Honeymoon With My Brother

Dibaca dari sinopsisnya, novel ini kelihatannya menarik. Jadi biar harganya lumayan mahal dan lumayan tebal, novel ini tetap aku beli walau gak tau berapa lama akan menyelesaikanya.

Novel ini diangkat dari kisah nyata sang penulis, Franz Wisner, yang ditinggal sang tunangan menjelang hari pernikannya. Seluruh rangkaian acara pernikahan dan honeymoon romantis mendadak dibatalkan. Sayang tiket dan reservasi hotel untuk honeymoon gak bias diuangkan, maka Franz mengajak Kurt sang adik.

Pada awalnya hubungan Franz dan Kurt merenggang seiring dengan pertambahan usia mereka. Akibat perjalanan ini, kedekatan dua kakak beradik ini kembali. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan mereka dan menjual rumah serta harta benda mereka demi sebuah perjalanan, perjalanan keliling dunia.

Kisah mereka menjadi menarik, karena adanya LaRule, si nenek tua yang menunggu kartu pos-kartu pos dari mereka yang berasal dari berbagai belahan dunia.

Sesuai prediksi, untuk menghabiskan satu buku ini, aku memakan waktu sebulan lebih. Jalan ceritanya sangat lambat sehingga aku yang membacanya sering sekali merasa kebosanan.

Penulis berusaha menjelaskan secara detil keunikan-keunikan dari setiap tempat yang mereka kunjungi, tapi tetap aja aku gak bisa membayangkan cerita yang dimaksud oleh si penulis. Justru kartu pos-kartu pos yang dikirim Franz untuk LaRule lah yang membantu, karena menurutku bahasanya lebih mudah dicerna.

Awal membeli buku ini, aku penasaran bagaimana tanggapannya mengenai Indonesia. Indonesia dibahas secara khusus dalam satu bab, tetapi masi sering disebut-sebut juga di beberapa bab berikutnya. Intinya, Indonesia adalah negara dunia ketiga yang miskin, memiliki pergolakan polotik yang hebat, tetapi religius, penuh senyuman, dan kebersamaannya kuat. Dan satu hal lagi, supir taksi yang bernama Abdullah yang berasal dari Bali menambah daftar kejelekan Indonesia… hehehehe….

Tapi ternyata masih banyak yang lebih parah dari Indonesia loh….

 

Stars: 2.5

Advertisements

11 thoughts on “Honeymoon With My Brother

  1. sicantikdysca said: suka bangeeeeeets buku inikeikna ada buku kedua karya Franz ini ya? tp blum beli 😀

    aku gak gitu sukaaa… mungkin karna mood bacanya lagi jelek kali ya, bahasanya agak payah dicerna…ia, kemaren aku liat di gramed ada buku keduanya.

  2. reyhanah said: Masih nganggur bukunya, ga pernah serius aku bacanya.. Masih malas bacanya mungkin karena terlalu berat bacaannya

    bener, aku kalo gak dipaksa mungkin gak kelar2…. Jadinya ya gitu, jadi gak gitu menikmati…. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s