Kisah disana

Demi ke sana aku ngambil cuti selama 4 hari, artinya kisah selama disana harus diceritakan disini.

Aku selalu bilang kekeluargaku kalau aku ikutan cuti bukan demi menghadiri resepsi tetapi demi kumpul keluarga dan kopdar. Ternyata pernyataanku gak jauh beda sama yang lain. Mereka demi belanja!!!

kelompok dari medan tiba di cengkareng sekitar jam 12.00 yang terdiri dari 10 orang. Kelompok dari padang ternyata sudah sampai terlebih dahulu sebanyak 3 orang. Sedangkan kelompok dari siantar tiba jam 23.00 sebanyak 2 orang. Total 15 orang. Kebayangkan gimana 15 orang ini berada dalam 1 rumah dan mondar-mandir belanja pake taxi. Rame… Tapi saya suka kehebohannya…

Di hari kedua saya memisahkan diri dari rombongan demi kopdar. Beberapa sudah pernah bertemu sebelumnya, tapi kebanyakan baru bertemu di hari itu. Kenyataan yang paling lucu, bang Lutung yang lasak aslinya agak pemalu dan pendiam. Huahahahaha….. Kalo yang lain, aslinya gak jauh beda.

Hari ketiga saya menghadiri resepsi pernikahan di balai sudirman. Bukannya menikmati seluruh makanan, saya malah jatuh sakit jadi hanya bisa duduk di pojokan. Diperkirakan karena kondisi badan yang emang lagi gak fit ditambah kebanyakan minum es. Satu-satunya menu yang saya makan hanya spagheti, itu pun karena dipaksa kakak pertama.

Hari keempat sampai dihari terakhir, seluruh rombongan menghabiskan waktu dengan belanja!!! *berangkat cuma bawa ransel pulang nambah 2 kardus dan 2 tas tentengan*

Advertisements

Innalillahi…

Kita tidak tau umur kita sampai dimana dan kapan kita dipanggilNya. Seperti hari ini saya menerima kabar bahwa sahabat terbaik saya meninggal dunia pada pukul 00.30.

Mungkin kalian masih ingat kalau nama Rina ini sering aku sebut-sebut dipostinganku. Bagi anak-anak MP Jakarta yang kopdar beberapa waktu lalu denganku mungkin ingat kalau Rina adalah salah satu temanku saat liburan ke Bali.

Saat liburan yang lalu, aku merayunya agar ikutan ke Bali dengan mengatakan “Rin, ayok kita ke Bali. Masa kita gak pernah ke salah satu pulau terindah di dunia. Kalau gak sekarang belum tentu kita bisa ke sana.” Ternyata saat itu adalah saat pertama dan terakhirnya.

Dia bekerja di sun dan beberapa anak MP medan pernah aku ajak singgah ke kantornya.

Semoga amal ibadahnya di terima di sisiNya. Amin…

Hari ini

Hari ini salah satu sahabat terbaikku menikah dan tadi saat aku sedang bermekap di depan kaca, si mamak bilang dengan pasrah “jadi Medi dulu kok gak mau sama si Fadil?” astagaaaa…. Si mamak udah segitu pasrahnya sama anak perempuannya yang paling cantik ini.

Seperti biasa aku berangkat ke pestanya temanku dengan gandenganku sehidup semati si dek Riza Lubis tersayang dan komentar si Fadil “Me, kan udah aku bilang ko jangan datang dengan adekmu!” dan jawabku, “Gada pilihan lain dil”

Nah, kalau sudah ke acara nikahan teman kuliah otomatis udah kayak acara reunian. Masing masing bawa pacar, suami/istrinya. Dan pertanyaan yang sering hinggap didiriku “jadi Medi kapan lagi?” Dan seperti biasa jawabanku “gampang… Panitia pesta udah ada. Pelaminan tinggal pasang dan undangan tinggal cetak. semuanya udah siap. Tinggal laki-lakinya aja yang dicari”

Sepulang dari acara nikahan temanku tadi, ban mobil kami bocor.

Semenjak ditinggal kepergian oleh si E71, aku agak-agak trauma mau ganti hp. Tapi berhubung hp si mamak rusak, maka keinginanku untuk beli pengganti si E71 semakin kuat karna si N-Gage mau dihibahkan ke si mamak. Maka jadilah hari ini aku membeli si E63. Coba online dari hp baru kok males buka postingan di mp apalagi buka fb… Sama sekali tak bersemangat. Maka jadilah aku buat postingan ini. Yah, itung-itung curcol sambil pamer… Udah lama gak posting kayak ginian… Hehehehe….

Mengakhiri postingan ini aku mau nanya gimana caranya buka twitter dari hp? Hehehehe… Aku selingkuh dengan si twitter… Kalau mau follow di @MedinaKimura

Sekian untuk hari ini… semoga dengan hape baru ini aku semangat posting di mp lagi…

*pasang senyum paling manis*

Cemburu tapi Ngakak

Masih pada ingat ceritaku yang berjudul “Dokter Cabul” dan “Sang Ketua Kelas” gak? Kalau lupa atau belom pernah baca, silahkan klik di Dokter Cabul dan Sang Ketua Kelas ini.

Tadi aku menemukan mereka di fb bersamaan. Kawan SMA aku yang ngasi tau. Dan aku langsung buka kedua postingan lama tersebut. Astagaaaa…. settingannya for everyone. Gawat kalo yang bersangkutan bisa baca. Maka langsung aku setting for contact.

Apa yang membuat aku cemburu? Jelas si ketua kelas. Aku baca wall dan profilnya, ternyata dia pacaran sama salah satu kawan SMA aku dulu…. hahahaha….. Dan mereka sangat serasi. Oiya, ini foto si ketua kelas sekarang:


Apa yang membuat aku ngakak? Jelas si dokter cabul. Liat aja fotonya… huahahahaha…. orang yang dulu aku tokok-tokok dan hobby gambar bokep sekarang sukses jadi dokter. Weeessss…… hebat….. Ini gambar si Dokter Cabul sekarang:

Eksperimen anak kuliahan

Mau cerita lagi… Mau cerita lagiii…. Cerita kali ini adalah kisah teman-temanku beberapa tahun lalu yang menjadi rahasia sampai sekarang. Nah, agar tetap menjadi rahasia, maka nama dan tokoh di dalam cerita ini telah disamarkan.

Suatu hari teman-temanku yang berlima ini menceritakan kisah mereka saat mengunjungi tempat prostitusi di daerah berastagi. Mereka adalah Putra, Petra, Andri, Roy, dan Zul. Setelah transaksi bersama pemilik penginapan didapatlah sebuah kamar plus seorang wanita. Gileee….. nampak kali anak ekonominya, pake prinsip dengan modal sedikit-sedikitnya menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya. Wanita itu adalah Manda. Dan percakapan pun terjadi di kamar itu.

Manda: “Jadi kalian berlima ini? Aku sendiri?”
Petra: “iya la… bisa kan?”
Manda: “Gimana pulak caranya?”
Roy: “Ya ganti-gantian la…. nanti yang lain nunggu di luar”

Sedang asik-asik membahas bagaimana caranya berganti-gantian, tiba-tiba Zul yang udah bertampang mupeng menarik Manda ke pangkuannya dan mulai menggerayangi Manda di tengah-tengah pembicaraan. Sementara Andri yang kami kenal sebagai pak ustadnya di kelompok ini, mulutnya tak berhenti beristighfar melihat kelakuan Zul. Tapi tetap aja matanya melotot melihat si Manda.

Manda : “oke lah… gampanglah kalo kek gitu…. jadi siapa yang duluan nih? “

Putra, Petra, Andri, Roy, dan Zul mulai tolak-tolakan, “kau la duluan… nggak… kau la duluan… kau aja duluan….”

Akhirnya Manda angkat bicara, “udah… udah… udah… aku aja yang milih..”

“Setuju!!!” kata semuanya. “Dan aku milih abang ini” katanya sambil menunjuk si Zul. “Kok aku?” Kata si Zul. “karena ku tengok abang yang paling ganteng dan abang udah grepe-grepe aku,” kata Manda.

Tanpa banyak komentar Putra, Petra, Andri, dan Roy menyalami Zul dan meninggalkan kamar. Manda mulai memeluk Zul sambil menutup pintu. Tapi tiba-tiba kaki Zul menghalangi pintu agar tidak tertutup dan dia berteriak ”Woooiiii….. Tunggu woooiiiiii……”

Akhirnya mereka kembali dan Putra berkata, ”Me, subuh kami nyampe di rumah. Bukan aku aja yang mandi wajib, mobilku pun kumandi wajibkan”

”Seandainya si Zul jadi waktu itu, jadi la kita semua… “ kata Petra.

“Gilak memang ide si Roy…” kataku.