Dipilih… Dipilih… Dipilih…. tgl 16 April 2008

Cagub/Wagubsu Sampaikan Visi-Misi Bangun Sumatera Utara

Medan, (Analisa)

Lima calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Minggu (30/3), mengawali kampanye dengan menyampaikan visi dan misinya dalam rapat paripurna istimewa DPRD Sumut. Kelima pasangan calon menyampaikan visi-misinya secara bergantian sesuai nomor urut.

Dimulai dari pasangan Ali Umri-Maratua Simanjuntak, Tritamtomo-Benny Pasaribu, RE Siahaan-Suherdi, Wahab Dalimunthe-Raden Syafii dan Syamsul Arifin-Gatot Pudjo Nugroho.

Namun, dalam acara itu, Abdul Wahab Dalimunthe juga mantan Ketua DPRD Sumut itu dan Syamsul Arifin menjadi perhatian banyak massa. Penyampaian visi dan misi oleh kedua calon itu cukup menghibur anggota DPRD dan masyarakat yang hadir.

Wahab yang dinilai telah ‘mengusai panggung’ dengan santai dan penuh humoris dalam penyampaian visi dan misinya. Begitu juga Syamsul Arifin yang sudah piawai di dunia politik, sangat kocak di depan podium.

Hampir semua pasangan merujuk data Badan Pusat Statistik tentang Sumatera Utara dalam mengangkat isu, mulai angka kemiskinan, pengangguran, jumlah rakyat Sumut, jumlah pedesaan, kota dan kabupaten. Semua calon punya visi dan misi untuk membangun Sumut ke arah yang lebih baik dan menjadi nomor satu di Indonesia.

Dimulai dari pasangan Ali Umri-Maratua Simanjuntak menyampaikan visi dan misinya. Visi dan misi yang mereka usung tergambar dalam semboyan Bersama masyarakat membangun Sumut yang maju, sejahtera, unggul, berbudaya, religius dan berwawasan lingkungan.

Untuk mewujudkan visi dan misinya, menurut Umri, yang pertama dilakukan adalah mereformasi kekuasaan birokrasi. Semua simpul kekuasaan harus bisa menciptakan terciptanya iklim yang aman, nyaman dan kondusif sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi.

Dalam memacu pertumbuhan ekonomi, Ali Umri menumpukan harapan pada sektor riil dalam hal ini usaha mikro dan kecil (UMK).

Sedang Tritamtomo-Benny Pasaribu menyampaikan visi-misinya secara bergantian. Bennymenilai pertumbuhan ekonomi yang melebihi rata-rata nasional.

Belum Buka

Pasangan ini menilai pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir masih belum membuka lapangan kerja baru guna menekan pengangguran. Tingkat pengangguran di Sumut terus meningkat hingga mencapai 14,82 persen tahun 2006, urutan tertinggi ketiga setelah Banten 16,34 persen dan Maluku 15,76 persen.

Jika terpilih, Tritamtomo-Benny Pasaribu akan dilakukan perubahan pendekatan pembangunan di Sumut. Perubahan dilakukan antara lain dalam koordinasi pembangunan. Masing-masing daerah melaksanakan cara dan metode sendiri dalam mengejar keberhasilan pembangunan. Oleh karena itu fungsi serta proses koordinasi perlu dioptimalkan, katanya.

Sebagai mantan Pangdam Bukit Barisan, ia mengaku telah menguasai teritorial Sumut. Strategi mereka adalah menciptakan rasa aman agar tercipta suasana kondusif melaksanakan pembangunan.

Selanjutnya, visi-misi yang disampaikan RE Siahaan-Suherdi tidak jauh beda denga calon sebelumnya. Namun pasangan ini memiliki visi menjadikan Sumut sejahtera, unggul, mandiri, unik dan toleran.

Jika terpilih, salahsatu program kerjanya adalah meningkatkan pendapatan per kapita di Sumut hi ngga Rp15 juta perkapita tahun 2013. Secara khusus pasangan ini juga ingin tetap menjaga keunikan Sumut sebagai wilayah yang memiliki karakteristik berbeda dengan daerah lain di Indonesia.

Giliran pasangan Wahab-Muhammad Syafii, saat memaparkan visi dan misinya menjadi perhatian. Pasangan ini sadar kalau apa yang akan disampaikan tidak jauh beda dengan tiga pasangan calon sebelumnya.

Sebagai birokrat murni dan politisi, Wahab, sangat cerdik menarik perhatian anggota DPRD. Semua pasangan calon datanya sama, dari BPS. Apa pun visi dan misinya, yang penting siapa pelaksananya. “Kalau saya, yang sama akan saya katakan sama, tetapi yang beda ya berbeda,” kata Wahab.

Kritik

Secara tak langsung Wahab mengkritik program Ali Umri yang ingin membuat banyak bandara di Sumut. “Bagaimana mau bikin bandara di Pulau Samosir. Dari mana hepengnya?” kata Wahab.

Salah satu yang berbeda dari visi dan misi pasangan ini adalah program kerja mereka mengurangi tingkat kekerasaan terhadap perempuan dan anak-anak.

Pasangan Syamsul-Gatot Pujo Nugroho yang tampil terakhir ‘mengocok’ perut pengunjung. Penyampaian visi dan misi yang disiarkan langsung oleh salah satu televisi, Syamsul secara pokok tidak menyampaikan visi dan misinya. “Semua yang hadir di sini sudah bosan mendengarkan visi-misi saya. Karenanya baca sajalah,” katanya dengan gaya khasnya.

Syamsul justru lebih banyak menyerang balik lawan politiknya dengan gaya humoris. Setiap kalimat yang diucapkan Syamsul selalu membuat hadirin di ruang paripurna DPRD tertawa.

Menanggapi Benny yang sempat mengatakan, ada masyarakat di Kecamatan Pangkalan Susu (Langkat) yang makan hanya sehari, Syamsul membalasnya dengan mengatakan, Langkat adalah daerah surplus beras di Sumut. “Kalau ada yang lapar, saya selalu puasa,” katanya.

Begitu juga saat Syamsul menyerang balik Umri yang mengatakan akan membenahi kerusakan hutan mangrove di pesisir Timur, di mana salah satunya adalah Langkat.

“Kalau soal mangrove, itu kewenangan BKSDA. Calon kepala daerah itu harus tahu, mana-mana saja yang jadi kewenangannya. Kalau soal lingkungan, Presiden menganugerahi kalpataru berulangkali untuk pembangunan lingkungan di Langkat. Masa kita meragukan lembaga kepresidenan,” katanya. (sug)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s