Hari ini

Hari ini salah satu sahabat terbaikku menikah dan tadi saat aku sedang bermekap di depan kaca, si mamak bilang dengan pasrah “jadi Medi dulu kok gak mau sama si Fadil?” astagaaaa…. Si mamak udah segitu pasrahnya sama anak perempuannya yang paling cantik ini.

Seperti biasa aku berangkat ke pestanya temanku dengan gandenganku sehidup semati si dek Riza Lubis tersayang dan komentar si Fadil “Me, kan udah aku bilang ko jangan datang dengan adekmu!” dan jawabku, “Gada pilihan lain dil”

Nah, kalau sudah ke acara nikahan teman kuliah otomatis udah kayak acara reunian. Masing masing bawa pacar, suami/istrinya. Dan pertanyaan yang sering hinggap didiriku “jadi Medi kapan lagi?” Dan seperti biasa jawabanku “gampang… Panitia pesta udah ada. Pelaminan tinggal pasang dan undangan tinggal cetak. semuanya udah siap. Tinggal laki-lakinya aja yang dicari”

Sepulang dari acara nikahan temanku tadi, ban mobil kami bocor.

Semenjak ditinggal kepergian oleh si E71, aku agak-agak trauma mau ganti hp. Tapi berhubung hp si mamak rusak, maka keinginanku untuk beli pengganti si E71 semakin kuat karna si N-Gage mau dihibahkan ke si mamak. Maka jadilah hari ini aku membeli si E63. Coba online dari hp baru kok males buka postingan di mp apalagi buka fb… Sama sekali tak bersemangat. Maka jadilah aku buat postingan ini. Yah, itung-itung curcol sambil pamer… Udah lama gak posting kayak ginian… Hehehehe….

Mengakhiri postingan ini aku mau nanya gimana caranya buka twitter dari hp? Hehehehe… Aku selingkuh dengan si twitter… Kalau mau follow di @MedinaKimura

Sekian untuk hari ini… semoga dengan hape baru ini aku semangat posting di mp lagi…

*pasang senyum paling manis*

Cemburu tapi Ngakak

Masih pada ingat ceritaku yang berjudul “Dokter Cabul” dan “Sang Ketua Kelas” gak? Kalau lupa atau belom pernah baca, silahkan klik di Dokter Cabul dan Sang Ketua Kelas ini.

Tadi aku menemukan mereka di fb bersamaan. Kawan SMA aku yang ngasi tau. Dan aku langsung buka kedua postingan lama tersebut. Astagaaaa…. settingannya for everyone. Gawat kalo yang bersangkutan bisa baca. Maka langsung aku setting for contact.

Apa yang membuat aku cemburu? Jelas si ketua kelas. Aku baca wall dan profilnya, ternyata dia pacaran sama salah satu kawan SMA aku dulu…. hahahaha….. Dan mereka sangat serasi. Oiya, ini foto si ketua kelas sekarang:


Apa yang membuat aku ngakak? Jelas si dokter cabul. Liat aja fotonya… huahahahaha…. orang yang dulu aku tokok-tokok dan hobby gambar bokep sekarang sukses jadi dokter. Weeessss…… hebat….. Ini gambar si Dokter Cabul sekarang:

Eksperimen anak kuliahan

Mau cerita lagi… Mau cerita lagiii…. Cerita kali ini adalah kisah teman-temanku beberapa tahun lalu yang menjadi rahasia sampai sekarang. Nah, agar tetap menjadi rahasia, maka nama dan tokoh di dalam cerita ini telah disamarkan.

Suatu hari teman-temanku yang berlima ini menceritakan kisah mereka saat mengunjungi tempat prostitusi di daerah berastagi. Mereka adalah Putra, Petra, Andri, Roy, dan Zul. Setelah transaksi bersama pemilik penginapan didapatlah sebuah kamar plus seorang wanita. Gileee….. nampak kali anak ekonominya, pake prinsip dengan modal sedikit-sedikitnya menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya. Wanita itu adalah Manda. Dan percakapan pun terjadi di kamar itu.

Manda: “Jadi kalian berlima ini? Aku sendiri?”
Petra: “iya la… bisa kan?”
Manda: “Gimana pulak caranya?”
Roy: “Ya ganti-gantian la…. nanti yang lain nunggu di luar”

Sedang asik-asik membahas bagaimana caranya berganti-gantian, tiba-tiba Zul yang udah bertampang mupeng menarik Manda ke pangkuannya dan mulai menggerayangi Manda di tengah-tengah pembicaraan. Sementara Andri yang kami kenal sebagai pak ustadnya di kelompok ini, mulutnya tak berhenti beristighfar melihat kelakuan Zul. Tapi tetap aja matanya melotot melihat si Manda.

Manda : “oke lah… gampanglah kalo kek gitu…. jadi siapa yang duluan nih? “

Putra, Petra, Andri, Roy, dan Zul mulai tolak-tolakan, “kau la duluan… nggak… kau la duluan… kau aja duluan….”

Akhirnya Manda angkat bicara, “udah… udah… udah… aku aja yang milih..”

“Setuju!!!” kata semuanya. “Dan aku milih abang ini” katanya sambil menunjuk si Zul. “Kok aku?” Kata si Zul. “karena ku tengok abang yang paling ganteng dan abang udah grepe-grepe aku,” kata Manda.

Tanpa banyak komentar Putra, Petra, Andri, dan Roy menyalami Zul dan meninggalkan kamar. Manda mulai memeluk Zul sambil menutup pintu. Tapi tiba-tiba kaki Zul menghalangi pintu agar tidak tertutup dan dia berteriak ”Woooiiii….. Tunggu woooiiiiii……”

Akhirnya mereka kembali dan Putra berkata, ”Me, subuh kami nyampe di rumah. Bukan aku aja yang mandi wajib, mobilku pun kumandi wajibkan”

”Seandainya si Zul jadi waktu itu, jadi la kita semua… “ kata Petra.

“Gilak memang ide si Roy…” kataku.

We are The Boss, Ngopek

Hoooolllaaaa…… Setelah beberapa waktu lalu aku menceritakan tentang pengalaman ujian di kampus kita tercinta ini, aku mau cerita tentang pengalaman ngopek… huahahahaha…..

Aku adalah orang yang termasuk nyantai dalam menghadapi ujian. Kalau mau belajar itu ya liat-liat dosennya dulu… hihihihi…. Aku akan belajar keras dan bekerja keras untuk meningkatkan ketaqwaan (loh? Kok jadi baca Pembbukaan UUD45?) kalau dosennya itu benar-benar killer (di postingan sebelumnya aku ada membahas kategori dosen yang dikatakan killer).

Nah kalau dosennya agak nyantai, aku biasanya ujian dengan bermodalkan membaca buku di malam hari dan melanjutkannya saat perjalanan menuju kampus, alias di angkot. Tentu saja hanya modal membaca tidak cukup. Aku harus duduk di dekat temanku yang ngopek. Biasanya mereka menyediakan tempat duduk untukku dengan maksud supaya mereka bisa nyontek denganku. Padahal sebenarnya akulah yang bersyukur karena aku bisa menyontek dari mereka yang ngopek… hahahahaha……

Bisa dibilang aku orang yang paling jarang ngopek… cieee….. hahahaha…. Aku gak pernah khusus membuat kopekan di kertas kecil atau di bangku yang aku tempati. Biasanya aku ngopek itu kalau dosennya benar-benar gak peduli mahasiswanya mau ngapain saat ujian. Misalnya, si dosen keluar ruangan hingga gada yang ngawasin atau si dosen duduk di depan dan konsentrasi dengan bacaannya. Nah, kalau begitu biasanya satu kelas rame-rame ngopek.

Nah, sekarang aku mau menceritakan pengalaman ngopek. Bukan pengalaman ngopekku sih. Tapi pengalaman ngopek teman yang tepat duduk di sebelahku, Rina…. Huahahaha….

Waktu itu Rina udah mempersiapkan segalanya saat menghadapi ujian. Mempersiapkan kopekan. Ujian yang kami hadapi saat itu adalah ujian Teori Ekonomi yang kami prediksikan ujian yang masuk adalah soal hitung-hitungan yang sangat ribet.

Soal yang di prediksikan masuk ujian dan dengan semangat kami mulai mengerjakannya. Jawaban yang kami tulis sudah satu lembar double folio tapi kok hasil akhirnya beda-beda. Aku dapet sekian, Rina sekian, dan tanya-tanya yang di sebelah beda lagi. Yak, ngopek aja gak dapet. Konon lagi gak ngopek… Mulailah kami membahas apa yang sudah kami kerjakan. Mulai tuduh-tuduhan ”Hitungan kau tu yang salah…”

Tanpa sadar suara kami saat tuduh-tuduhan itu seperti suara segerombolan lebah. Dan si pak dosen mendatangi kami tapi kami sama sekali tidak sadar karena kami masih konsentrasi ke hitungan masing-masing. Emang si Rina yang lagi sial. Dia gak sadar kalo kopekannya diletakkan di atas kertas ujian. Si pak dosen menghampirinya dan menarik kertas kopekan. Rina melongo dan panik saat kertas itu berada di tangan pak dosen. Dan apa kata si pak dosen? ”Ini contekan kamu salah, seharusnya ini ke sini dan begini… begini…” katanya sambil membuat perbaikan di kertas ujian Rina.”

Setelah ujian selesai kami semua ngakak mengingat pengalaman itu. Dan saat pengumuman nilai keluar, Rina mendapat nilai B.

Reuni Kecil

Hilangnya handphone beberapa hari yang lalu bikin miscommunication dengan banyak orang… *jiah…. Bahas hp lagi…*. Salah satunya dengan mereka ini, teman-teman SMA aku. Rencana reuni kecil-kecilan yang udah di rencanakan, harus gagal karena aku. Untungnya dengan konfirmasi lewat fb bikin mereka gak ngambek lagi. Yah, karena merasa bersalah, maka aku kumpulin lagi mereka-mereka ini semalam. Sukses? Simak ceritaku.

Cerita gak pake foto gak enak ya…. maka aku tampilin dulu nih foto kami jaman dulu. Ntar bandingin dengan foto reuni semalam.

dari kiri ke kanan: Herlin, Omas, Medi, Atika

Jadi kami udah janji kumpul jam 17.00 WIB. Aku sebagai EO jam 17.00 teng udah nyampe di lokasi yang telah ditentukan. Jam 17.30 satu orangpun belum menunjukkan batang hidungnya. Di telepon gak diangkat. Jam 17.35 SMS masuk, ada yang bilang lagi otw, ada yang nanya lokasi kumpul dimana *mulai naik darah*, ada yang udah nyampe tapi ke toilet dulu… hiiiaaahhh…. Tak berapa lama satu satu bermunculan.

Cerita-cerita sebentar, ketawa ketiwi, satu orang belum muncul juga. Di telepon, katanya masih di jalan *di jalan mana buk? Jalan menuju kamar mandi?*. Waktu menunjukkan pukul 18.30 WIB dan yang tadi katanya di jalan belum muncul juga, sementara si ibu satu lagi harus segera pulang karena sudah di tunggu suaminya di parkiran. Yak, yang satu pulang dan aku juga harus segera pulang karena sudah hampir jam 19.00.

Tepat jam 19.00 wib si ibu yang di tunggu-tunggu datang, tapi maaf aku harus pulang. Aku bisa toleransi untuk ngaret setengah jam sampai satu jam. Tapi kalau ngaret 2 jam? GAK BISA!!! Asal kalian tau, aku pernah nungguin orang ngaret sampe 6 jam, tapi setelah dia datang, aku langsung pulang dan gak pernah lagi bikin janji-janji ketemu sampe sekarang.

Ini foto yang sempat diabadikan semalam

dari kiri ke kanan: Omas, Atika, Lia, Medi

dari kiri ke kanan: Omas, Herlin, Lia, Medi

Aku pernah cerita tentang Omas disini dan sedikit tentang Atika disini. Lain kali aku akan cerita tentang Herlin dan Lia. Kisah mereka lebih seru loh…. hehehe…..

Thanks yooo…..

Sebenarnya udah lama mau posting ini, tapi karena satu dan lain hal sering ketunda-tunda terus…. hehehehe…..

Cuma mau say thanks buat yang ngasi ini semua….. hehehehehe….. sering-sering aja yaaa…..

Photobucket
Kata mamak, untuk membuat dompet ini harus mengorbankan satu ekor sapi…. hehehe…. thanks ya maaakkkk….. sayang dompet hp-nya belom pernah digunakan…. *paksa masuk hp suun ke dompet*

Photobucket
Makasih banyak buat bang Very yang dengan sangat terpaksa memberikan karya terbarunya padaku…. hehehehe….. Sekarang lagi baca The Host-nya Stephanie Meyer, setelah itu giliran bukumu….

Photobucket
Coklat dari KL emang mantep. Makasih ya bang Iwan…. ni coklat sampe rata bagi tiga untuk emak dan adekku. hehehhe…..

Photobucket
Bang Arep, sudah kukatakan gak usah repot-repot ngasi aku hadiah. Cukup kirimkan saja kapal pesiar atau mobil Exover yang warna merah. Yah minimal hp E72 la… hihihihi……

Photobucket
Kokoh…. Bajigurnya enaaaakkkk….. Kok rasanya agak-agak mirip rasa cendol yang pake sedikit jahe ya? hehehehe…..

Photobucket
Oleh-oleh dari bang Iwan lagi. Kali ini dari Thailand. Bookmark-nya akan sangat berguna…. hehehehe…… Makasih lagi yaaaaaaaaa………..

Yaaakkk….. yang mau ngasi hadiah lagiiii….. saya terima dengan tangan terbuka… hehehehe….

Susahnya mau jadi artis

Barusan kawan SMA aku telepon. Si Atika…. hiyaaa…. dah lama gak ketemuan sama dia. Terakhir jumpa di salah satu pesta pernikahan teman kami, dan dia udah pake jilbab juga…. hihihi…. Jadi pembicaraan tadi seperti ini:

Atika: “Halo… Medi?”
Medi: “Iya Ikaaa…. Apa kabar?”
Atika: “Baek. Medi lagi dimana?”
Medi: “Dikantor”
Atika: “Ada tipi?”
Medi: “Gak ada la… kenapa?”
Atika: “Yahhh…. gak Elit kantor Medi… hahaha…. Ini… Ika mau mastikan. Ni Ika lagi nonton acara Happy Song di Tipi. Ada Roby Busri loh Med. Medi ingat Roby Busri kan?”
Medi: “Ingat la…. yakin itu si Roby Busri? di Jakarta dia sekarang…”
Atika: “Gak tau lah Med… Tetap semangat dia mo jadi Artis”

Siapa Roby Busri itu? Mari kita bercerita tentang masa lalu…. hahaha…. sukak aku yang ginian….

Roby Busri itu adalah teman kami semasa SMP dan SMA. Dia itu paling semangat mau jadi artis. Dia selalu ikutin kompetisi sana sini. Setauku dia pernah jadi finalis coverboy majalah Kawanku dan Aneka. Cuma jadi finalis doang, yah setidaknya fotonya nampang lah di majalah itu. Jelas semua cewe cewe satu sekolahan kehebohan cari perhatian sama dia. Tapi aku dan Atika jelas-jelas cuek dan gak peduli. Bukan apa-apa…. kami ngerasa gak selevel dulu sama dia… hahaha… Tapi Justru itu yang buat Roby jadi lumayan akrab sama kami kalau dia tidak sedang bersama cewe-cewe populer sekolah…. hehehe….

Roby juga pernah ngajarin kami perawatan wajah…. huahahaha…. kalo ingat ini aku sering ngakak sendiri. Jadi suatu ketika, disaat musim ujian dan kami sedang berada di tukang fotokopy untuk buat contekan (jaman dulu lagi musim buat contekan dengan cara fotocopy perkecil catatan).

Roby: “Eh… Atika… muka aku kelihatan makin putih gak?”
Atika: ” Wiiihhh…. putih Rob… pake apaaa??? mulus lagi….”
(aku dan Atika manggut manggut supaya lebih meyakinkan sandiwara kami)
Roby: “Pake masker bengkoang mustika ratu. Trus campuran airnya pake air mawar putihnya…”
Atika: “oooo…. tapi ribet kali la….”
Roby: “Dari pada kau halusin bengkoang trus di tempelin dimuka… apa gak gatel tu…”
(sebelumnya cara aku dan Atika maskeran seperti itu)
Atika: “Ia pula la ya…. kami coba la….”

Atika keturunan Pakistan dan India. Dan karena kelamaan berkawan dengan dia, aku jadi sering di bilang mirip sama dia. Nah, satu-satunya masalah kami waktu SMA adalah warna kulit. Kulit kami yang gelap membuat kami terobsesi mutihin kulit. Disekolahan dulu ini sudah menjadi rahasia umum…. hahahaha…..

Oh iya…. balik lagi ke Roby. Kabar terakhir dulu dia resmi menjadi model majalah Medan, Majalah KerBek… Keren dan Beken… hiyahyaaahhhh…… kalo sekarang gak tau lah….

Omas…. ohhh…. Omas…..

Huaaa….. bosan kali hari ini… gada kerjaan… itu la manusia ya, banyak kerja merepet. Nah giliran gada kerja, merepet lagi… Jadi hari ini aku mau ngeblog aja… cerita-cerita sama kelen sambil ngunyah wafer kayaknya enak…

Jadi tadi aku bukain semua profil kawan-kawan aku di fb… iseng-iseng buka foto-foto lama dan ngakak… hingga masuklah satu friend request dari kawan SMA. Namanya Mariana Batubara. aku baca profilnya dan terpana waktu baca di bagian ini:

Photobucket

Sebelum aku cerita mengenai keterpanaanku, mari aku cerita dulu tentang kami.

Jadi dulu kami bersahabat 4 orang. Ada aku, Lia, Mariana, dan Atika. waktu di kelas 3 SMA kami berada di kelas yang berbeda. Aku di kelas 3 IPS 3, Lia di 3 IPS 2, Mariana di 3 IPS 1, dan Atika di 3 IPA 1. dari kelas 1 sampe kelas 3 kami gak pernah berada di kelas yang sama. Hanya saja aku dan Atika berkawan dari sejak SMP. Yang membuat kami akrab adalah kami selalu bersama-sama di kepanitiaan PHBI di sekolah.

Mariana ini orangnya lucuuu kaliii… hingga kami memanggilnya Omas. Bukan marah, dia malah kesenangan karena dengan nama Omas dia jadi lebih populer di sekolah… hahaha… Setiap jam istirahat kami pasti selalu berkumpul. Aku dan Atika yang kelasnya dari ujung ke ujung membuat kami memutuskan lapak gosip kami di tengah-tengah, yaitu di depan toilet wanita… hahahaha….

Tiba saatnya mau UMPTN, kami sama-sama mendaftarkan diri di BT/BS Medica. Makin hari makin akrab, apalagi setelah kami mengikuti program intensif yang membuat kami ketemu lebih dari 10 jam sehari.

Ujian UMPTN pun sudah dekat dan kami sibuk mendaftar ujian. Omas beda dari biasanya, dan akhirnya dia cerita kalau dia gak bisa ikutan ujian karena gada biaya. Jadi selama ini dia ikutan program intensif bayarnya pake apa? ternyata ada tragedi di keluarganya yang membuat dia gak bisa bayar ini itu. Selama ini ongkos-ongkosnya dia pinjem dari kakaknya dan akhirnya entah kenapa kakaknya gak bisa kasi pinjem lagi.

Jelas kami bingung. Kami bilang kalo dia harus ikut ujian. Kalo nggak apa gunanya dia ikut program intensif selama ini. Dasar si Omas orangnya nekat. Dia temui pimpinan Medica dan dia ngomong ke bapak pimpinan kalo dia mau ikut ujian. Hebat! dia di kasi biaya sama bapak pimpinan untuk ikut ujian, tapi sayang dia gak lulus di PTN yang dia harapkan. Setelah itu kami gak ada kabar tentang dia. Dia seperti hilang di telan bumi.

Dan hari ini barulah aku dapat kabar kalau si Omas dulu ngelapor ke bapak pimpinan Medica kalo dia gak lulus. Dan si bapak pimpinan ngasi dia kuliah gratis di Medica. Dan baca aja profilnya… sekarang dia kerja di Medica sebagai Manager Lokasi… wiiihhh…. senang aku dengarnya….

Kangen Omaaaassssss!!!

Tepat sebulan lagi MES-CGK-DPS

Hari ini tepat sebulan lagi menuju DPS… Bangun pagi langsung senyum-senyum semangat berangkat ke kantor. Tapi disisi lain agak cemas karena ada aja halangan menuju hari itu. Mari kita lihat apakah bulan depan yang berangkat sesuai dengan format yang direncanakan atau tidak.

1. Medina
Sama sama kita ketahui, saat minta izin ke emak sama bapak mau berangkat, hal ini membuat geger orang serumah. Alhasil ada orang yg tak disangka-sangka harus ikut di rencana kami (lirik Riza). Untuk urusan izin ortu udah aman. Sekarang urusan izin ke bos. Sampe sekarang aku belom mengajukan cutiiiii…. dan dilihat dari jadwal, jadwal November penuh…. huhuhu…. hari ini mau buat permohonan cuti. doakan aku ya…

2. Rina

Photobucket

Kemaren baru dengar kabar kalo si Rina masuk rumah sakit. Penyakit darah tingginya kumat lagi. Padahal dia udah sangat jaga kesehatan demi liburan ini. Dan yang paling parahnya lagi, dia belom minta izin ke emak sama bapaknya. Sangat kecil kemungkinan dia diizini keluar kota dengan keadaan sakit parah seperti ini. Semoga cepat semuh!

3. Nella
Ni temannya Rina. Aku juga baru ketemu sama dia sekali doang, jadi gada potonya. Ni anak beberapa minggu yang lalu kehilangan handphone (gak nyambung ya?). Oiya, si Rina juga kehilangan handphone beberapa hari yang lalu… ckckckck….

4. Andi

Photobucket

Tepat dua hari sebelum lebaran, dia kecelakaan naek motor sampe kakinya patah. Tapi tadi katanya udah sehat kok… hari ini dia sudah berangkat kerja… Alhamdulillah…

5. Riza

Photobucket

Ini anggota terakhir yang tak di sangka-sangka… sigh… cemana kuliah kao???

Apa maksud dari semua kejadian ini???