Goddes of The Hunt

Tertarik beli novel ini karena ceritanya berlatar belakang para bangsawan di kerajaan Inggris zaman dulu. Jadi membayangkan kisah Putri cantik bergaun panjang dan bermain di sebuah istana yang megah itu sangat menyenangkan.

Pada saat berumur 8 tahun Lucy sudah mengetahui kalau dia jatuh cinta pada Toby yang berumur 18 tahun. Henry, kakak Lucy mengetahui hal ini tapi dia menganggap hal itu hanyalah cinta monyet biasa. Jadi setiap Toby, Henry, Jeremy, dan felix berburu dan memancing di hutan, Lucy tidak pernah ketinggalan hingga ia tumbuh menjadi wanita yang tomboi.

Seiring berjalannya waktu, ternyata cinta Lucy tak pernah surut padahal umurnya saat itu sudah 19 tahun dan Toby 29 Tahun. Tiba saatnya bagi Toby untuk melamar seorang gadis mengikuti jejak Henry dan Felix yang terlebih dahulu menikah. Toby memilih Sophia yang lebih anggun dan pintar melukis dan merangkai kata.

Mengetahui hal ini, Lucy tidak tinggal diam. Dia mengatur strategi dengan berbagai cara, mulai dari merayu Toby sampai membuat Toby Cemburu. Yang menjadi sasaran Lucy dalam menjalankan strateginya ini adalah Jeremy. Tak disangka siasat ini malah berujung menikahnya Lucy dan Jeremy.

Jeremy adalah bangsawan kaya raya dan Lucy otomatis menjadi Countess setelah menikah. Countess tidak boleh berburu, memancing, memanjat pohon, atau berkuda di hutan. Bagaimana Lucy menjalankan hari-harinya?

Hanya dalam 2 hari aku menyelesaikan buku yang lumayan tebal ini. Sesuai perkiraan, buku ini banyak menggambarkan kebangsawanan di Inggris. Istana yang besar, gaun-gaun yang mereka pakai, taman dan hutan yang luas, sangat menarik dan lumayan mendetail.

Ceritanya mudah di cerna dan mengalir hingga selalu bikin penasaran di setiap babnya. Bagi yang suka novel Harlequin, silahkan membaca novel ini… hihihihihi….

 

Stars: 3

Advertisements

14 thoughts on “Goddes of The Hunt

  1. fickleboon said: kalo doyan baca Harlequin yang tipe Historical Romance, pasti Inggris2 gitu kok Med, ada beberapa yang Skotlandia juga…

    ia, harlequin rata2 begituh…. dulu waktu kuliah lumayan sering baca harlequin…. hihihihi….. tapi kayaknya ini romancenya kelebihan lah…. lebih parah… :))

  2. medilubis said: Bagi yang suka novel Harlequin, silahkan membaca novel ini… hihihihihi….

    saya gak suka baca harlequinn!!tapi covernya lucu yaah

  3. aghnellia said: saya gak suka baca harlequinn!!tapi covernya lucu yaah

    Aku dulu suka baca Harlequin, tapi suer bukan karna romancenya… Sueerrrr….. Suka sama kisah tentang kebangsawanannya aja….Trus dulu kakakku suka ngejekin, yg suka baca Harlequin berarti getek. Sejak itu gak mau baca Harlequin lagi… hihihihi….Gak nyangka buku ini miriiiipppp sama buku2 Harlequin…. hehehehe….

  4. fickleboon said: karena emang ini harlequin kan? hihihi

    ini gak harleqin…. ini gagas media.Makanya gak nyangka ceritanya kayak harlequin gini….

  5. err… iya penerbitnya gagas media memang, tapi itu historical romance juga, kayak harlequin Med πŸ™‚ kan ini ada Johanna Lindsey juga dan beberapa pengarang lain πŸ™‚

  6. fickleboon said: err… iya penerbitnya gagas media memang, tapi itu historical romance juga, kayak harlequin Med πŸ™‚ kan ini ada Johanna Lindsey juga dan beberapa pengarang lain πŸ™‚

    hoooooo……. sekarang gagas media memang ada novel historical romance kayak2 harlequin juga yaaaa….??? baru tauuu…. hahahaha…. astagaahhh…. Gak nyangka gagas media ada versi harlequinnya juga…. πŸ˜€

  7. fickleboon said: kayaknya sekarang semua penerbit tanding ngeluarin harlequin gini med hihihihih

    huooooooo……. harlequin makin banyak saingannya lah…. πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s