Jangan panik saat terjebak di lift

Ada satu kisah yang belum aku ceritakan saat aku jalan-jalan ke Pontianak beberapa waktu lalu. Ketika pulang dari Sintang, kami harus menginap satu malam di sebuah hotel di Pontianak. Salah satu hotel bintang 3 yang tidak akan aku sebutkan namanya disini. Hotel itu cukup nyaman dan bersih, cuma mungkin kami lagi apes aja terjebak di lift.

Pagi itu kami berencana check out dari hotel dan menuju bandara untuk melanjutkan perjalanan ke Medan. Barang bawaan kami yang seabreg *kata petugas bandara berat totalnya 79 kilo* sudah kami minta tolong bawakan oleh bellboy. Mobil menuju bandara juga sudah dipesan. Kami yang berada di lantai 3 dengan santainya masuk lift dan turun menuju resepsionis.

Lift menunjukkan tanda panah ke atas, “oh, ada yang mau turun juga dari lantai 4”, pikirku. Tidak berapa lama lift bergoncang hebat, serasa berjalan turun, padahal pintu lift belum terbuka saat tiba di lantai 4. Goncangan dan jalan lift berhenti. Aku coba tekan angka 1, tapi lift tak juga bergerak. Lampu sedikit berkedip. Tidak ada tanda panah atau angka, hanya ada tulisan off line.

Si mama panik, si adik ipar hanya memegang tangan mama yang dingin sambil mengelus-elus perut hamilnya. Aku sudah beberapa kali mengalami kejadian seperti ini di lift kantor, jadi mengerti. Aku tekan tanda emergecy yang biasanya bergambar lonceng di lift, biasanya di dekat angka-angka. Sirine lift berbunyi dan tidak sampai 5 menit petugas sudah datang untuk menenangkan kami yang berada di dalam.

Pintu dibuka paksa, ternyata kami berada di antara lantai 3 dan lantai 4. Agak sulit bagi si mama dan si adik ipar buat keluar dari lift, karena harus memanjat tembok lantai 4. Petugas menurunkan kursi untuk dijadikan pijakan dan kami berhasil keluar dari lift dengan selamat.

Akhirnya, dari lantai 4 kami turun ke bawah dengan tangga. Si mama dan si adik ipar sangan bersyukur saat itu ada aku, karena mereka sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukan saat terjebak di lift. Kata si mama, “biar udah bertahun-tahun mama kerja di hotel, tapi mama gak ngerti kalau ada kejadian seperti ini”.

Note: sepertinya kejadian seperti ini sudah sering terjadi di hotel ini. Soalnya saat di perjalanan menuju bandara, kami menceritakan hal ini ke supir hotel. Kata si supir itu karena listriknya naik turun tidak stabil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s