JPVFK – Jakarta Paris Via French Kiss

Novel ini adalah novel kelanjutan dari LSDLF (Lontong Sayur Dalam Lingkaran Fashion) yang sudah aku baca beberapa tahun yang lalu. Karena lebih tertarik dengan novel yang lain, maka JPVFK baru kali ini aku baca.

Novel ini adalah refleksi dari sisi hidup wartawan-wartawan lifestyle. Mereka berada dalam profesi yang berhadapan langsung dengan berbagai kondisi sosial metropolis. Mereka berinteraksi dengan orang-orang gila brand, social climber, fashion society, ingin jadi model terkenal, intrik agen-agen model, kaum metroseksual, dan orang-orang yang tulus di tengah sekelompok hedonis. Mereka menanggapi kehidupan dengan kritis dan investigatif.

JPVFK adalah Petualangan empat wartawan lifestyle selalu tak terduga, kali ini mereka dibawa melintasi benua dari Jakarta menuju Paris, tempat diselenggarakannya Paris Fashion Week. Di tengah gelimangan merek-merek fashion tingkat dunia itu, mereka menemukan selapis jawaban atas pencarian-pencarian pribadi mereka, yang masing-masing dibungkus dan ditingkahi oleh cuplikan-cuplikan french kiss.

Alif: masih sangat mencintai mantan istrinya, Saidah. Tapi saat di Paris dia malah french kiss dengan seorang wartawati dari London. “Siapa saya ini? Seorang tamak cinta yang mendambakan freedom, dua sisi yang bertolak belakang. Yang pertama butuh komitmen dan perasaan, yang kedua butuh keberanian dan ketidakpedulian. God. Bagaimana harus menggabungkan keduanya? Saya tak mau hanya salah satu,” katanya.

Raisa: nekat pergi ke Paris untuk menyatakan perasaan yang sebenarnya. Tetapi pada saat di sana ia justru bertemu seseorang yang mengancam kehidupan pekerjaannya. “Elu bikin gue sangat kecanduan, pingin terus-terusan ketemu. Gue pikir, friends becomes lovers? Why not? I’m good enough for him, he’s always nice to me, what more? I will move first… ladies first,” katanya.

Didi: Bukannya meliput berita, dia malah bersenang-senang dengan kaum gay di Paris. “Gue juga maunya hanya french kiss, dia juga gitu.Hari begene kok sesama laki-laki pacaran, too old fashioned,” katanya begitu. Lagi pula kalau dipikir-pikir, sesama laki-laki pacaran, life goal-nya apa?” katanya.

Nisa: pergi ke Paris demi mengulang kejadian yang lalu. French kiss dengan pria Prancis di dalam suasana Paris yang Romantis. Tetapi hal itu justru hampir saja mencelakakannya. “Sandwich? Hah. Sandwich selain roti adalah semacam istilah untuk satu sex activity yang melibatkan tiga orang, dua sebagai roti, satu sebagai daging atau selada untuk vegetarian. Pasti ada yang tidak benar dari kode gerak bibir Gavin ke Oliver. Pasti mereka punya hidden agenda,” katanya.

 

Stars: 4

Advertisements

18 thoughts on “JPVFK – Jakarta Paris Via French Kiss

  1. mioblackcute said: bagus gak kak??huehehehehhehe…romantis lebaya ato gmn??

    bagus…..gada romantis atau lebaynya…..ini full kisah empat wartawan fashion yang ditugaskan meliput di Paris… disini tergambar jelas kehidupan wartawan dan yang paling penting kita serasa di Paris…Anggi pengen ke Paris kan??? baca ini dulu biar gak kesasar di sana…. hahahaha…….

  2. lutungdiwarung said: ceritanya ringan tapi asyik yah….*menurut pengamatan aku di review bu medi ini sih*

    ia…. serasa jalan2 di Paris pokoknya….penulisnya orang Medan loh bang…

  3. lutungdiwarung said: bukunya tebel ga?? ada gambar2 french kiss ga??waiakakakakakkk

    bukunya lumayan tebal…..354 halaman…yang namanya novel gada gambarnya bang….yee…. pasti tertarik karna ada french kissnya…hahaha……

  4. medilubis said: bukunya lumayan tebal…..354 halaman…yang namanya novel gada gambarnya bang….yee…. pasti tertarik karna ada french kissnya…hahaha……

    kekekeekkk,… suka baca buku juuga sih aku tapi… kalo yang love2 cepat bosan bu

  5. lutungdiwarung said: kekekeekkk,… suka baca buku juuga sih aku tapi… kalo yang love2 cepat bosan bu

    ini gak love2an…beneran….murni cerita tentang wartawan dan fashion….

  6. medilubis said: ini gak love2an…beneran….murni cerita tentang wartawan dan fashion….

    *catet judul, pengarang dan penerbitnya*Makasih bu medi… kapan kita french kiss di paris…*sarap bibir aku bah* pfuih pfuih

  7. lutungdiwarung said: *catet judul, pengarang dan penerbitnya*Makasih bu medi… kapan kita french kiss di paris…*sarap bibir aku bah* pfuih pfuih

    wakakakaka……gosah ngayal ke paris la…situ aja masih terasing di ambalat sono…kasian gada yang nolongin… hahahaha……..

  8. mioblackcute said: PLAAAAAAKKKK….*tampar om jay pake kompor*

    makasih nggi….emang gak sopan tuh….masak ngajak ke Paris….aku kan maunya french kiss di Jepang…..hahahaha……

  9. mioblackcute said: heheheheh…kemaren uda pen beli..cuma aq masi ga ngeh ni novel ttg apa..

    kalo saran aku, sebelum baca buku ini, baca yg LSDLF (Lontong Sayur Dalam Lingkaran Fashion) dulu….Karna buku JPVFK kelanjutan dari LSDLF….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s