Suwati

Ini adalah cerpen ke 13 dari SKETSA. Yup… cerpen terakhir… Link pengarangnya: kepikiran.multiply.com
Menurut Ibu ku, Su itu artinya bagus atau baik, Wati adalah perempuan. Jadi kalau aku pikir-pikir, mungkin Ibu ku ingin aku menjadi perempuan baik-baik, atau paling tidak aku bisa menjadi perempuan yang baik.

Ketika aku masih gadis, pacar pertama ku, laki-laki itu, meniduri ku di kamar kostnya yang sempit, pengap, dengan aroma rokok yang membuat kepala ku pusing. Tapi aku yakin bukan karena pusing hingga aku tidak cukup sadar ketika laki-laki itu mencumbui ku. Aku sangat sadar hingga bisa merasakan nafas beratnya disekitar telingaku, aku juga sadar betapa peluh semakin menggelitik birahi kami berdua dan membuat ku melayang-layang.

Dua tahun setelah itu aku ada disini. Entahlah, sayangnya aku tidak ingat bagaimana aku ada di sini, rumah dengan banyak bilik yang dindingnya di cat biru juga merah jambu, suara cekikikan perempuan-perempuan seumuran, lebih tua hingga lebih muda dari ku, lampu pijar 40 watt, dan hal-hal lain yang sudah ku akrabi selama dua tahun ini, sejak aku meraung-raung menangisi pilihan ku menjadi perempuan yang baik hingga laki-laki itu leluasa mengawini ku.

Cerita selengkapnya silahkan baca sendiri ya…
Untuk cerita ini aku kasi bintang 3. Cerita seperti ini sering aku lihat di tipi. Tapi cerita ini membuatku penasaran bagaimana nasib si Wati pada akhirnya. Cerita ini mengingatkanku pada Novel “Cinta Yang Biru”-nya Maria A. Sardjono, tapi endingnya beda.

Oya, judulnya mengingatkanku pada teman kuliahku yang namanya Sugiri. Dia pernah menjelaskan arti namanya. Su artinya bagus dan Giri artinya gunung. Kalo dia menjelaskan hal ini ke teman kami yang cowo pasti mereka selalu berpikiran negatif. Hehehe….

 

Stars: 3

Advertisements

Elliot: “Bu Mince, Kapan Datangnya Sih?! Lumutan Nih!!!”

Ini cerpen ke 12 yang aku baca. Link pengarangnya: ??? eh, yg mana ya???

“Dohhh… dua minggu lagi pendaftaran ujian skripsi, mana gue masih di bab dua! Gila aja… kekejar gak nih ya..” Elliot mengumpat-ngumpat keki karena skripsinya belum selesai juga, belum lagi dia harus meladeni dosen bimbingannya yang memiliki kebiasaan aneh-aneh. Seperti memilih tempat untuk bimbingan di tempat-tempat yang PW (Posisi Wueeenakkk), seperti Hoka-Hoka Bento, Starcbucks, Mie Golek dan tempat-tempat makan dan nongkrong paling enak.

“Elllll… telpon dong Bu Mince, dia kan kalau ditelpon elu kan suka semangat tuh” Louisa membujuk-bujuk Elliot untuk menelpon Bu Mince sang dosen pembimbing mereka yang nyentrik.

“Halo, Selamat pagi Bu, Ini Elliot Bu…” Elliot menelpon Bu Mince dengan suara yang dilembut-lembutin.
“Oh iya, ada apa Elliot…” Bu Mince yang suaranya dihalus-halusin genit membalas.
“Maaf Bu, hari ini ada bimbingan gak Bu?” Elliot harap-harap dangdut ke Bu Mince.
“Hmmm…” Bu Mince menghela nafas, biar kesannya gimana gitu…
“Hmmm… saya ada meeting hari ini, Gak tau deh beneran meeting apa buat action doang. Tapi nanti mungkin sekitar jam tiga siang saya coba ke Kampus, pokoknya kamu sama teman-teman yang lain tunggu aja disitu, kan kalian juga yang butuh, jadi kalian harus menunggu ya.” Bu Mince dengan nada sok sibuk menjawab Elliot…
“Oh baik Bu, terimakasih. Selamat siang” Elliot menjawab.
“Siang juga” Bu Mince menjawab dengan nada genit.

Cerita selengkapnya silahkan baca sendiri cerpennya ya…
Untuk cerpen ini aku kasi bintang 5. Walau ide ceritanya biasa aja, tapi berhasil membuatku ketawa kayak gak tau adat. Cerita ini juga mengingatkan aku pada masa kuliah dulu. Mirip seperti ini. Santai-santai di DPR (Dibawah Puhon Rindang), nunggu-nunggu dosen PA yang gak jelas datang apa nggak, cerita-cerita kosong dan gak jelas sampe ngabisin waktu. Hahaha…. Aku kangen masa kuliah. Kangen sama suasana, teman-teman, dan ibu kantin yang paling jago bikin mi cemek-cemek. Oya… aku juga kangen dengan hantu-hantu di Puskom. Hihihihi….

 

Stars: 5

Sahabat, Sahabat

Ini cerpen ke 11 dari sketsa. Link pengarangnya: close2mrtj.multiply.com Aq add ya woiii…

Berikut Sinopsisnya:

Gue gak pernah ngerti kenapa gue laku banget buat tempat curhat bagi temen-temen gue. Apa karena penampilan fisik, gaya, cara bicara, usia yang sedikit lebih tua dibanding mereka, atau apa?. Gue bener-bener gak ngerti. Well, selama gue bisa ngebantu, gue sih gak pernah keberatan. Paling nggak, sedikit melegakan mereka. Hidup gue emang udah banyak tempaan-tempaan yang katakanlah bikin pembawaan gue jadi lebih dewasa.

Ada Andriani yang bingung dengan status hubungannya dengan seorang cowok. Sebagai cewek, dia gak bisa untuk ngomong apa-apa ke cowok itu, melainkan menunggu “ditembak”.

Cerita selanjutnya silahkan baca sendiri ya….
Untuk cerpen ini aku kasi bintang 3. Ceritanya udah bisa ditebak. Tapi yaampun… Puisinya bagus-bagus kali… Paling suka puisi yang terakhir ini:

..kau boleh menyentuh jarinya
..kau boleh mencium bibirnya
..hatiku t’lah mati rasa
..meskipun kau lebih dan lebih
lanjutkanlah…
..kini ku tak mau tahu
..ambil dia
..aku siap sakit hati
..kau bebas sebebas maumu
..anggaplah aku tak melihat
kini ku tak mau tahu…

Ulay

 

Stars: 3

Aku, Dia, dan Mbak Yayu

Ini cerpen ke 10 dari SKETSA… yaampun…. Dalam 2 hari aku udah baca 10 cerpen dan membuat 10 review… mantep…. Padahal kalo kerja aja aku gak pernah seheboh ini. Link pengarangnya: tousche.multiply.com

Berikut Sinopsisnya:
“Dunia memang sempit! Aku sama sekali ngga nyangka bakal kejadian seperti ini. Nabrak orang sih wajar aja, tapi orang yang kita tabrak ternyata adalah temennya temen kita, kok kayaknya kebetulan banget ya!” Aku mencoba berbasa basi. Aku lihat dia mengacak-acak rambut sendiri dan terlihat konyol, tapi lucu. Ah, ada apa ini??

“Mungkin kita jodoh Bang! Hahaha…” Dia kembali tertawa, kali ini lesung pipitnya yang menyita perhatianku. Semakin detik berlalu, semakin banyak hal menarik yang aku temui darinya.

“Kalo gitu saya pamit dulu. Senang bisa ketemu sama kamu.”

“Sama-sama Bang.. saya juga senang ketemu sama Abang,” Aku menatapnya cukup lama, dan agak terkesiap karena dia menatapku balik.

“ Eh, aku belum tahu nama kamu..”

“ Kita dipertemukan sama Mbak Yayu.. Abang bisa tahu siapa saya dari dia. Saya pulang duluan ya Bang.”

“ Oke kalau begitu, semoga kita jumpa lagi”

Mereka pun saling pamit dengan tatapan mata yang tiba-tiba menjadi mesra dan sarat akan bunga asmara.

Cerita selengkapnya silahkan baca sendiri cerpennya ya….
Ini cerita tentang cinta pada pandangan pertama. Aku kasi bintang 2 karena ceritanya biasa aja dan sangat datar. Tapi aku suka dengan gaya bahasanya yang menggambarkan fisik si abang. Hahaha…. Abang…. Abang… dimana dirimu berada….

 

Stars: 2

Il n’y A Pas Comparer A Vous

Ini adalah cerpen ke 9 dari SKETSA. Link pengarangnya: chaosisgreen.multiply.com. Masih tetap semangat nih baca cerpennya… Langsung ke sinopsisnya:

Hari itu adalah hari pertama aku akan memakai seragam putih abu-abu. Aku kini adalah pelajar SMA. Sebuah tangan melambai-lambai menghela udara. Sesosok tubuh yang memiliki tangan itu tersenyum padaku. Ternyata ia memanggil aku.

“Halo, aku Iman,” katanya dengan senyum ramah diwajahnya.
“Oh, aku..aku Marshall,”
“Kamu duduk sama aku aja”
Iman memang anak yang baik. Juga pintar. Juga ramah. Juga kesayangan semua teman-teman. Jabatan ketua kelas jelas tersampir dibahunya.

Kemampuan otakku yang medioker membuatnya sering membantu aku dalam setiap pelajaran. Saat itu adalah menjelang akhir semester dua. Kami bersiap-siap untuk ujian semester. Kami sudah menguras otak kami untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

Malam itu kami sudah keletihan, baik fisik maupun otak. Aku mulai mencoret-coret kertas. merangkai kata, menulis puisi. Iman mencermatiku, lantas dia pergi meninggalkanku menuju arah belakang rumah. Agak lama juga, baru ia muncul kembali dengan menenteng sebuah buku yang terlihat usang. Ia memberikan buku itu kepadaku. Aku membaca judul dibuku tersebut; Kasidah Cinta oleh Jalalu’ddin Rumi.

Iman mengambil sebuah pena dan kemudian menulis sesuatu dihalam pertama buku itu.
Il n’y A Pas Comparer A Vous
IMAN

Cerita selengkapnya baca sendiri ya… Cerita ini mengingatkanku pada sang ketua kelas waktu SMP dan cinta pertama waktu SMA. Halah…Halah…. Ntah kenapa kalo baca kisah cinta pertama membuatku tersentuh. Aku kasi bintang 4.

 

Stars: 4

To Jakarta To Love

Cerpen ke 8 dari SKETSA. Link pengarangnya: cahyo06.multiply.com. Aku add yooo…. Aku tunggu commentnya untuk reviewku… Langsung aja ke Sinopsisnya:

Senja temaram di ufuk barat, hamparan hijau pepohonan berganti dengan gedung pencagar langit. Hanya hembusan nafas yang sesekali berhempus, membisikkan seribu harapan. Benar-benar berat sekali, selama tubuh masih bernafas, baru kali ini, aku meninggalkan keluarga, serta orang yang paling aku sayangi tuk mengejar impianku, menjadi orang yang dihargai.

Jakarta, Desember 2004

Perlahan tapi pasti, jari lentik Luna kembali menyentuh wajahku, mendenguskan kobaran api cinta yang menggelora. Nafas itu semakin jalang dan meninggalkan lengkingan kenikmatan yang tiada tara.

Aku beranjak dari tempat tidur, meninggalkan Luna yang masih terkulai tanpa sehelai benang. Bersama Luna malam ini, ada rasa puas tapi juga ada rasa berdosa ketika kenikmatan itu telah berakhir. Bayangan wajah Wulan tiba-tiba berkelebat, seakan semakin menguatkan perasaan dosa itu. Membayangkan dia menantiku dengan segala perasaan cinta di kampung sana. Luna, Wulan, dan…. Dean.
Sempurna! aku berhak menyandang gelar, bajingan.

Cerita selengkapnya baca aja cerpennya… Gak bisa comment banyak. Cuma mau bilang “Begitula cinta, penderitaannya tiada pernah berakhir”. Hehehehe….. Aku kasi bintang 3.

Tapi aku paling suka kata-kata di paragraf awal sinopsisku ini, yg merupakan paragraf ke tiga dari cerpen ini. Bagusss….

Oya, gambar covernya aku juga suka.

 

Stars: 3

Nafas Terakhir

Ini cerpen ke 7 dari SKETSA yang aku baca. Link pengarangnya: wawanoks.multiply.com. Aq add yaaa….. ternyata banyak yang belom jadi contactku…. Langsung ke Sinopsisnya aja:
Enam bulan sudah aku bersembunyi di sini, melarikan diri. Memang bukan keputusan sepihakku untuk meninggalkan mereka sekarang ini, bahkan sebelumnya Mira, istriku yang memintaku untuk pergi sementara waktu dari rumah. Dia tidak tega setiap kali orang-orang suruhan bos ku datang, dan menyiksaku dengan pukulan dan tendangan, terlebih untuk Irsyad, dia tidak ingin kalau anakku harus melihat bapaknya sendiri dipukuli orang.

Dengan harapan selama aku pergi ini, aku bisa mencari uang untuk melunasi hutangku. Aku dijadikan kambing hitam atas kerugian yang sedang dialami perusahan. Mereka menuduhku menggelapkan uang senilai lima puluh juta. Sangat mengherankan, semua bukti memberatkanku, dan aku tak mampu membela diri.

[beep beep beep]
08524127898
calling

“Redha..”
“Siapa ini?”
“Kamu tidak perlu tahu siapa aku! Kamu cukup mengikuti perintahku”
“Siapa ini jangan main-main!”
“Aku tahu kamu butuh uang, dan aku bisa membantumu. Aku bisa memberikan uang yang kamu butuhkan. Lima puluh juta”
“Dari mana kamu tahu? apa mau kamu?!”
“Kamu tidak perlu tahu dari mana aku tahu, yang jelas aku bisa memberikan uang itu, dengan satu syarat…”
“Kamu harus membunuh seseorang…”

Kelanjutan ceritanya bisa kalian baca di cerpennya… Ceritanya sedikit bisa ditebak. Aku tau kalo itu pasti ada hubungannya dengan istrinya, tapi bagaimana caranya dan mengapa dia membunuhnya bikin aku penasaran. Aku kasi bintang 3.

Oya, covernya gambar Song Hye Kyo kah???

 

Stars: 3