Tak tergantikan

image

Belakangan ini sangat susah membangkitkan semangat ngeblog lagi, padahal ada banyak sebenarnya yang mau diceritakan selama hamil hingga lahirnya Gilang. Gilang lahir pada tanggal 4 September 2015 yang seolah menjadi kado ulang tahun emaknya ditanggal 5 September. Oiya, nama baby boy kami yang lucu imut dan menggemaskan kayak emaknya itu adalah Gilang Aulia. Artinya? Maklum aja la ya, emaknya pelupa, ntar kita tanya lagi ke papanya. Soalnya yang kasi nama papanya, emaknya sih langsung oke aja gitu dikasi tau artinya bagus dan namanya juga simpel. Yang penting ntar kalo Gilang udah mulai pinter ngomong dia bisa melafalkan namanya dengan fasih. Harapan kami dengan nama itu, semua yang terbaik menghampiri hidup Gilang. Amin ya nak… *nulis sambil lirik Gilang yang lagi bobok dipelukan*

image

Hari ini bukan kali pertama Gilang dibawa belanja ke kede. Biasanya setelah pilih-pilih ikan, sayur, dan bumbu-bumbunya tanpa banyak cingcong kami langsung pulang. Tapi kali ini aku terjebak percakapan dengan seorang tetangga. Walaupun lumayan habisin waktu tapi buat aku yang biasanya kerja, pergi pagi pulang magrib dan jarang bersosialisasi dengan tetangga, hal ini jadi mengasyikkan. Berasa jadi ibu-ibu tukang gosip kayak di sinetron-sinetron itu..

Percakapan pun dimulai…
Tetangga: “Apa anaknya dek?”
Aku: “Laki laki kak…”
Pembicaraan mulai mengalir. Si kakak kaget aja dengar aku mengasuh anak sendiri tanpa pengasuh dan masak pulak.  “Bukannya harusnya memang begitu?” pikirku. “Bisa mandikan baby sendiri dek?”, katanya. “Bisa kak, belajar ngasuh baby selama 40 hari di rumah mama”. Kemudian iseng-iseng penasaran aku tanya si kakak, “Si adek pengasuhnya diambil dari yayasan ya kak? Berapa gajinya?”. Kemudian jawaban si kakak membuat aku terkejut, “diambil dari kampung kakak, gajinya 2 juta tapi khusus pegang baby aja gak kerjakan kerjaan rumah tangga. Tapi si baby 24 jam dipegangnya”. “Maksudnya?” tanyaku makin penasaran. “Si baby kalau malam tidur sama dia juga. Kan malam yang paling berat kalo baby rewel. Kami pasang cctv dikamarnya. Abang-abangnya yang dua dulu juga begitu…” Oooohhh……

Ok, sekarang aku ngerti kenapa kakak itu tetap cantik berseri sepanjang hari walau punya 3 anak laki-laki yang kelihatannya lumayan aktif. Dan aku lebih memilih wajah kusam kurang tidur karena melihat perkembangan Gilang setiap saat tak tergantikan oleh apapun.

image

Tuh foto di atas, Gilang lebih milih
keluar dari kelambu dan terancam digigit nyamuk demi bisa bobok dipelukan emaknya dan cium aroma ketek yang khas ya nak… 😀

Advertisements

6 thoughts on “Tak tergantikan

  1. Bersyukurlah diii… Bisa pantau anak 24 jam.. Tapi bisa pulak kk tadi tu kek gitu ya, sedangkan nisa dulu kk tinggal kerja sesudah 3 bulan aja kk yang nangis bombay, pas berangkat pagi tiap langkah liat ke belakang. Sampe sekarang, ninggalin dia di sekolah, dadah2 sampe kepala mutar 180 derajat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s