Dua hari tanpa Gilang

DSC_0086

Di awal bulan Februari yang lalu, mau gak mau aku harus meninggalkan Gilang bersama Bundanya (Kakak Ipar) karena harus mengikuti acara Gathering di kantor. Sejujurnya gak ada perasaan sedih saat berangkat, malah ngerasa ini saatnya aku refreshing. Kok gitu? Karena udah yakin dan percaya kali dengan Bundanya. Masalah makan dan kebersihan Gilang, soalnya si Bunda juaranya… hohohoho… Berasa jadi emak yang tak berbakti.

Udah 2 tahun berturut-turut gak ikutan acara gathering, walau sudah hampir 10 tahun bekerja tapi ngerasa jadi anak baru disana. Secara aku dari cabang dan udah banyak karyawan yang keluar masuk di kantor pusat, jadi banyak yang gak familiar lagi. Alhamdulillah ada acara ini jadi bisa silaturrahmi.

Selama ditinggal 2 hari, Gilangnya asik-asik aja… Dia gak berasa kehilangan emaknya. Emaknya video call *terimakasih pada teknologi* dianya cuek aja. Emaknya yang gemas berasa pengen peluk, huhuhu…

Semoga masih bisa ikutan acara gathering lagi di tahun mendatang… *emaknya Gilang masih pengen kerja*

Drama ART

619611310

bukan ART

Emaknya Gilang gak kuat hidup tanpa asisten rumah tangga (ART). Ada berbagai ART yang singgah di dalam kehidupan kami, dan kalau diingat-ingat sekarang menjadi kisah yang lucu. Padahal saat menghadapinya dulu bikin darah tinggi.

ART yang pertama ini hingga sekarang setia bersama kami. Segala sesuatu kelar dia kerjakan kurang dari 2 jam. Hebat kan? Mungkin karena si kakak dalam sehari bekerja di 3-4 tempat, jadi dia harus bagi-bagi waktu. Kalau ada yang gak beres kita mesti peringatkan dan segera dia bereskan. Tapi ya begitu, kita mesti rajin-rajin dan teliti melihat kebersihan setiap sudut rumah.

Berdasarkan pengalaman bersama si kakak, kami mencoba peruntungan mencari ART yang bisa menginap dirumah. Bukan, bukan untuk sekalian ngasuh Gilang, tapi pingin semuanya beres hingga urusan makanan. Jadi emaknya Gilang begitu sampe rumah pinginnya tinggal makan trus langsung tidur gitu lohhh… Gak perlu mikirin piring numpuk di dapur, hohohoho… Jadilah ada 3 ART lagi yang pernah singgah.

  1. Sebenarnya dibilang ABG juga nggak, karena umurnya sudah berumur 25 tahun dan janda beranak 1 pula. Bilangnya bisa masak sambel goreng dan rebusan doang. Ok gak masalah, ntar bisa diajarin. Dan drama pun dimulai… Disuruh masak air, air yang sudah masak di ceret dimasak lagi. Ok, mungkin belum ngerti kalo air mentah bisa diambil dari kran. Disuruh masak telur sambel, 10 telur di rebus dan dia bilang busuk semua. Setelah di cek ternyata dia kurang lama rebusnya, dan hampir semua telur terbuang. Fix dua hari kemudian di kembalikan ke rumah orang tuanya. Soalnya emaknya Gilang yang waktu itu masih labil megang Gilang yang masih umur 3 bulan setres berat ditambah udah mikirin mau masuk kerja lagi…
  2. Kali ini setelah pencarian selama 2 minggu keliling kampung sebelah, dipertemukanlah kami dengan nenek-nenek. Semua kerjaannya beres dan orangnya juga pembersih. Tapi 2 hari kemudian anaknya jemput suruh pulang karena cucunya gak bisa tidur dan nangis terus.
  3. Jodoh yang ketiga bersama nenek-nenek lagi. Neneknya pembersih, masakannya juga enak. Tapi gak bisa nginap karena masih punya anak gadis yang masih sekolah. Jadilah si nenek datang subuh, pulangnya katanya sore. Soalnya kalau pulang gak pernah ketemu. Si nenek bertahan selama 6 bulan walau kami tau dia ngutil-ngutil beberapa yang ada di rumah. Mungkin si nenek gak tahan tiap hari harus datang subuh, jadi tepat setahun umur Gilang, dia gak balik lagi. Izinnya sih mau ke Malaysia jenguk anaknya yang disana. Jadilah kami kembali ke kakak ART yang pertama.

Dalam pencarian ART ini aku maju mundur mau resign. Kali ini akan muncul drama baru lagi, karena aku mulai mikir resign lagi… huhuhu….

 

Persiapan ke Hongkong 1

Sejak tiket berada di tangan, sebenarnya hampir tiap hari aku ngacak-ngacak google. Gak ada yang dikhawatirkan sebenarnya selama si ayang berada di samping *eciyee..*. Cuma ya gitu, karena liburan kali ini bawa anak mudanya yang belum genap 2 tahun, jadinya semuanya harus diperhitungkan, dimulai dari kondisi cuaca yang mesti di-matching-kan sama busana, makanan yang konon katanya susah susah gampang dapet yang halal, sampe urusan penginapan yang dekat stasiun + bersih + nyaman.

Perjalanan Kualanamu-Hongkong dan sebaliknya memakan waktu 7-8 jam dengan transit Kuala Lumpur. Ini adalah perjalanan pertama Gilang naik pesawat dan perjalanan kami yang paling lama. Maka dari itu, emaknya mesti memikirkan hal sekecil apapun. Untung aja kemaren langsung kepikiran untuk pesan bagasi pulang pergi dan pesan makanan pesawat juga, padahal dulu waktu masih berdua gak perlu bagasi. Kalau singgah di KL artinya harus siapkan budget buat tukar Ringgit juga.

Sekitar bulan lalu kami sudah booking penginapan. Selama di Hongkong kami rencananya menginap di Causewaybay Inn. Causewaybay berada di Hongkong Island, kemana kaki melangkah kita akan menemui pusat perbelanjaan. Astagaaahhh… Aku merasa dimanjakaaannn…. hahaha…

Causewaybay inn - Masjid Ammar

Causewaybay Inn to Masjid Ammar

Sebenarnya, alasan utama kami memilih penginapan di Causewaybay Inn karena dekat dengan Mesjid, artinya ada banyak makanan halal di sekitar situ. Untuk akses kemana-mana, tepat di depan Causewaybay Inn ada stasiun tram yang bisa mengantar kita keliling Hongkong Island dengan biaya murah meriah, jauh dekat 2.30 HKD! Mau ke stasiun MTR atau halte bus juga dekaattt…

Awalnya kami ingin memilih Morrison Boutique Hotel yang ada banyak di sekitar situ yang harganya sama, hanya saja khawatir tempat tidur yang disiapkan ukuran 5 kaki seperti pengalaman menginap di Boutique Hotel di Singapore. Di Causewaybay Inn kami memesan 1 kamar yang berisi 1 tempat tidur double dan 1 tempat tidur single dengan kamar mandi di dalam. Kalau melihat berbagai review di tripadvisor, mudah-mudahan kami tidak salah memilih penginapan. Fasilitasnya juga lengkap, tidak kalah dengan fasilitas Boutique Hotel yang lain.

Jika ada perubahan jadwal penerbangan yang biasanya sering terjadi di maskapai AirAsia, rencananya kami menginap 1 malam di Macau. Ya Allah, semoga ada perubahan jadwal sehingga kami bisa berangkat sehari lebih awal untuk menginap di Macau, Amiiinnn…

 

Postingan ke 5 di 2016

Halooowww…. Aku muncul lagi disini dan kaget aja lihat pencapaian di tahun ini. Cuma ada 5 tulisan! luar biasa. Dan lebih parahnya lagi gak ada review drama sama sekali. Sebenarnya rutinitas nonton drama masih sering dilakukan, tapi entah kenapa, nulisnya itu loh… malesss… Ia, males emang gak ada obatnya kalau bukan dari diri sendiri.

Hampir setahun terbengkalai tiba-tiba aku teringat akan blog ini. Karena apa? Karena facebook dan twitter di block, gak bisa dibuka dari kompie kantor! hahaha… Mungkin ini sudah menjadi takdir kalau aku harus mulai nulis lagi disini. Baiklah, aku cerita yang terjadi di hampir setahun belakang ini aja.

dsc_3206

Umur Gilang sekarang udah 1 tahun 3 bulan 18 hari. Udah pinter jalan, ngomongnya mulai jelas dan makin menggemaskan. Pipinya tembem kayak emaknya, kulitnya putih dan matanya lentik kayak bapaknya, tapi gak tau bijaknya kayak siapa, hahaha… Udah mulai suka banyak tanya-tanya, “tu apa? tu capa?” sambil tangannya nunjuk-nunjuk kesana kemari. Alhamdulillah kalau udah liat makanan matanya melotot sambil nelan-nelan ludah berharap disuapin, dikasi apa aja masuk, sambil bilang “nyam nyam nak”.

Sejak umur 1 tahun 2 minggu gilang gak dibawa lagi ke kantor, karena pinggang emaknya gak kuat ngejar dia kesana kemari. Jadi setelah menimbang sana sini dan buat kesepakatan dengan papanya, selama kami ngantor gilang di titip ke kakak papanya. Awalnya berat sih, dikantor sering berhalusinasi dengar suara gilang, tapi anaknya malah anteng aja disana kayak gak ada kejadian apa-apa. Nangis ditinggal ngantor cuma 2 hari pertama aja. Kelihatan dia lebih bahagia dan teratur, ada jam makan, tidur, dan main.

Masih betah aja kerja? masih betah lah… soalnya emaknya gilang doyan belanja online, makan-makan, dan jalan-jalan, jadi mungkin nanti ada waktunya bisa duduk manis aja dirumah. Selagi jarak antara kantor papanya, emaknya, dan tempat gilang dititip dekat, bisa ditempuh dalam waktu 5-10 menit, keadaan seperti ini mungkin yang terbaik.

Bicara tentang belanja online, emaknya gilang lagi hobi dekorasi-dekorasi rumah. Tiada hari tanpa buka-buka pinterest buat cari-cari referensi. Paling hobi belanja produk IKEA *bukan iklan*. Berhubung IKEA cuma ada di Jakarta, mau gak mau harus belanja online. Belanja dimana? berapaan ongkirnya? gak pake ongkir loh… Belanjanya di Dekoruma, gratis ongkir! ayo buk ibuk boleh dicoba loh… *bukan iklan lagi*.

Untuk urusan jalan-jalan, setelah traveling terakhir ke Bangkok di tahun 2014, akhirnya tahun depan di 2017 kami mau traveling ke Hongkong. Yaayyy… Dan kali ini bersama Gilang, memanfaatkan ongkos gratis sebelum gilang umur 2 tahun. Semoga semuanya dimudahkan ya… Amiinnn…

Ok, sampe disini dulu ceritanya. Doakan besok-besok aku rajin coret-coret disini.

Cathkidston in drama

Pura-Pura gak tau awalnya dari mana, aku kecanduan dengan brand Cathkidston. Hampir setiap hari buka-buka online web-nya dan histeris sendiri kalau lihat yang diskon-diskon. Padahal gak ngaruh juga, karena aku sama sekali gak ngerti cara beli produk yang berasal dari Inggris itu. Kalau mau ikutan terserang wabah Cathkidstone, yuukkk…. dibuka olshop-nya disini. Ada sih outlet resminya disini, tapi hanya ada di Jakarta dan harganya udah jadi dua kali lipat. Ku tak sanguuuupppp…. bila aku jauh, dari dirimu… hohuwohuwooo….

Nah, pada saat liburan ke Bangkok tahun lalu *udah lama kali kaannn…* aku lihat produk ini di pakai orang, dan aslinya lebih keren! Jadi semakin menjadi-jadi lah kecanduan ini. Pulang liburan, masuk kantor, dan aku malah browsing Cathkidston lagi. Ternyata brand ini banyak kw-nya yah… *kecanduannya mulai surut*

Kemudian, aku yang minggu lalu ini udah mulai nonton drama Korea lagi, dikejutkan dengan penampakan Cathkidston yang dipakai artis-artis Korea. Awalnya gak ngeh kalau itu Cathkidston, karena motif polkadot udah umum kali dan banyak dimana-mana.

 

1

Jas Hujan Cathkidston

2

Baju Cathkidston

Kemudian muncul scene ini:

3

Tas Cathkidston

Yak kali ini aku yakin kalo drama She Was Pretty disponsori oleh Cathkidston. Karena cuma Cathkidston yang punya motif seperti itu *makin semangat nonton*

Kalau aku, dalam rangka penghematan, udah cukup puas lah dengan yang ini… *ujung-ujungnya pamer* *plaakkk….*

4

 

Harapan di 2016

image

2016 udah berlalu hampir 2 minggu, dan aku baru ingat kalau aku belum buat resolusi seperti tahun-tahun sebelumnya. Mana yang katanya mau jadi blogger sejati? Huhhh…!!

Ntah kenapa tahun ini kelupaan. Mungkin sejak ada Gilang, ketika keinginan terbesar yang telah bertahun-tahun ditunggu dan akhirnya terwujud, rasanya keinginan-keinginan kecil yang lain tiada artinya. Cukup berharap agar titipan Allah yang sangat berharga ini bisa tumbuh jadi anak soleh, sehat, pintar, berbakti pada orang tua dan berguna bagi orang lain aja udah bagus *yyyeeiiii… Itu bukan cukup, tapi banyak maunya jugaaa…*

Okey… Resolusi tahun ini gak mau muluk-muluk, harapannya adalah aku ingin sifat boros ini pergi jauh… Gak gampang terpengaruh dengan olshop yang berseliweran di time line *yaiya lah berseliweran, siapa suruh di follow!*. Mengurangi jalan-jalan gak penting di mall yang biasanya berakhir dengan pulang menenteng barang belanjaan.

Untuk meminimalisir sifat boros ini, aku udah mulai belajar nabung uang 20ribuan kayak yang disarankan artikel-artikel itu. Targetnya bisa merombak taman belakang, pasang kanopi, dan yang paling penting beli kursi tamu! Udah 3 kali puasa 3 kali lebaran tamu yang bertandang duduk di karpet looohhhh…. Kesannya kok gak terima tamu gitu… *sungkem minta maap kepada tamu-tamu yang udah datang*

Rencana jangka panjangnya adalah ngecat rumah atau pasang wallpaper dan pasang partisi. Kalo ini tahun-tahun depan juga gapapa… Semoga semua bisa terwujud sebelum Gilang mulai masuk sekolah….

Amiinnn…..

Trus liburan, kapan kita liburaannn? Ke Hongkong gitu, ke Vietnam, atau ke Korea dan Jepang? *tanam pohon duit di belakang rumah*

Refreshing cara saya

Benarkah seorang ibu memerlukan me time? Ada banyak artikel yang menjelaskan bahwa seorang ibu memiliki tingkat stress yang tinggi, jadi memerlukan refreshing, diantaranya adalah dengan cara me time. Apa sih me time itu? Sepengetahuanku, me time adalah meluangkan waktu untuk memanjakan diri, bisa dengan cara ke salon atau ngopi-ngopi cantik dan chit chat bareng teman teman tanpa diganggu oleh urusan rumah tangga, yang termasuk di dalamnya ngurus anak.

Apa ia me time bisa buat kita kembali segar? Buat aku pribadi meninggalkan anak untuk me time adalah hal yang berat. Bisa dibayangkan, bukannya refreshing aku malah akan kepikiran terus, apakah si anak sudah minum susu? bagaimana kalau dia terbangun dari tidurnya dan gak melihat aku? apakah dia nangis? bisakah yang mengasuhnya meredakan tangisnya? akan ada banyak pertanyaan muncul di benakku.

red

maroon hibiscus

Ini dia refreshing cara aku. Berkebun! Walau sekarang gak bisa berlama-lama di halaman karena ngerasa kondisi badan gak se-fit sebelum lahiran dulu, tapi 1 jam cabutin rumput di halaman udah cukup buatku. Apalagi proses repoting tanaman dan renovasi taman adalah bagian yang paling aku gemari. Tanaman berbunga, bagaikan mendapatkan bonus di akhir tahun, jadi motivasi dan penyemangat tiap berkebun *kode ke pak bos*.

Minimal seminggu sekali aku berlama-lama di halaman menikmati udara pagi bersama Gilang. Pengennya memperkenalkan kebiasaan berkebun ke Gilang, harapannya dia bisa tumbuh menjadi anak yang mencintai alam, menjadi anak yang bertanggung jawab dengan merawat tanamannya, gak sekedar membeli dan menikmati bunganya sesaat *padahal maksud tersembunyi emaknya adalah biar ada yang bantuin nyiram tanaman tiap sore*.

hibiscus

Hibiscus yang selamat setelah diserang hama

Ini dia kondisi tanamanku yang kemarin sempat gak keurus pasca lahiran. Sekarang sedikit demi sedikit mulai tumbuh kuncup bunganya. Ada beberapa pohon yang ditebang karena satu dan lain hal. Nanti aku akan lanjut cerita tentang hama yang datang hingga harus menyingkirkan beberapa tanaman tapi syukurnya masih lebih banyak yang terselamatkan.

Mari berkebun! *kode keras ke si ayang supaya diizini buat taman belakang* 😀

Hadiah Penutupan Tahun

image

Gilang yang hampir genap berumur 4 bulan udah pande telungkup! Emaknya yang deg-deg serrrr liat dia belajar telungkup. Takut ada apa-apa, ntah tangannya yang terkilir lah, ntah hidungnya yang ketutup lah, ntah perutnya yang tertekan jadi muntah muntah lah, paranoid kali kan? Tapi kalo gak dibiarin dia gak bakalan belajar dong? Jadilah harus menguat-nguatkan hati supaya gak buru-buru di gendong.

image

Yah, seperti emak-emak pada umumnya, aku mengabadikan momen-momen yang baru itu melalui kamera hp, jadi harap maklum kalo hasil gambarnya pun seadanya 😀

Btw, dulu agak eneg liat emak-emak yang sikit-sikit fotoin anaknya dan posting-posting ke social media. Kesannya heboh kali gitu loh… Ternyata giliran aku yang jadi emak-emak, tingkahnya sama persis. Gak bisa sehari aja gak posting foto anak. Padahal kalo dilihat-lihat fotonya, gayanya kek gitu-gitu aja, kadang-kadang baju yang dipake pun kelihatannya itu lagi… Itu lagi… Tapi selalu ada cerita baru dibalik setiap gambar…

Selamat datang 2016

Terimakasih 2015

Biar dibilang blogger sejati, maka dipenghujung tahun ini aku ingin menuliskan secara garis besar apa-apa aja yang telah terjadi selama tahun 2015 ini. Bisa dibilang banyak kejadian yang bikin hidup aku berubah, yang aku sendiri pun menyadari dan tak pernah terbayangkan akan berubah sedrastis ini.

11892148_10205051972035756_848766802828322969_n

Diawal tahun aku dinyatakan positif hamil. Gimana gak kelewatan girangnya, penantian selama lebih dari 3 tahun dengan segala usaha dan doa akhirnya terwujud. Dari masa kehamilan hingga sekarang entah kenapa membuat aku gak doyan nonton drama. Ada beberapa drama yang aku tonton, tapi yang benar-benar kelar cuma dua judul, yaitu The Snow White Murde Case dan Kill Me Heal Me. Jadi harap maklum aja, kalau biasanya tiap akhir tahun aku ada ngerekap drama yang aku tonton selama tahun tersebut, maka kali ini gak akan ada rekap-rekapan drama. Gak tau, gak doyan nonton drama ini akan berdampak baik atau buruk bagiku, dan belum tau juga tahun depan bakalan nonton drama lagi apa nggak. Soalnya aku masih suka baca-baca forum dan konon katanya akan ada banyak drama bagus di 2016 nanti…. lalala yeyeyeye…

Tepat sehari sebelum hari ulang tahunku, Gilang hadir. Jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri proses kelahiran normal, dan ternyata pasca kelahiran itu lebih besar tantangannya. Mulai dari badan yang ngerasa rapuh, menghadapi Gilang yang masih beradaptasi dengan dunia yang rame ini, dan yang paling mantapnya adalah kami berdua yang masih sama-sama belajar menyusui. Yak, ternyata menyusui tidak segampang yang dibayangkan, sangat menguras banyak waktu dan tenaga. Alhamdulillah yang penting sekarang Gilang tumbuh sehat.

kantor_n

Hari-hariku kini diwarnai dengan tingkah polahnya Gilang. Banyak yang bilang Gilang anak yang sangat pengertian, ngerti dengan situasi emaknya yang kerja dan gak rela nitipin dia dimanapun dengan siapa pun. Gilang aku bawa ke kantor, sulitkah? ada masa-masanya, tapi lebih banyak menyenangkannya. Gilang hanya rewel ketika haus dan ngantuk doang. Bahkan ada situasi dimana Gilang main-main sendiri, capek sendiri, dan tidur sendiri. Tapi ada juga masanya dia manja minta digendong seharian. Bisa dibilang aku lebih banyak menghabiskan waktu buat main-main dengan Gilang dibanding kerjanya :D.

Sejak hadirnya Gilang, perubahan yang gak enaknya adalah aku makin boros. Ada aja alasan buat beli ini itu dan bilangnya “untuk Gilang”. Misalnya beli tas, dompet, yang jelas-jelas karena kelatahan emaknya :p. Tiap hari sabtu atau minggu harus jalan-jalan ke mall buat cuci mata *sembunyiin barang belanjaan* dan makan! Yah, selera makan ku juga makin menjadi-jadi. Badan melar, banyak baju yang telah dihibahkan. Tuh kan, ada alasan lagi buat belanja baju :D.

hutan

Semoga tahun depan rejeki Gilang semakin melimpah, dipermudah menjalani hari-hari, dan semoga emaknya bisa nabung lagi… Yang paling penting, kami yang masih belajar menjadi orang tua ini bisa menjadi orang tua yang terbaik buat Gilang. Amin…

Ibu bekerja, kenapa enggak?

DSC_1022-1

Waktu itu cuti sudah usai, tapi aku belum juga nyari-nyari pengasuh. Si ayang menyerahkan semua keputusan ditanganku, mau resign, cari pengasuh, atau dibawa bekerja. Sebenarnya dari sebelum Gilang lahir pun tekadku sudah kuat untuk membawa Gilang ikut ke kantor. Suasana kantor gak terlalu ramai seperti kantor pada umumnya, banyak ruangan kosong yang bisa disulap jadi tempat Gilang istirahat. Perlengkapan lengkap, ada dispenser, ada kulkas, ada magic jar!

Si mama bulak balik mengingatkan kalau dia bersedia diberi tugas menjaga Gilang selama aku bekerja. Dia yang paling menentang kalo aku sampai resign. Kalau dipikir-pikir emang susah cari kerja seperti aku di jaman sekarang. Kerjanya enak, gajinya enak, karyawannya juga udah kayak keluarga sendiri, bahkan bapak-bapak ini yang menyarankan bawa Gilang ke kantor. Oke, maka pada tanggal 24 November adalah hari pertama gilang ikut ngantor.

mtf_EmgzJ_433.jpg

survey tempat bobok

Sebelumnya kami sudah 2 kali ke kantor buat survei dan diputuskan mushala darurat yang berada di sebelah ruanganku menjadi tempat tidur gilang. Bingung apa yang bisa dijadikan alas tidurnya? gak mau heboh sampe beli box baby, ntar malah makan tempat dan gak ada space buat sholat *sebenarnya alasan utamanya, gak mau keluarin duit banyak :D*. Kemudian si bapak sarankan pake bed cover yang dilipat-lipat, ide bagus!!!

mtf_EmgzJ_445.jpgDSC_1016-1

Taraaa…. Jadilah Gilang 24 jam bersama mamanya. Semoga Gilang happy, mama happy, semuanya happy… Continue reading