalamnya. Ibunya akan menangis-nangis sambil memeluk dan menciumiku seolah-olah aku ini adalah anaknya yang pergi. Adik-adiknya akan ramai menyambutku seolah aku adalah tamu agung.

Bagaimana tidak, kami sudah seperti saudara. Ibunya selalu percaya jika dia berpergian denganku. Begitu juga aku yang selalu dipercaya jika berpergian dengannya. Tidak jarang kami berkomplotan… Hihihi…

Jadi ingat dulu aku dan dia pernah berkomplot untuk pergi ke acara yang diadakan kampus dan bisa dipastikan kami tak akan diizinkan jika kami mengaku yang sebenarnya. Aku mengaku menginap dirumahnya dan dia mengaku menginap di rumahku. Hehehehe….

Dulu waktu ke Bali bahkan ibunya meneleponku langsung untuk meyakinkan bahwa aku bisa menjaganya. Seram juga waktu itu… Tapi dia tetap meyakinkanku bahwa dia sehat dan tidak akan terjadi apa-apa. Maka aku mengiyakan permintaan ibunya dan berjanji tak akan terjadi apa-apa. Wihhh….

Maaf aku tak bisa datang. Aku akan berdoa dari sini…