House to home

Udah lewat sebulan jadi full mom untuk Gilang dan alhamdulillah kekhawatiran sebelum resign secara keseluruhan aman terkendali. Bosan di rumah? Lewat… Pemasukan gak sebanding sama pengeluaran? Yang penting cukup!

Seperti biasa emaknya Gilang gak mau kehilangan kreatifitas, jadi mulalilah melanjutkan sulaman yang terpending 2 tahun lalu. Tapi mau apa dikata, anaknya lagi banyak mau tau. Jarum-jarum dan benang-benang dipreteli sambil nanya “apa ini ma?”. Okelah… Kristikannya kita tunda lagi sampai waktu yang tidak ditentukan. Serem liat anaknya pegang-pegang jarum.

Cari-cari ide dan aku tertarik dengan macrame. Macrame ini adalah handycraft yang menggunakan tali katun sebagai bahan utamanya atau biasa disebut cotton rope. Bermain simpul atau knot yang dulu dasarnya pernah aku pelajari waktu disekolahan. Dan aku baru ingat dulu waktu sekolah pernah buat tas rajut yang sekarang entah kemana.

Ini dia curtain door, lumayan kan buat pemula…

Ada lagi dream catchers yang aku selesaikan dalam waktu 3 jam! Dan aku puas kali dengan hasilnya…

Aku juga buat pot gantung biar rumahnya jadi ala ala bohemian design. Seru buatnya…

Sekarang aku malah doyan buka-buka instagram untuk cari inspirasi dekorasi rumah. Gak pengen ala ala shabbychick, justru pengennya ala ala bohemian atau scandinavian yang diisi dengan banyak tanaman.

Tiap weekend alhamdulillah gak minta ke mall lagi, malah minta ke lapak tanaman. Kemudian punya ide lagi buat bisnis yang menyatukan antara macrame dan tanaman. Ntar kalo udah mulai ada titik terang aku ceritain lagi lah…

*sedang bersemangat*

Mulai Mandiri

Per tanggal 25 Januari 2013 kami pindah kerumah baru. Ternyata gak sesulit yang dibayangkan untuk beradaptasi dari rumah yang rame dengan suara para keponakan ke rumah sunyi senyap yang hanya diisi dua orang.

Biar masak sendiri, nyuci sendiri, dan bersih-bersih sendiri, tapi perasaan nyaman selalu menghinggapi ๐Ÿ™‚

tak pernah puas

Apakah manusia emang diciptakan tak pernah puas? Saat ini kami sedang merapi-rapikan rumah baru kami. Di dalam kepala muncul berbagai model design interior yang cocok buat rumah. Target awal sih memebeli beberapa keperluan-keperluan pokok untuk sehari-hari aja, eh ini malah mulai mikirin buat beli-beli perabotan.

Jadilah, sesuai kesepakatan bersama, kami harus segera membeli meja makan. Mengingat akan ada acara syukuran masuk rumah baru, bakalan repot kalau harus pinjam-pinjam meja makan. Awalnya hunting meja makan second yang dijual oleh tetangganya si tante, tapi kok ya meja makan second tapi harga baru gitu. Mana itu perabotan udah lumayan banyak lecet sana sini lagi.

Akhirnya aku dan si ayang mendatangi toko perabot jepara langganan si papa. Dasar aku punya selera tinggi, tertarik dengan meja makan 4 kursi ukiran jepara yang sangat cantik dan kayu jati yang kokoh. Bisa dibilang di toko ini harganya agak miring dibanding toko Jepara lain karena mereka mendatangkan bahan mentah langsung dari Jepara tapi finishingnya dikerjakan disini oleh para pekerja dari Jepara juga. Harganya dua kali lipat dari si meja makan second tadi, tapi dipikir-pikir meja makan ini garansi seumur hidup. Akhirnya dengan mengorek tabungan, aku berhasil membujuk si ayang buat boyong itu meja makan baru.

Sudah selesai masalah meja makan, kami menargetkan untuk memasang pagar dan buat garasi untuk hasil tabungan berikutnya. Belum mulai nabung di tahun 2013 ini, aku sudah tergoda dengan promo tiket murah salah satu maskapai penerbangan. Godaan buat belanja-belanja di Bangkok begitu kuat, ditambah ajakan si ayang buat hanimun ke Ha Long Bay yang gak kalah menggoda.

Aku emang gak punya sikap kalo buat urusan belanja-belanja, makan-makan, dan jalan-jalan. Ngikutin kemana kaki melangkah aja lah… Kalau melangkahnya ke Bangkok atau Hanoi, Alhamdulillah… Kalau melangkahnya ke toko perabotan, Alhamdulillah… Kalau melangkahnya ke tukang pagar ya Al-ham-duuuu-lillaaaahhhh…. ๐Ÿ™‚

*Gak sabar menunggu meja makan dan beberapa barang elektronik yang akan diantar hari minggu ini*

Semangat Nabung


Alhamdulillah kemarin udah akad dan tadi udah pra serah terima rumah….

Mari semangat nabung!!! ๐Ÿ˜€

———————————————————————————————————————————

Note: foto diambil dari brosurnya

Setelah 3 tahun…

Udah lama gak update foto-foto halaman rumah….

beberapa hari ini kami menyambut gembira berbuahnya pohon kalengkeng yang dalam masa belajar berbuahnya ini menghasilkan lebih dari 1/2 kilo buah. Lumayan kaaannn…. Kalengkeng yang baru dipetik ternyata harumnya jauh lebih enak. Kata si mama membutuhkan waktu 3 tahun untuk menunggu, dari mulai bibit hingga berbuah.

Ada juga pohon jeruk purut. Banyak berbuah sih, tapi agak-agak serem gimana gitu sama harumnya… hehehe… Yang sering kami manfaatkan adalah daunnya, buat bumbu masakan. Sedangkan buahnya dimanfaatkan si mama buat nyiangi ikan biar gak bau amis. Padahal jeruk purut kalau dijual di pajak biasanya 2 ribu perak perbuahnya…

Semua foto diambil oleh si ayang












Menuju rumah impian

Urusan KPR ternyata gak seribet yang dibayangkan, yang penting semua dokumen lengkap dan sesuai persyaratan aja. Biar gitu tetap aja deg-degan nunggu keputusan dari 4 bank itu. Yang bikin parno, lolos apa nggak di BI checking? Takutnya ada tagihan kartu kredit yang kelupaan bayar gitu…. Hehehehe…

Dari 4 bank yang telah kami ajukan, alhamdulillah 3 bank menyetujui dan 1 bank lagi belom ada kabarnya. Gimana gak kegirangan dan kebingungan coba, kami harus pintar-pintar membandingkan bank mana yang memberikan penawaran terbaik. Dan yang terpilih adalah BC* dengan promonya yang memberikan bunga tetap 8% selama 55 bulan. Banyak yang bilang bank ini paling susah karena mereka benar-benar selektif memilih debiturnya. Pengajuan kartu kredit si ayang aja udah 2 kali ditolak *ngikik*

Jalan untuk mendapatkan rumah impian makin menuju titik terang. Sekarang urusan pembayaran ini itu ke developer. Si ayang yang harus diklat ke Jakarta membuat aku sok jago bisa ngurusin ini semua. Tadi siang menemui developer untuk mengurusi sebagian pembayaran dan mereka menyerahkan kontrak jual beli. Ada isi kontrak yang gak sesuai membuatku mundur teratur dan memutuskan menunda pembayaran sampai si ayang balik. Yaelaaahhhh…. Gayanya sok bisa gituuuu….. Hehehehe…..

*sekarang lagi mempelajari isi kontrak* *doakan semoga dimudahkan menuju rumah impian*

Tentang KPR

Rumah idaman sudah ditetapkan, kini saatnya kami mulai mengajukan KPR. Mengajukan KPR gak boleh sembarangan, jangan mau asal ikut aja dengan bank yang disarankan developer. Kita harus pintar. Jangan terlalu percaya dengan janji manis developer yang memberikan tabel janji cicilan perbulan murah. Bahkan ada developer yang menuliskan diiklannya “cicilan hanya sekian puluh ribu perhari”

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita bahas istilah-istilah yang ada di KPR:

1. Bunga Tetap (Fixed)

Sifat bunga tetap maksudnya tingkat bunga yang dipatok dari awal hingga akhir kredit tetap. Biasanya ini diberlakukan di Bank Syariah, tapi tentu saja bunganya yang berlaku pada saat itu. Misalnya Bank Mandiri Syariah yang menetapkan suku bunga 12% untuk saat ini.

2. Bunga Mengambang (Floating)

Sifat bunga mengambang maksudnya tingkat bunga berubah-ubah sesuai dengan suku bunga yang berlaku saat itu. Jika keadaan ekonomi stabil dan membaik, suku bunga bisa saja lebih rendah daripada yang berlaku pada saat ini. Tapi jika keadaan ekonomi mendadak mengalami krisis karena satu dan lain hal? Bisa-bisa lenyap rumah idaman.

Saat ini banyak bank yang sedang promo dengan menawarkan bunga fixed yang rendah di beberapa awal tahun pertama dan bunga floating di tahun berikutnya. Ini Hasil survey aku dan si ayang di beberapa bank:

Bank Bunga Fixed Jangka Waktu
BCA 8% 55 Bulan (4 Tahun 7 Bulan)
Panin 8,8% 3 Tahun
NISP 9,88% 5 Tahun
BNI 8,49% (Dibawah 500 Juta) 2 Tahun
BNI 6,99% (Diatas 500 Juta) 2 Tahun

Saat ini emang BCA yang paling juara. Dan promo dalam rangka ulang tahun BCA ini berakhir tanggal 31 Mei 2012. Dan lagi syarat utamanya adalah debitur harus sudah menjadi nasabah BCA minimal 2 tahun.

Tips untuk para calon debitur, sebelum menyerahkan berkas, selain menanyakan suku bunga yang berlaku, tanyalah berapa total angsuran yang harus kita bayarkan tiap bulannya. Karena ada beberapa kasus yang kami temui seperti di Bank Sumut Syariah, menurut informasi suku bunga pertahun 7.5% tapi total angsurannya seperti suku bunga 12%. Begitu juga dengan suku bunga BNI Syariah yang sebesar 8,91% pertahun. Gak ngerti hitung-hitungannya gimana.

Mari pintar dan bijak dalam memilih KPR. Doakan kami semoga lolos KPR di BCA… ^_^

Rumah impian


Biasa loh ya pengantin baru banyak mimpi dan cita-cita. Salah satunya ini nih, punya rumah sendiri yang nantinya jadi tempat yang paling nyaman bagi keluarga kecil kami… ceileee…

 

Dulu waktu sebelum nikah, aku dan si ayang pernah saling sharing cerita tentang rumah impian. Kira-kira kriterianya adalah seperti ini:

  1. Hunian di komplek, alasan utamanya adalah keamanan. Pekerjaan si ayang yang berpindah-pindah, mau gak mau kami harus siap meninggalkan rumah tanpa ada rasa khawatir.
  2. Rumah yang tidak terlalu besar agar gampang untuk membersihkannya. Udah jelas kalau ini kriteria dari aku… hehehe… Pengalaman membersihkan rumah si emak, 2 jam buat nyapu dan ngepel aja membuat aku jera… :p
  3. Gak begitu suka yang bertingkat. Memikirkan kita akan tua dan nantinya gak sanggup buat naik turun tangga adalah alasan utamanya. Alasan lain, kalau punya anak kecil ntar kan bahaya juga.
  4. Punya halaman yang luas biar aku bisa berkreasi dengan taman *yaelah, ini paling cuma gayaan doang… di rumah emak tanaman aja gak pernah diurus…*

 

Nah sekarang setelah menikah kami mulai mencari rumah yang sesuai kriteria di atas. Beberapa bulan terakhir kami sibuk mengumpulkan brosur perumahan dan berkelana mendatangi perumahan-perumahan yang berada di daera Medan sekitarnya. Dan setelah melihat-lihat lagi, kriteria pun berubah.

  1. Lokasi rumah berada di tengah-tengah antara tempat kerja aku dan si ayang.
  2. Akses keluar dari komplek perumahan gampang, bisa di tempuh dengan jalan kaki mengingat aku yang cuma jagoan naik sepeda ๐Ÿ˜€
  3. Keadaan di dalam komplek yang nyaman dan asri.
  4. Dekat dengan fasilitas umum, seperti: mesjid, rumah sakit, dan supermarket.
  5. Tetangga yang bersahabat.
  6. Di kota Medan.
  7. Dan tentu saja kriteria yang lebih penting diantara semuanya adalah masalah hitung-hitungannya.

 

Tuh makin sulitkan mencari kriteria tambahan yang seperti itu… Weekend ini kami akan menemui calon rumah impian kami, setidaknya sebagian besar kriteria di atas sudah memenuhi. Doakan semoga berhasil… ^^

Gambar diambil dari sini