Masak masak (1)

Masak termasuk hal yang asing buat aku. Waktu kecil aja gak pernah main masak-masakan. Dan pas udah gede gak pernah bantuin si mama masak, karena itu adalah tugas kakak pertama. Kakak kedua kuliah di luar kota, jadi kehidupan ngekos membuat dia pinter masak. Aku???

Sampe saat aku kuliah, aku masih asing ke dapur. Kumpul-kumpul dan masak bareng dengan teman, aku cuma dapet giliran potong-potong sayur doang.

Si kakak pertama nikah dan dibawa suaminya ke Padang. Sedang kakak kedua tamat kuliah juga langsung kerja di Siantar. Akulah anak perempuan satu-satunya tersisa. Mau gak mau harus bantuin si mama di dapur walau cuma potongin sayur doang.

Si mama paling hobi berkunjung ke rumah kakak pertama dan kedua hingga meninggalkan aku, riza, dan si papa dirumah. Urusan makanan jelas jadi tanggung jawabku.

Tiap pagi aku selalu masak sarapan dengan menu andalan martabak mie, nasi goreng, atau ikan kaleng. Itu-itu aja diulang setiap pagi. Makan siang dan malam? Beli!

Begitulah setiap ditinggal si mama hingga berujung pada kebosanan dan berharap si mama cepat pulang.

Advertisements

8 thoughts on “Masak masak (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s