rugi gopek

Seperti biasa kalau pulang ngantor itu aku naik angkot, nyambung 2 kali. Pertama, dari kantor sampe simpang S. Parman. Jaraknya dekat, gak sampe 15 menit nyampe. Biasanya ongkosnya itu 2 ribu. Kedua, dari S. Parman sampe simpang rumah ongkosnya itu 3 ribu. Jadi total ongkos pulang itu 5 ribu.

Sebelum pulang aku udah wanti-wanti kalau uang yang ada di dompet itu paling kecilnya pecahan 20 ribu. Biasanya kalau gini aku tukar ke kedai rokok yang ada di depan kantor. Lirik ke kanan, eh si ibu yang biasanya jualan gak ada. Bingung mau tukar kemana lagi, akhirnya aku biarkan saja, nanti mudah-mudahan si supir angkot ada kembaliannya. Langsung aku setop angkot dan duduk dengan manisnya.

Tiba saatnya turun dan ongkos yang aku berikan pecahan 20 ribu. Si supir mulai rogoh-rogoh kantong. Dari ekspresinya kelihatan kalau dia kesal karena aku kasi pecahan 20 ribu. Sambil dia mengeluarkan lembar demi lembar uang kembalian, dengan sigap aku langsung menghitung. Setiba uang kembalian sudah di tangan, aku tau kalau jumlahnya itu cuma 17 ribu, kurang seribu. “Kurang seribu bang, tadi dari Imam Bonjol” kataku. “Dari mana?” katanya agak membentak, membuatku sedikit down. “Dari Imam Bonjol…” kataku dengan suara yang lebih dikeraskan. “Kau pun, uang kau 20 ribu” katanya sambil memberi kembalian 500 rupiah. “Jadi kalau pakai duit gede, ongkos otomatis dinaikkan gitu!” kataku dalam hati sambil pergi berlalu membawa duit kembalian 500 rupiah tadi…. *manyun*

Hiks, semalam untuk pulang ongkos yang aku habiskan 5500, kelebihan gopek…. :(( *lagi pelit*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s