Kecanduan

Kali ini aku mau posting sebuah kisah salah satu orang disekitarku. Karena agak-agak berbau aib, maka namanya aku samarkan menjadi Arumi (artes sinetron kesukaankyyuuuu….). Yang muntaber, saranku segera ke dokter. Ini bukan gosip ya kan yaaa…. Toh kalian juga gak kenal sama orangnya ya kan yaaa… Yak, langsung kita mulai aja kisahnya…

Arumi berasal dari keluarga terpandang di kota Medan. Ayahnya kepala dinas (aku gak tau kepala dinas apa) dan ibunya adalah wakil direktur di sebuah rumah sakit terkemuka di kota Medan. Arumi di kenal sebagai gadis cerdas, pendiam, hormat kepada orang tua, dan ramah pada seluruh teman dan keluarga.

Suatu hari saat ada acara kumpul keluarga (semacam arisan), Arumi tidak hadir. Katanya dia mau ke rumah temannya. Tapi ternyata hingga waktu jam menunjukkan pukul 10 malam, Arumi belum pulang juga. Handphonenya tidak aktif. Untuk keluarga kami, anak gadis jam 7 malam belom nyampe rumah aja mamak kami udah kayak kebakaran jenggot.

Orang tua Arumi mulai panik dan meneleponi para sepupu supaya membantu mncari dimana keberadaan Arumi. Teman terdekatnya yang dihubungi juga tidak tau dimana Arumi. Sudah jam 12 malam tapi tak ada kabar juga. Orang tua Arumi mulai membongkar-bongkar isi lemari Arumi mana tau ditemukan petunjuk.

Benar saja, diary Arumi ditemukan dan didalamnya tertulis kisah-kisah dirinya bersama pacarnya yang sering mengunjungi salah satu hotel melati (si Arumi harus dikenalkan sama MP ni). Orang tua Arumi mendatangi hotel melati tersebut dan kepergoklah Arumi sedang bermain dengan pacarnya (yang pasti bukan bermain ludo atau ular tangga apalagi monopoli).

Keluarga terdekat geger dengan berita itu dan Arumi diungsikan ke rumah nenek. Rapat keluarga mendadak diadakan dan menyimpulkan kalau Arumi harus segera dinikahkan dengan pacarnya. Orang tua Arumi gak mau rugi. Mereka menuntut mahar sebesar 100 juta rupiah dan tanggungan pendidikan Arumi sampai S2.

Keluarga pihak laki-laki tak ada pilihan lain karena keluarga Arumi yang petinggi di Kejaksaan dilibatkan. Jelas keluarga laki-laki tidak mau ambil resiko apalagi ayah pacar Arumi adalah salah satu anggota DPR di Sidempuan. Pernikahan dilaksanakan dengan mahar 50 juta rupiah (katanya sisanya akan dibayarkan bulan depan). Mereka nikah siri.

Tiga bulan berlalu dan kehidupan Arumi tidak ada yang berubah. Arumi dan suami tetap tinggal di rumah orang tua masing-masing seperti tidak ada kejadian apa-apa. Dan soal mahar atau biaya pendidikan, tidak ada. Orang tua Arumi menuntut perceraian dan mereka bercerai.

Itu kejadian beberapa tahun yang lalu….

Kini Arumi berencana menikah di akhir bulan April ini dengan laki-laki pilihan orang tuanya. Si laki-laki adalah anak dari atasan ibu Arumi yang katanya mempunyai beratus hektar kebun sawit. Resepsi pernikahan diselenggarakan secara besar-besaran. Kebaya di pesan dari salah satu butik terkenal di Sun Plaza yang katanya harganya mencapai puluhan juta rupiah.

Dan orang-orang pun mengungkit-ungkit kejadian masa lalu…

Dunia sungguh sempit. Teman Arumi semasa kuliah dulu ternyata sekantor dengan kakak pertamaku. Dan terungkaplah kejadian masa lalu itu. Ternyata dulu Arumi kepergok di hotel melati bukan bersama pacarnya, karena sang pacar juga ikut mencari-cari Arumi bersama para sepupu. Saat itu Arumi bersama om om yang tak dikenal. Arumi saat itu kuliah di salah satu Universitas Negeri di Medan dan terkenal sebagai ayam kampusnya fakultas Ekonomi.

Apa yang menjadi motif tindakan Arumi? Kalau dilihat dari latarbelakang keluarganya, tidak mungkin karena uang. Dan kesimpulan dari teman Arumi itu adalah kecanduan sex (aehh…. menggeletar jariku mengetik kata itu). Karena sebelum-sebelumnya Arumi sering melakukannya bersama pacarnya.

Duniaaa…. oh… dunia…. dijauhkanlah kami dari hal-hal seperti itu…. Cukuplah kami sebagai penonton yang baik saja…. *duduk manis makan pop corn*

Advertisements

71 thoughts on “Kecanduan

  1. dreclarkson said: Wedew… Kcanduan sex… Mmmm langka neh.. Oh my gosh…. Mmmm obat ny apa ya??

    kenapa tanyak akuuuu???? manala aku tauuuu….. hahahahaha…….

  2. medilubis said: Dan kesimpulan dari teman Arumi itu adalah kecanduan sex (aehh…. menggeletar jariku mengetik kata itu). Karena sebelum-sebelumnya Arumi sering melakukannya bersama pacarnya.

    tsk

  3. ariefkurni said: Ssstt..ini rahasia ya med..tlg aq dikasih nomor hape arumi itu ya,jgn dibls disini.smsken ke no ku aja ya..ssstt..ini rahasia..

    huahahahahaha….. eh, no hapemu ilaaaaannnggg…… kirimin dulu…….

  4. aibuanne said: MENGERIKANkenapa enggak kita bahas ini tadi ya???tapi aku lg geger sibuk pun…hhihihii

    dan bapakku sudah menunggu diparkiran….. hahahahaha…….

  5. rizalubis said: Betul med? Kok gak crita kw ma aq..

    kayaknya dah pernah kuceritakan la….ahhh…. kau pun….. itu, yg aku chat di fb pagi2 sama kak eni……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s