Cincinnya mana?

Sejak berlangsungnya acara lamaran di tanggal 10 September yang lalu, banyak teman-teman yang nanya “cincinnya mana? Foto dong…” atau ada juga “kok fotonya Medi di kamar aja? Foto si ayangnya malah gak ada tuh…”

Ini dia penjelasannya…

Dalam bahasa mandailing acara kemarin itu namanya adalah mengantar sere (seserahan). Seserahan itu isinya berupa kebutuhanku sehari-hari, untuk lebih jelasnya lihat postingan foto terakhir. Sebenarnya adanya acara hantaran itu artinya si calon suami siap bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan si calon istri nantinya.

Jadi itulah inti dari acara adat kemarin. Gak ada yang namanya tukar-tukar cincin. Tapi kalau cincin (perhiasan) pemberian beda lagi ceritanya… Boleh aja dimasukkan sekalian ke dalam hantaran.

Kalau kami, perhiasan itu dijadikan mahar yang nantinya disebutkan dalam akad nikah.

Di acara ini sebenarnya aku dan si ayang tidak terlibat secara langsung. Kami tidak boleh berada di dalam forum. Gak ngerti maksudnya apa. Jadi si ayang ada di luar sedangkan aku ada di kamar. Begitulah…

Advertisements

23 thoughts on “Cincinnya mana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s