Dimana tempat membeli emas LM?

Dari dulu udah tau kalau berinvestasi dengan emas itu sangat menguntungkan. Dari dulu juga udah sering bertekad di hati kalau ada banyak duit berlebih mau dibelikan emas LM. Tapi sayang gak terealisasikan karena aku lebih tertarik beli emas perhiasan yang dibilang rugi juga enggak, tapi harga upahnya itu loh… Mahal…

Jadi semalam si papa mertua membangkitkan keinginan lamaku untuk berkebun emas *ceile bahasanya kayak banyak kali yang mau diinvestasikan*

Si papa memberikan analogi yang sangat menarik. Yuk kita simak:

Di tahun 80-an yang lalu si papa membeli rumah seharga Rp. 1.500.000,- saat itu sebanding dengan 1000 gram emas dimana harga 1 gram emas adalah Rp. 1.500,-. Kalau dihitung dengan keadaan sekarang dimana harga emas per gramnya Rp. 500.000,- maka 1000 gram emas tadi nilainya *ambil kalkulator* Rp. 500.000.000. Sedangkan nilai rumah tersebut sekarang hanya sekitar Rp. 200.000.000.

Jadi jelaslah berinvestasi emas jauh lebih menguntungkan dari pada berinvestasi rumah yang sedang menjamur sekarang.

Kembali ke judul, dimana beli emas LM selain di Antam? Antam itu gak ada di Medan. Kalo beli secara on line, nggak ah…. oiya, pernah nanya di toko mas, gak ada jual emas LM. Yang ada jual emas london yang sudah dalam berbentuk perhiasan.

Prosedur Beli Emas Batangan

dapet dari sini

sengaja nge-save siapa tau suatu saat perlu

———————————————————————–

Bagi yang tertarik bisnis Emas Batangan bisa membeli di pegadaian atau di PT Antam Unit Bisnis Logam Mulia. Di Pegadaian harga Emas-nya mengacu ke harga PT Antam Logam Mulia. Untuk Emas Batangan, janganlah membayangkan seperti yang ada di film-film dimana bentuknya sebesar batu bata dan bertumpuk-tumpuk, pada kenyataannya bentuknya kecil-kecil mulai dari pecahan 1 gram, 2 gram sampai 1 kg. Bentuk emas batangan yang umum lebih seperti nugget atau potongan coklat batangan yang kecil-kecil.
Untuk pembelian di PT. Logam Mulia berikut alamatnya:

http://www.logammulia.com/contact_us.htm

PT Antam Tbk, Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia

Address.
Jl. Pemuda – Jl. Raya Bekasi KM.18
Pulogadung, Jakarta 13210
Tel. (62 21) 475 7108
Fax. (62 21) 475 0665
Email. lm@logammulia.com

Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia SURABAYA

Address.
Jl. Genteng kali 67 B
Surabaya
Tel. (62 31) 5491868; 5491723
Fax. (62 31) 5357480

Daftar harga diupdate dua kali dalam sehari, bisa dilihat di:

http://www.logammulia.com/news.php?id=9

Prosedur pembayaran bisa dilihat di:

http://www.logammulia.com/news.php?id=19

PROSEDUR KETENTUAN PEMBAYARAN TRANSAKSI JUAL BELI BAGI PELANGGAN ATAU CALON PELANGGAN LOGAM MULIA

  1. Pembayaran langsung di tempat :
    Tunai maksimum sebesar Rp50.000.000,00 ( Lima Puluh Juta Rupiah ) selebihnya melalui transfer.
    Debit ATM Mandiri dikenakan charge 1,1% maksimum total pembayaran Rp5.000.000,00 ( Lima Juta Rupiah ).
    Debit ATM BCA :
    – Platinum Rp75.000.000,00
    – Gold Rp25.000.000,00
    – Silver Rp15.000.000,00
    Kartu Kredit berlogo VISA dikenakan charge 3,1%.
  2. Pembayaran melalui transfer :
    – Transfer antar Bank
    – Transfer melalui internet Banking
    – Transfer melalui ATM
  3. Untuk pembayaran melalui transfer, harus dikonfirmasikan terlebih dahulu dengan Bagian Marketing melalui telepon (021) 299 80 900 atau (021) 475 7108. Bukti transfer atau setoran langsung dibawa atau di fax terlebih dahulu untuk proses pengambilan barang dengan dilengkapi keterangan transaksi Nama, No. Identitas dan No. telpon pelanggan yang bersangkutan guna memudahkan kami dalam mengidentifikasi pelanggan.

Pembayaran melalui transfer disarankan melalui Bank Mandiri atau BCA,untuk percepatan proses pemindahbukuan, namun apabila menggunakan bank lainnya dapat menggunakan fasilitas RTGS ke rekening kami sbb :
– Bank Mandiri Cabang Pulogadung A/C. No.125 0079000063 A/N. PT. Antam Tbk UBPP Logam Mulia.
– Bank BCA Cabang Kelapa Gading Villa A/C. No. 413.300.5393 A/N. PT. Aneka Tambang.

Biaya transfer menjadi beban pelanggan.

Penyerahan barang atau jasa dilakukan setelah transfer atau pembayaran dipastikan telah masuk ke rekening PT Antam UBPP Logam Mulia.

Asuransi bukanlah Investasi

Tiga tahun yang lalu aku disarankan si papa buat daftar asuransi. Waktu itu papa menjelaskan keuntungan-keuntungannya, tapi emang aku yang males dengerin penjelasan panjang lebar si papa, aku nurut aja dan langsung daftar ke asuransi tersebut dimana saudaraku yang jadi agennya. Biaya yang di setorkan setiap bulannya sebesar Rp. 300.000 yang baru-baru ini aku ngerti kalau ternyata jenis asuransi tersebut adalah asuransi Unit Link (UL).

Dulu di dalam pikiranku, kita setorkan setiap bulan dan dalam jangka waktu 10 tahun jumlahnya akan menjadi berlipat-lipat sekian % seperti deposito. Tetapi jika kita cairkan kurang dari 10 tahun, maka jumlahnya kurang dari yang kita setorkan setiap bulan. Jadi keuntungan berasuransi ini akan kelihatan ketika sudah mencapai waktu >10 tahun.

Ternyata salah. Untuk jenis UL, jumlah uang yang kita setorkan di setiap bulannya itu, ternyata ada sekian % untuk investasi dan sekian % untuk asuransi. Jadi jika dalam jangka waktu 2 tahun asuransi dicairkan, gak heran jumlahnya jauh berkurang dari jumlah yang kita setorkan. Perhatikan polis yang kita pilih di awal mendaftar asuransi, berapa % untuk investasi dan berapa % untuk asuransi? yang dicairkan itu hanyalah % investasinya saja. Tapi seandainya sakit atau terjadi kecelakaan, maka % asuransinya itu yang akan cair.

Kalau ilustrasi di asuransiku seperti ini:
Photobucket
Jika sakit dan rawat inap, maka asuransi akan mencairkan Rp. 400.000/malam. Jika terjadi kecelakaan dan meninggal dunia, ada lagi hitung-hitungannya yang aku gak ngerti, tapi yang pasti jumlahnya gede.

Perhatikan juga polis, apakah biaya melahirkan di cover oleh asuransi? kadang saat diawal mendaftar kita tidak memperhatikan hal-hal seperti itu, tapi tiba disaat mau melahirkan kita mencak-mencak minta di cover eh ternyata di awal mendaftar kita gak mencentang cover biaya melahirkan.

Tapi bagaimana dengan orang yang tidak terdeteksi ada penyakit tapi meninggal mendadak seperti temanku? Asuransi gak akan mencairkan sejumlah % asuransi yang dibayarkannya tiap bulan. Hanya mencairkan % investasinya saja. Karena di awal mendaftar tidak ada menyebutkan penyakit apa yang sedang di derita.

Jadi, bagi yang beranggapan asuransi seperti berinvestasi, itu salah besar. Masih lebih mendingan lagi nabung di bank. Tapi kalo mau memprotect dirinya untuk berjaga-jaga mana tau ada apa-apa yang gak baik di masa depan (tentu kita mau semuanya baik-baik), maka berasuransilah.

Sekian

*hasil pembahasan dengan agen asuransi semalam*